Masa Depan Alumni Bimbingan dan Konseling

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Oleh Yuhelsi Rafiqah
Mahasiswi Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Bimbingan dan Konseling memang sudah lazim di zaman milenial saat ini.  Bimbingan dan konseling yang lebih terkenal dengan sebutan BK sangat dibutuhkan, bukan hanya dalam dunia pendidikan, tetapi juga di luar itu.  Tenaga BK ini merupakan produk dari juruan Bimbingan dan Konseling yang menyiapkan para mahasiswa menjadi seorang Guru BK di sekolah ataupun menjadi seorang Konselor. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak memandang penting terhadap keberadaan tenaga BK di sebuah sekolah.
Sebagaimana kita ketahui, bahwa  bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari “Guidance” and “Counseling” (dalam bahasa Inggris). Secara istilah “guidance” atau “guide” berarti: mengarahkan, memandu, mengelola, dan menyetir. Sementara bimbingan adalah proses bantuan dengan menyampaikan arahan, paduan, dorongan dan bantuan mewujudkan apa yang diharapkan oleh peserta didik, untuk mencapai pemahaman diri dalam mencapai pemahaman diri dan pengarahan diri dalam melakukan penyesuaian diri secara maksimum pada lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. jadi dapat kita simpulkan bimbingan dan konseling adalah proses pemberian bantuan kepada individu secara tatap muka (face to face) untuk mencapai pemahaman diri peserta didik. Jadi dengan adanya Bimbingan dan Konseling, maka dapat membantu kita dalam menyelesaikan suatu permasalahan peserta didik atau klien. 
Konseling dilakukan oleh seseorang yang profesional (yang ahli dalam bidangnya) dan tidak boleh dilakukan oleh sembarangan orang. Akan tetapi bimbingan boleh dilakukan oleh siapapun saja tidak harus yang profesional (yang ahli dalam bidangnya). Namun demikian, nagi para mahasiswa yang kini tengah menekuni, kuliah di jurusan Bimbingan dan Konseling, harus mampu membaca prospek jurusan ini dan alumni BK memiliki peluang yang besar atau kecil di masa depan.
Tentu setiap mahasiswa idealnya melihat prospek jurusan BK, dilakukan pada saat awal memilih kuliah di juruan BK. Bila hal itu sudah menjadi pertimbangan yang tepat, setelah menjadi alumnus, akan tidak berhadapan dengan masalah tidak adanya lapangan pekerjaan untuk BK. Tentu pula, masa depan jurusan bimbingan dan konseling tergantung pada mahasiswa/ mahasiswi BK sendiri, bagaimana dalam menyikapi, melaksanakan tugasnya dalam mencapai tujuan yang ia inginkan. Apabila ia ingin menjadi seorang konselor maka, dia harus melanjutkan studinya lagi untuk menambah ilmu, sehingga ilmunya dapat digunakan untuk membantu peserta didik atau kliennya nanti. Begitupun sebaliknya apabila ia ingin menjadi seorang guru BK, maka dia harus memperbaiki sikap, prilaku, dan karakternya agar menjadi contoh untuk siswa/ siswinya nanti menjadi konselor dan Guru BK itu tidak mudah. 
Anehnya, kita selalu menganggap remeh bahwa menjadi seorang konselor atau guru BK itu hanya duduk, diam, mendengar, dan menasehati. Itu salah. Untuk menjadi seorang konselor atau guru BK itu, kita harus bisa membuat klien kita lebih terbuka kepada kita dan tidak segan dalam membicarkan permasalahannya kepada kita. Sebelum kita memulai konseling kepada klien, kita harus menjelaskan azas-azas di dalam Bimbingan dan Konseling agar individu lebih terbuka dalam membicara permasalahannya dan tidak ragu. Kita sebagai konselor atau guru BK harus bisa memahami teknik- teknik di dalam bimbingan dan konseling.
Nah,  jika kita sudah  mengenali diri sendiri, kita bisa menetapkan tujuan kita di masa depan dalam jurusan BK. Seharusnya hal ini akan memudahkan kita dalam mengambil keputusan tentang apa yang kita raih di masa depan dan bagaiamana strategi kita untuk mewujudkannya.  Kalau sudah sampai di titik ini, kita masih belum tau arah tujuan masa depan kita kemana, alangka baiknya kita mencari saran dan sudut pandang baru dengan cara  berdiskusi dengan orang-orang di sekitar kita yang lebih ahli dalam bidang BK ini. Kita bisa berdiskusi dengan Dosen PA, orang tua, dan dosen yang ahli dalam bidang BK ini (Alumi Jurusan BK).  
Kemudian berdiskusi mengenai pengambilan keputusan salah satu besar dalam hidup yaitu masa depan kita dalam jurusan BK. Jika kita sudah mengambil komiten berarti kita sanggup menjalankan tanggung jawab kita sebagai mahasiswa/ mahasiswi BK. Sebagai mahasiswa BK kita harus bisa berbaur dengan alumni-alumni BK, agar kita tahu seluk beluk dan rintangan yang  dialami selama menjalankan jurusan BK dan masa depan alumni di BK. Biasanya,  dari pengalaman seseorang, mampu membuat kita belajar menjadi lebih baik lagi. Apabila kita sudah mempunyai masa depan, ingin menjadi guru BK,  kita harus mencintai terlebih dahulu jurusan bimbingan dan konseling. Inilah pentingnya, agar kita memahami bahwa jurusan bimbingan dan konseling ini akan mendapatkan masa depan yang cerah bagi kita karena banyak peluang untuk menjadi seorang guru BK. 
Belajar dari pengalaman  para alumni BK itu penting. Jika alumni ingin menjadi seorang guru BK/ Konselor, para alumni sebelumnya pasti sudah banyak mempelajari tentang apa itu BK dan sudah banyak para alumni mendapat ilmu tentang Bimbingan dan Konseling. Dengan Ilmu itu para alumni Bk bisa mewujudkan masa depannya menjadi seorang guru BK ( sarjana  S1 ), dan jika para alumni belum puas dengan ilmunya, maka para alumni dapat menambah ilmu di sarjana S2 untuk menjadi seorang konselor yang professional. Namun, tergantung bagaimana kita dalam menjalakan layanan konseling kepada klien kita. Kita sebagai guru BK harus bisa mengoptimalkan pelayanan bimbingan konseling sesuai dengan kebutuhan peserta didik. 
Jadi, sekali lagi, pada kenyataanya, masa depan BK itu, tergantung pada diri kita sebagai mahasiswa/ mahasiswi BK. Oleh sebab itu, setiap mahasiswa harus menyiapkan diri secara baik dan benar. Kita harus menguasai bagaimana cara kita mencintai jurusan BK ini. Untuk itu, kita harus sangat memahami tujuan dalam memilih jurusan bimbingan dan konseling ini dan masa depan kita selanjutnya setelah lulus di jurusan BK. Begitupun sebaliknya masa depan para alumni BK itu juga tergantung pada para alumni dalam melaksanakan tugasnya sebagai mahasiswa BK. Semakin berkualitas seorang alumni BK, maka keberadaanya akan selalu diharapkan.

Click to comment