Langsung ke konten utama

Postingan

Featured

Passive IncomeBukan Hanya “Milik” MLM

Oleh Dewi Muliyawan Zaman sekarang,  passive income sudah menjadi istilah yang sangat populer. Di televisi, radio dan surat kabar, istilah ini cukup sering disebut-sebut. Sayangnya masih banyak orang yang belum mengerti sepenuhnya arti  passive income itu. Sebenarnya secara sederhana  passive income berarti pendapatan yang bisa kita peroleh tanpa harus bekerja. Beberapa rekan saya mengira kalau  passive income itu sama dengan bisnis  multi level marketing . Jadi menurut mereka, satu-satunya cara untuk mendapatkan  passive income adalah bergabung dengan bisnis MLM. Bahkan ada juga teman yang tidak percaya kalau  passive income  itu benar-benar ada. Menurut mereka mendapatkan uang tanpa bekerja adalah sesuatu yang mustahil. Padahal dalam dunia keuangan,  passive income punya posisi sangat penting. Semua orang yang punya cita-cita untuk hidup sejahtera hingga di akhir usianya, sepatutnya memiliki  passive income . Mengapa kita perlu memiliki  passive income ? Pertama karena sesuai dengan
Postingan terbaru

5 Alasan Pentingnya Menjaga Rekomendasi

  Oleh Tabrani Yunis   Rekomendasi, sudah pasti kata ini adalah kata pinjaman atau  borrowing word.  Pastinya dari bahasa Inggris. Kalau tak percaya, silakan buka kamus bahasa Inggris, pasti menemukan kata “recommendation” ini. Sebagai kata serapan atau pinjaman, maka dalam bahasa Indonesianya, kata recommendation berubah sedikit saja, tanpa banyak perubahan menjadi lebih garing didengar dan diucapkan. Ya, menjadi rekomendasi atau malah sering disingkat menjadi kata rekom. Lalu, apa    maknanya? Perlu bagi kita mengetahui arti atau maknanya bukan? Sebaiknya kita fahami pada setiap kali kita menggunakan kata itu.   Ya, kalau kita mengacu kepada pengertian yang diberikan dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia, rekomendasi itu dimaknai sebagai sebuah saran, anjuran, referensi dan bahkan mendapat kepercayaan atau trust. Pertanyaan lanjutan adalah, siapa yang memberikan rekomendasi tersebut? Tentu saja, bisa orang lain yang memberikan rekomendasi kepada kita, atau sebaliknya kita sendiri yang

Pendidikan dan Middle Income Trap

  Oleh Ahmad Rizali  Berdomisili di Depok Dua puluh tahun silam, sebuah riset oleh tim Jepang yang tidak dipublikasikan dengan semarak menyebutkan bahwa di masa depan (saat ini) 3 jenis bisnis yang tumbuh pesat adalah: Wellness, Education dan Digital/IT. Riset itu terbukti. Kemarin seorang wartawan ekonomi dari sebuah lembaga besar membandingkan nasib Amerika Selatan yang terengah -engah keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah menuju penghasilan tinggi. Mencemaskannya, sang wartawan menilai negara Asean dengan rujukan Amerika Latin. Dituliskan, Indonesia, Filipina dan Thailand bisa bernasib buruk karena sektor pendidikan dianggarkan kecil terhadap PDB negaranya. Saya melihatnya sebagai kepedulian terhadap pendidikan dengan benar. Meski dianggarkan 20 % terhadap APBN, jika tidak fokus, maka bak menggarami air laut. Apalagi jika 20% itu terhitung kecil (relatif dibanding negeri acuan) persentasenya terhadap PDB, selesai sudah. Tak berdampak. Betul, APBN kita terbatas. Justru k

PGRI Pulau Banyak Barat Gelar Baksos di Sekolah Terpencil

  Singkil -Potretonline.com, 29/11/21. Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2021 dan HUT PGRI ke-76, Persatuan Guru Repubik Indonesia (PGRI) Cabang Pulau Banyak Barat (PBB) Kabupaten Aceh Singkil menggelar bakti sosial ke beberapa sekolah terpencil. Ketua Cabang PGRI Pulau Banyak Barat, Arisman SPd kepada media, Senin (29/11) mengatakan, kegiatan bakti sosial ini dalam rangka memeriahkan HGN tahun 2021 dan HUT PGRI ke-76. "Adapun bakti sosial ini mengambil lokasi di empat desa dalam Kecamatan Pulau Banyak Barat, yaitu Desa Suka Makmur, Asantola, Haloban dan Desa Ujung," kata Arisman. Dikatakannya, adapun bakti sosial ini bertujuan untuk membantu beberapa sekolah dengan membagikan Al Qur'an, Kamus, Majalah POTRET dan Anak Cerdas, Celengan dan penanaman pohon bunga serta memperkuat silahturrahmi antara pengurus dan anggota PGRI di Kecamatan Pulau Banyak Barat. Arisman menjelaskan, dengan bantuan yang diserahkan lebih menguatkan budaya literasi bagi siswa

