Langsung ke konten utama

Laki-Laki yang Suka Selfie dan Narsis Berpotensi Kelainan Jiwa


 
Oleh Nilam Suhartini Safdilay 
Mahasiawi Psikologi Universitas Syiah Kuala,Darussalam, Banda Aceh

Selfie menjadi fenomena yang sering dilakukan, terlebih bagi anak-anak muda dalam tataran remaja dan dewasa yang sangat akrab dengan tindakan ini. Selfie berasal dari kata self yang diartikan sebagai diri. Selfie tidak berbeda dari kata yang lebih dikenal sebelumnya, yakni narsisme. Selfie merupakan tindakan dalam mengabadikan diri pada sebuah momen yang dianggap penting oleh individu. Selfie secara umum seringkali diartikan sebagai aktifitas melakukan foto diri sendiri atau narsis. Jika ditelusuri lebih dalam pengertian "Selfie" menurut referensi pustakawan Britania adalah "sebuah pengambilan foto diri sendiri melalui gadget, Iphone dan Webcam yang kemudian diunggah ke situs Web media sosial, seperti: instagram, facebook, path dan twitter.

Jika biasanya yang senang bergaya dan melakukan selfie adalah perempuan, ternyata sesuai perkembangan zaman kini kita sudah banyak sekali menjumpai laki-laki yang senang selfie. Sebuah penelitian menemukan bahwa adanya dampak dari selfie yang mempengaruhi kejiwaan laki-laki. Penelitian yang dilakukan oleh “Universitas Ohio, Amerika Serikat”, mengungkapkan bahwa laki-laki yang senang narsis dan selfie berpotensi kelainan jiwa atau psikopat. Jiwa dari laki-laki yang kecanduan selfie ternyata mereka haus akan perhatian dan menginkan orang lain simpati kepada dirinya, apalagi saat foto selfienya dibagikan dalam akun media sosial dan mendapatkan komentar yang baik, akan membuat perempuan atau laki-laki menjadi lebih bahagia.

Selfie bisa saja membawa dampak yang positive dan negative kepada para pengguna media sosial lainnya, tergantung cara melihat seseorang dari segi positif atau segi negatif. Selfie ternyata dapat mengekspresikan diri, menyalurkan hobi dan sebagai sarana dokumentasi pribadi. Ketika perempuan melakukan selfie dapat memberikan mood menjadi lebih baik. Selfie sering dilakukan oleh para perempuan dibandingkan para laki-laki. Di berbagai media sosial, banyak perempuan yang merasa terpuruk lalu mengunggah foto selfienya ke instgram, mereka akan menjadi lebih bahagia.

Hati-hati ketika perempuan terlalu narsis, akan mengakibatkan gangguan mental kepribadian yang artinya adalah dimana orang-orang memiliki perasaan ego yang tinggi dan kebutuhan yang mendalam akan kekaguman. Penderita narsistik percaya bahwa mereka lebih unggul daripada orang lain dan kurang memperhatikan perasaan orang lain. Sebenarnya di balik topeng tersebut memiliki harga diri yang rapuh, rentan terhadap kritik, bila seseorang memiliki gangguan kepribadian narsistik, kemungkinan akan menampilkan sifat sombong. Setelah itu, jika laki-laki yang terbukti suka selfie atau narsis dapat memiliki kepribadian anti sosial, psikopat, dan rentan terhadap objektivitas kata Jesse Fox, pemimpin riset tersebut sekaligus asisten profesor komunikasi di Universitas Ohio.

Fenomena ini sudah ada sejak dahulu, ketika orang-orang mulai mengenal potret diri, tetapi mayoritas dari mereka hanya perempuan yang suka berfoto selfie, meski secara historis laki-laki yang melakukan foto pertama di dunia. Dikutip dari”National Geographic”, manusia pertama yang melakukan selfie adalah Robert Cornelius (1839). Selfie akhirnya marak di media sosial karena didukung oleh canggihnya ponsel dengan beragam fitur dalam kameranya. Hal ini membuat semakin banyak pula perempuan yang gemar berfoto selfie. Berdasarkan penelitian yang telah dipaparkan di atas, terdapat fakta yang membuktikan bahwa laki-laki orang yang pertama kali melakukan foto di dunia yaitu (Robert Cornelius, 1839)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me