Bisnis Pancake Durian yang Menggiurkan

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>
foto : Madhuripancake.com



Oleh Hamdani, SE,M.Si
Berdomisili di Banda Aceh

Rasanya manis, melumer di lidah dan tidak hanya itu, legitnya cemilan yang satu ini bikin ngiler dan ngangenin. Ya! Apalagi kalau bukan Pancake Durian.

Pancake durian merupakan salah satu makanan olahan dari buah yang digemari masyarakat Indonesia karena rasa buah duriannya yang lezat.

Makanan berbahan dasar buah durian terse but, didatangkan dari Medan. Buah durian Medan dipilih karena memiliki rasa yang enak, manis dan memiliki tekstur buah legit.

Pancake durian ini pertama kali dipelopori oleh pedagang-pedagang kue rumahan di Kota Medan, dan lambat laun tersebar di kota-kota lain di Indonesia, seperti Jambi, Semarang, Jakarta, hingga ke Aceh.

Di Aceh sendiri minat masyarakat terhadap Pancake durian tergolong tinggi. Permintaan dalam seminggu rata-rata bisa mencapai 50 kilogram daging durian. Terutama untuk pasar Banda Aceh.

Cita rasa pancake durian tidak banyak beda dengan rasa buah durian asli yaitu terasa manis dan beraroma khas. Pancake durian saat ini belum banyak dijadikan sebagai sumber pendapatan atau sebagai peluang usaha oleh masyarakat Aceh.

Mereka biasanya mengkonsumsi durian dengan ketan atau dalam bahasa Aceh disebut "bu lukat" (nasi ketan). Selain dimakan begitu saja.

Sang owner Dewi Kartika Lubis melihat tren permintaan pancake kian meningkat, lalu dirinya tertarik untuk mengembangkan panganan khas Medan ini sebagai peluang bisnis baru di Kota Banda Aceh karena masih memiliki peluang pasar yang sangat besar. 

"Usaha pancake ini sudah saya geluti sejak 2014 atau lebih kurang 5 tahun lalu. Saat ini usaha tersebut saya jalankan dibawah brand "MADHURI PANCAKE" sebagai merek yang terdaftar." kata Dewi Kartika

Target pasar produk Pancake Durian adalah terutama anak-anak, usia remaja, dan tidak terbatas juga untuk kalangan dewasa. Pancake Durian dapat di konsumsi oleh siapa saja karena umumnya orang Indonesia menyukai buah durian. 

Cara penjualan yang saat ini dilakukan adalah secara langsung dan melalui reseller yang sudah kerja sama dengan Madhuri Pancake. Kami tidak menjualnya dengan model konsinyasi karena strategi tersebut tidak efektif bagi penjualan pancake.

Sejauh 5 tahun ini minat masyarakat mengkonsumsi Pancake Durian tergolong sangat bagus. Hal ini dapat terlihat pada omset penjualan hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya, dan terus meningkat dari waktu ke waktu. 

Harga yang kami tawarkan berviariasi ya. Tergantung paketnya, ada yang paket berisi 6, 8, 21 dan bisa sesuai keinginan. Saat ini kami masih memasang bandrol kisaran Rp20.000 sd Rp120.000

Menjalankan usaha baru tentu banyak tantangan. Kendala yang dihadapi saat ini adalah soal permodalan usaha dan stok bahan baku yang kurang karena pasokan daging durian harus menunggu musim.

"Kedepan saya merencanakan untuk mengembangkan usaha ini jadi lebih besar dan semakin dikenal oleh masyarakat Aceh dan bahkan luar Aceh. Sekaligus bisa menjadi salah satu oleh-oleh khas Aceh yang bisa di bawa pulang oleh wisatawan atau orang-orang yang berkunjung ke Banda Aceh", terang Ika begitu sering ia dipanggil.

Target jangka panjang dari pengembangan usaha saya adalah menuju go digital baik melalui e-commerce maupun digitalisasi (strategi pemasaran).

Alhamdulillah saat ini Madhuri Pancake sudah bekerjasama dalam pemasaran dengan e-commerce besar. Pelanggan bisa memperoleh Pancake durian dan produk frozen yang kami pasarkan di lapak Go Food.

Selain pemasaran secara online, pancake juga bisa diperoleh di tempat-tempat penjualan offline. Bahkan setiap even yang diadakan di Kota Banda Aceh, Madhuri Pancake selalu aktif ikut serta dan berpartisipasi.

Kegiatan-kegiatan pameran, bazar UMKM, dan expo Madhuri Pancake selalu hadir, termasuk even rutin seperti Pasar Tani yang diadakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh pada setiap 2 minggu dalam sebulan.

Sejumlah even yang pernah dikuti; Banda Aceh Expo (2019), Aceh Agro Expo (2019), Aceh UMKM Expo (2019), Pesta Rakyat Simpedes BRI (2019). Untuk tahun 2020 kita juga ikut Bazar Asia yang diselenggarakan oleh Asosiasi IKM Aceh, Bazar HUT Persit dan Dharma Pertiwi Kodam IM, Bazar Tupdik Secaba Rindam IM, dan beberapa even lokal bergengsi lainnya.

"Sebagai pelaku UMKM, saya senang berjejaring dengan teman-teman sesama UMKM. Karena dengan begitu kita dapat saling mendukung untuk memajukan usaha. Salah satu strateginya adalah lewat even yang kita ikuti." tutup Ika

Harapan kedepannya semoga Pemerintah Kota Banda Aceh dapat mendukung pengembangan UMKM termasuk Perguruan Tinggi dalam pembinaannya demi mendukung kemajuan industri wisata sekaligus UMKM naik kelas. (*)

Laporan: Hamdani

Click to comment