Seni, Muda, Budaya dan Nasionalisme

  Oleh Hafidh Mulyansyah Putra Berdomisili di Bandung, Jawa Barat     Nasionalisme itu apa sih? Saya bertanya pada diri sendiri ini. Saya paham betul bahwa nasionalisme dibentuk dari 2 gabungan kata, nasional dan isme. Nasional berarti bangsa sendiri dan isme menunjukkan sifat atau karakter, jadi nasionalisme berarti sifat kebangsaan. Definisi simpel itu selalu menjadi isu hangat di bawah langit-langit Indonesia hingga sekarang. Namun apakah kita sadar bahwa apresiasi terhadap penganut sifat kebangsaan ini masih saja kurang dihargai? Terutama pada pelaku seni, lebih spesifik lagi pada pelaku seni muda tradisional, yang saya sebut  the real hero  saat ini. Oke, sebaiknya kita awali dengan menerawang tentang seni tradisional itu sendiri. Siapa itu pelaku seni muda tradisional? Apa sih peran pentingnya? Seberapa pentingnya dalam menumbuhkan sifat kebangsaan ini?    Seni dan budaya, dua kata yang berbeda arti, saling berkaitan, sehingga terkadang disamaartikan. Menurut saya, seni itu varia

Empe Tega

  Oleh : Indra Mardiani, S. Pd   Alkisah di sebuah desa di Aceh Besar, hidup seorang perempuan kecil dengan neneknya.Perempuan itu sering disebut dengan Inoeng dan neneknya dipanggil dengan sebutan Empe. Kehidupan mereka sangatlah memprihatinkan, tetapi mereka menjalani kehidupan dengan penuh syukur dan pantang menyerah. Sayangnya,    keprihatinan tersebut dari hari ke hari semakin tak dimengerti oleh Inoeng. Seringkali ia tidak punya makanan yang bisa dimakan. Inoeng biasanya bekerja mencari kayu bakar ke hutan dan menukarnya dengan beras. Sedihnya, pekerjaan itu tak dapat ia lakukan, karena ia harus menjaga neneknya sakit. “ Inoeng, jak kenoe sajan Empe, picet ulee siat ,” ( Inoeng, kemari sebentar, tolong pijit kepala nenek,” “Get, Empe” Inoeng tak pernah membantah apa yang diminta oleh neneknya. Ketika Inoeng memijit kepala neneknya, ia berdoa dalam hati agar neneknya mau makan dan minum, walaupun hanya air putih yang ada di rumahnya. Selama sakit satu gelas air pun tak habis dimin

Gagasan dan Gerakan: HUT ke-12 Ikatan Guru Indonesia

  Oleh Ahmad Rizali Pendiri IGI, berdomisili di Depok  Gagasan itu adalah energi potensial dan Gerakan itu adalah energi kinetis. Energi potensial itu adalah ciptaan Tuhan dan tinggal kita comot dari alam dan manusialah yang mengubahnya menjadi energi kinetis yang menggerakan. Jadi, berdirinya Ikatan Guru Indonesia (IGI) adalah salah satunya gagasan saya, jelas saya hanya mencomot dari alam dan bertemu dengan gagasan para pendiri lain, berkumpulah sejumlah energi potensial dlm mendirikan IGI. Bagian paling sulit adalah mentransformasikan gagasan menjadi gerakan, energi potensial menjadi energi kinetis yang menggerakkan semua gagasan menjadi kenyataan. Dalam hal inilah, IGI patut berterima kasih kepada para pengubah energi potensial menjadi energi kinetis, bak pembangun "bendungan dan generator" sehingga gagasan berdirinya IGI terlaksana dan berjalan.  Saya sebut di sini antara lain (ada yg menjadi pendiri dan adapula yg tidak): Muhammad Ihsan, Ahmad Yasin, Satria Darma, Sirik