Pengaruh Lingkungan Terhadap Pendidikan Anak Usia Sekolah Dasar

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


Oleh : Rita Handayani, S.Pd 
Kepala SD Negeri Tadu Ateuh, Nagan Raya

Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan baik buruknya pribadi manusia. Dalam hal ini pendidikan juga bisa dipengaruhi oleh beberapa hal seperti lingkungan. Lingkungan sangat berpengaruh bagi pendidikan anak di jaman sekarang, apalagi anak yang masih berada di tingkatan Sekolah Dasar yang mudah terpengaruh oleh teman-temanya.

Dewasa ini anak-anak sudah mengenal adanya teknologi seperti game, teman sepermainan pun ikut mempengaruhi dalam pembelajaran. Game merupakan salah satu pengaruh terhadap pendidikan. Ada dua pengaruh yang timbul pada game yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Paling kurang ada tiga pengaruh positif yang bisa didapatkan anak. Pertama konsentrasi, di dalam suatu permainan diperlukan konsentrasi untuk memenangkan suatu permainan tersebut, sehingga anak-anak akan terbiasa berkonsentrasi dalam segala hal, contohnya dalam hal pembelajaran.

Kemudian yang kedua bisa menambah wawasan mereka dalam berbahasa Inggris, karena di dalam suatu game atau permainan kebanyakan menggunakan Bahasa Inggris. Hal itu membuat anak-anak menjadi mengerti tentang Bahasa Inggris. Ketiga memahami tekhnologi, karena anak yang sering bermain game akan terbiasa dalam hal teknologi. 

Adapun pengaruh negatif dari bermain game yang pertama kecanduan bermain game, hal ini yang membuat anak-anak malas dalam belajar karena dalam pikiran anak hanya bermain game. Kedua kurangnya sosialisasi, saat bermain game kita tidak dituntut untuk bertemu satu sama lain. Bermain game tidak harus memerlukan banyak orang, sehingga anak akan cenderung didalam rumah dan kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. 

Bukan hanya game online saja yang dapat mempengaruhi anak-anak dalam belajar, ada faktor lain yang dapat mempengaruhi pendidikan yaitu teman. Teman merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pendidikan karena jika anak salah memilih teman dan anak itu sudah terpengaruh ollen temannya, maka itu akan berpengaruh terhadap pendidikannya, contohnya jika anak berteman dengan orang yang lebih dewasa, maka pola pikir anak akan mengikuti orang dewasa tersebut dan anak akan mengikuti gaya-gaya orang dewasa, seperti gaya bicaranya atau bahkan juga gaya pakaiannya.

Jika anak sudah seperti ini, maka akan sulit untuk mengubahnya kembali menjadi seorang anak-anak. Karena anak-anak sangat sensitif terhadap lingkungan. Jadi jika anak sudah nyaman dyngan lingkungannya, maka anak akan terus seperti itu dan itu akan berpengaruh terhadap pendidikannya.

Kita harap agar ke dapannya, orang tua juga ikut berperan dalam membimbing anak-anak serta memberikan perhatian kepada anak, sehingga pendidikan anak dapat terkontrol dengan baik. Tetapi anak juga harus diberi ruang untuk bermain agar pola pikir anak berkembang dan yang terpenting adalah anak dapat mengerti batasan. Guru dapat membantu peran orang tua, dengan cara memberi nasehat, memberi arahan, dan pengertian agar dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Sebagai orang tua seharusnya tidak menyerahkan sepenuhnya kepada guru di sekolah, karena sebaik-baiknya pendidikan itu terdapat di lingkungan keluarga.

Jadi kesimpulannya, orang tua dan guru harus ada kerjasama dalam membimbing dan mengajarkan anak supaya anak dapat merasakan perhatian dari seorang guru dan sosok orang tua.


-- 

Click to comment