Langsung ke konten utama

Ayo Mahasiswa, Gunakan Waktu Luang Mu Sebaik Mungkin!



Oleh : Muhammad Rizky Akbar
Mahasiswa Perbankan Syariah, UIN Darussalam, Banda Aceh

Di masa perkembangan teknologi semakin muktahir, kegiatan telpon-menelepon mulai jarang digunakan. Terlebih lagi dengan berkembangannya berbagai media sosial (Social Media) seperti BlackBerry Messenger, LINE, WhatsApp dan sebagainya. Mengingat akan hal tersebut, jarang sekali terlihat orang yang mondar-mandir membeli pulsa di M-kios.

Walau masih ada yang membeli, apakah itu karena urgensi atau pun sekedar iseng menelpon mereka membeli pulsanya. Sekarang banyak usaha M-kios yang beralih dengan menjual kartu internet-an juga, bahkan menjajakan perangkat-perangkat pelengkap pada smartphone. Usaha ini dilakukan agar pembeli tetap membeli, walau yang dibeli bukanlah pulsa.

Seiringan hal tersebut, para operator penyedia layanan seluler, baik internet maupun non-internet terus mengembangkan kemajuan teknologi layanannya, seperti memberikan paket nelpon murah, gratis internetan dan bonus-bonus lain yang menarik pembelinya. Persaingan ketat yang antar penyedia layanan seluler tersebut terus terjadi, bahkan ada beberapa perusahaan penyedia yang mengakuisisi perusahaannya, contohnya SmartFren.

Terkadang, ada perasaan “malas” dari para pembeli terkait harus pergi ke counter M-kios, jika saldo pulsa telah habis yang terkesan membuang-buang waktu. Maka dari itu, M-kios mulai merekrut masyarakat untuk menjadi M-kios berjalan. Konsep kerjanya terkesan sama seperti M-kios pada umumnya, yang membedakannya yaitu di segi saldo si pengirim pulsanya.

Dengan bermodalkan HandPhone jadul, kita telah bisa menjadi seorang M-kios berjalan. Calon M-kios awalnya mendaftarkan dirinya dengan modal Rp. 115.000; telah termasuk saldo awal dan administrasi pendaftaran calon. Tanpa harus singgah ke counter M-kios pun, seseorang telah dapat mengirimkan pulsa kepada orang lain melalui HandPhone si pengirim. Instan bukan?

Berbicara soal Instan, semua orang menyukai istilah tersebut. Hanya dengan sedikit usaha saja, semua tercapai. Kata instan sangatlah melekat pada benak mahasiswa, dari berbagai perspektif. Mahasiswa terkesan sering “kehabisan dana” pada akhir bulan, sehingga disebut “Tanggal Tua”. Tidak ada salahnya bagi seorang mahasiswa untuk berinvestasi, walau dalam bentuk kecil layaknya.

Cara pengirimannya pun terbilang mudah. M-kios berjalan ini hanya perlu mencatat nomor telpon tujuannya serta berapa saldo yang diinginkan oleh si pembeli. Namun format pengiriman pun dapat berbeda-beda, tergantung dengan operatornya. Misalnya saja kartu simpati dengan kode pengirimannya SB (saldo yang di inginkan), kartu Mentari dengan kode pengiriman M (saldo yang diinginkan) dan sebagainya.

Kewirausahaan ini pun tergolong sangat mudah. Cara kerja yang diperlukan hanyalah relasi dari para pembeli. Pembeli mungkin akan menyebarkan berita bahwa kita sebagai M-kios, dan pembeli lain akan berlangganan kepada kita. Semakin banyak relasi, semakin banyak profit yang didapat. Namun profit bisa berbeda-beda dalam beberapa kondisi tertentu. Misalnya banyaknya pembelian dengan saldo terendah akan menghasilkan profit yang banyak, sedang pembelian dengan tertinggi akan menurunkan profit yang didapatkan.

Misalnya, jika pembelian sebesar Rp.5.000 (pembayaran Rp. 7.000; telah termasuk biaya adm pengiriman dan laba) sebanyak 12 transaksi lebih menguntungkan dibanding dengan pembelian Rp. 50.000 (pembayaran Rp. 52.000; telah termasuk biaya adm pengiriman dan laba). Itu termasuk kelemahan dari bisnis tersebut, belum lagi jika sedang “sepi” pelanggan yang menginginkan saldo telpon. Tapi semua usaha tersebut sangat tergantung dengan si pelakunya, berani berwirausaha atau tidaknya.

Komentar

  1. Wiihh mantapp artikel nya...
    Sungguh termotivasi..
    Kalau bisa artikel nya di update lagi mas iki... ��
    Keep going broo!!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me