Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota Perlu Penyediaan Masker dan Sarana Cuci Tangan bagi Masyarakat

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


Banda Aceh -Surat edaran Presiden Jokowi  yang merujuk kepada kebijakan WHO  telah meminta kepada semua masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah untuk selalu menggunakan masker dan menjaga kebersihan tangan. Sayang nya, saat ini langkah untuk mendapatkan masker di seluruh wilayah Aceh relatif sulit. Kalaupun ada, harganhya tidak terjangkau oleh masyarakat.

Guna mengatasi hal ini, Forum LSM meminta agar Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/kota mau membantu menyediakan masker sederhana sesuai standar kesehatan kepada masyarakat. “Kita berharap seharusnya adalah anggaran dari APBA dan APBK yang diplot  untuk membeli masker  bagi masyarakat,” kata Sudirman, Direktur Forum LSM Aceh.

Mencari masker di pasaran hari ini, menurut Sudirman,  sudah sangat sulit. Bahkan untuk masyarakat di pedesaan, masker menjadi barang yang langkah. Padahal ancaman penyebaran virus  corona atau Covid-19  sudah sangat nyata. 

Hal yang sama juga terjadi untuk cairan tangan ( hand sanitizer). Keberadaannya di Aceh seakan sirna ditelan masa. Oleh karena itu,  Forum LSM mengusulkan agar Pemeintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/kota  bertindak cepat mengatasi tingginya kebutuhan masyarakat  terhadap dua bahan tersebut.

“Bila perlu,  Pemerintah Aceh dan Pemerinta Kab/kota menyediakan sarana pencuri tangan lengkap dengan sabun di tempat-tempat umum, sehingga setiap saat masyarakat dapat menggunakannya,” tambah Sudirman.

Di beberapa provinsi, seperti Sumatera Utara dan  hampir semua wilayah di Pulau Jawa, pemerintah Daerahnya sudah turun tangan untuk mangatasi  kelangkaan masker dan cairan pencuci tangan ini. Malah di Medan, sarana untuk cuci tangan telah tersedia di beberapa tempat, lengkap dengan detergent. Di Aceh, kebijakan itu belum berjalan merata.

Forum LSM menghimbau agar  Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kab/kota cepat turun tangan membantu tersedianya sarana ini.  Dengan demikian upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 berjalan lebih masiv. (*)

Click to comment