Menceklis Salah Satu Mimpi

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Oleh Alisa Sharfina Yuzka
Keinginan untuk merasakan kuliah di luar negeri sudah ada sejak saya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Di umur meranjak 20 tahun ini, saya memiliki kesempatan mengikuti program Student Exchange yang diselenggarakan oleh pihak Universitas, tepatnya pada Universitas Islam Ar-Raniry Fakultas Psikologi. Program ini diselenggarakan setiap tahun oleh pihak Fakultas khusus mahasiswa semester 4 dan ini merupakan tahun ke 4 untuk program pertukaran pelajar ke negri Jiran, Malaysia pada Universitas Utara Malaysi (UUM). Untuk mengikuti program ini pihak fakultas akan menyeleksi para calon mahasiswa yaitu seleksi IPK dan TOEFL. Ketika sudah dinyatakan lulus, mahasiswa akan mengurus segala keperluan untuk persiapan berangkat seperti membuat passport, visa, mengisi borong  ( formulir) permohonan, dan sebagainya.
            University Utara Malaysia (UUM) merupakan kampus terbesar di Malaysia yang terletak di Sintok, Kedah. Meskipun letaknya  pada kawasan pergunungan, kampus ini sangat unggul dalam jurusan manajemen, ekonomi dan bisnis, sehingga tidak heran mahasiswa pada kampus ini kurang lebih mencapai 30.000 dan dari berbagai manca negara seperti Indonesia, Thailand, Sudan, China, Jepang, Korea, India, Somalia, dll. Pada tanggal 18 Februari 2020 saya beserta rombongan tiba di UUM. Keesokan harinya, kami melakukan pengurusan untuk multiple visa serta tes kesehatan. Ketika melakukan tes kesehatan saya tercengak melihat fasilitas yang ada pada Pusat Kesihatan Universitas (PKU). Mereka memiliki alat kesehatan yang cukup lengkap, serta dokter pada bidangnya masing-masing layaknya rumah sakit umum. Semua mahasiswa jika mereka sakit akan mendapatkan pelayanan secara gratis. Di hari yang sama, kami juga membuat Student Card. Kartu tersebut akan siap dalam 10 menit saja. Para administrasi mereka dituntut bekerja cepat dan tepat.
 Pasti teman-teman penasaran apa saja perbedaan perkuliahan luar negeri dengan di Indonesia, kan? Okay I’ll share with you guys. Dari segi perkuliahan sedikit berbeda dari sistem yaang ada di Indonesia. Di UUM kita dituntut lebih mandiri serta bertanggung jawab dengan diri kita sendiri. Pertama kita dapat memilih mata kuliah yang diinginkan. Kedua menurut saya yang sangat jauh berbeda di sini adalah segala aktivitas perkuliahan selama satu semester  sudah diberikan di awal mulai dari tugas-tugas, kapan perlu diserahkan  (submit), hingga jadwal ujian yang perlu kita cek sendiri. Hal lain yang sangat berkesan ialah segala materi, tugasan, dosen masuk kuliah atau tidak, serta jadwal quiz dan ujian sudah dosen masukkan kedalam portal, mahasiswa tinggal mengaksesnya saja. Tugasan yang diberikan juga full bahasa Inggris, tetapi ada beberapaa dosen yang menerima dalam bahasa Melayu untuk meringankan mahasiswa. Sebelum mengumpulkan tugas pada waktu yang telah ditentukan, mahasiswa boleh menunjukkan pada dosen untuk mengecek hasil tugasan agar nilai mereka sempurna.
Fasilitas apa saja yang kita dapat selama kuliah di UUM? Semua mahasiswa wajib tinggal di Asrama selama perkuliahan. Wi-fi full di seluruh kampus, sarana transportasi bus untuk seluruh tempat di UUM, kebun binatang, taman yang indah dan bersih, kita bisa hikingdi beberapa bukit dan hidden lake. Mall dan bank dalam kampus. UUM memiliki sport center yang fasilitasnya lengkap banget, mulai dari lapangan bola, lapangan tenis, lapangan badminton, kolam berenang, ruangan gym, berpuluh sepeda yang boleh dipinjam. Di UUM juga memiliki olahraga kayak baling dan go-kart. Semua dapat diakses secara GRATIS. Fasilitas inilah yang membuat seluruh mahasiswa betah dan nyaman berada di kampus.
Inilah sekilas tentang UUM dan perkuliahan di negri Jiran. Aku sebagai penulis berharap semoga kita semua dapat menceklis satu persatu mimpi yang telah kita rancang. Kesempatan ada pada setiap kita. Hanya saja jalan mana yang kita pilih untuk mencapainya. Let’s make our dreams come true together J

Saya Alisa Sharfina Yuzka merupakan salah satu mahasiswa UIN Ar-Raniry Fakultas Psikologi, semester 4 yang tengah mengikuti program Mobility Student (Pertukaran Pelajar),  menuliskan sedikit berbagi pengalaman dalam mencapai salah satu mimpi. So lets story begins.....

Click to comment