Langsung ke konten utama

Mengapa Mahasiswa Wajib Magang?



Oleh Ade Pratiwi
Mahasiswi Universitas Syiah Kuala, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Jurusan Ilmu Komunikasi


Untuk mahasiswa yang kuliah di semester-semester terakhir, mungkin tidak asing lagi dengan kata magang atau bahkan sudah merasakan bagaimana itu magang. Tetapi bagi mahasiswa pertengahan yang akan memasuki dunia magang pasti bingung. Bagaimana sih magang itu? Apa saja yang dilakukan di tempat magang? Terus buat apa magang itu? Karena di Perguruan Tinggi, beberapa jurusan memiliki mata kuliah magang yang diwajibkan pada mahasiswanya jadi mau tidak mau mahasiswa tersebut harus mengambil mata kuliah magang agar bisa lulus dan menjadi sarjana.

Nah, berbicara soal magang, magang merupakan pengimplementasian teori yang didapat dari bangku perkuliahan ke dalam dunia kerja dan memberikan pengalaman tentang dunia kerja yang akan dihadapi ke depannya. Dengan tujuan sebelum terjun ke dunia kerja, mahasiswa tersebut dapat berkenalan, mengasah keahlian dan dapat merasakan persaingan dalam dunia kerja.

Mahasiswa yang sudah berada di semester akhir, akan melaksanakan magang selama sebulan penuh untuk mendapatkan ilmu, pengalaman dan relasi yang dibutuhkan dalam kesuksesan karir di kemudian hari. Begitu juga dengan saya yang sudah menginjak semester akhir, diharuskan untuk mengambil mata kuliah magang. Saya pun memutuskan pilihan magang di majalah POTRET.

Di sini, saya mengenal lebih dekat dengan majalah POTRET yang sudah terbit sejak 11 Januari 2003 itu. Majalah ini merupakan majalah perempuan yang diterbitkan secara berkala setiap bulannya dengan tagline “Media Perempuan Kritis dan Cerdas”, terletak di Pango Raya, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Para penulis yang menghiasi kolom lembaran didominasi oleh kalangan perempuan dan sudah bertahan selama 14 tahun lamanya.

Di setiap edisinya, majalah POTRET banyak mengangkat tentang perempuan yang berprestasi dan informasi seputar kesehatan, sehingga diharapkan dengan informasi tersebut dapat mempengaruhi para pembaca agar bisa menjadi orang yang berprestasi dan mengetahui akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh.

Saat ini majalah POTRET sudah terbit hingga edisi ke 80 sejak pertama kali terbit pada tanggal 11 Januari 2003. Bukan hanya majalah POTRET yang diterbitkan dengan sasaran perempuan, kini POTRET juga sudah menerbitkan majalah khusus untuk anak-anak yaitu majalah ANAK CERDAS yang memuat informasi dan gambar serta teka-teki yang pastinya disukai oleh anak-anak, kini majalah ANAK CERDAS sudah terbit hingga edisi 23.

Alasan saya mengambil magang di majalah POTRET tentunya karena saya dari jurusan ilmu komunikasi dan belajar tentang media. Jadi ingin mencari pengalaman dari bekerja di instansi yang berhubungan dengan media. Pilihan saya jatuh pada majalah POTRET. Alasannya sih simple, karena majalah POTRET terbitnya berkala, jadi tidak terlalu sibuk mencari narasumber untuk dimuat berita seperti di media lain yang terbit per harinya.

Dengan magang di maajalah POTRET saya juga ingin mengasah kemampuan menulis dengan title “majalah”. So pasti saya jadi lebih harus mengulang pelajaran cara menulis karena untuk mengedit tulisan orang lain harus bisa mengetahui kesalahan tulisan sendiri dan alasan terakhir untuk mengetahui proses pengerjaan sebuah majalah, hingga terbit ketangan pembaca.

Buat yang baru magang, pasti ada deg degannya. Begitu juga dengan saya, karena ini pertama kali, masih belum kenal dekat dengan orang yang ada di majalah POTRET. Jadi terasa kaku, tetapi saya yakin ini tidak akan bertahan lama, nanti pasti akan terasa akrab. Apalagi disini saya tidak sendirian, ada 4 teman saya dari jurusan yang sama menemani dan turut berjuang dalam menyelesaikan magang kami selama sebulan ke depannya.

Hari pertama magang sudah diberikan tugas, berasa pertama masuk kuliah sudah final. Kami disuruh untuk membuat tulisan sepanjang 700 kata tentang magang oleh bapak Tabrani Yunis selaku Pemimpin redaksi dari majalah POTRET. Hal ini terasa berat karena harus mengasah otak kembali tentang menulis, apalagi selama kuliah udah tidak pernah mencoba menulis.

Di sini majalah POTRET ini kami nantinya diajarkan untuk mengedit tulisan dari penulis yang mengirim tulisannya untuk dimuat. Yang pastinya sebelum mengedit tulisan orang lain, kami harus terlebih dahulu memperbaiki tulisan pribadi. Dengan kata lain kami harus membuka kembali pelajaran bahasa Indonesia dan mempelajari penggunaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PEUBI) yang baik dan benar.

Selain harus belajar lebih untuk memperbaiki tulisan, pada majalah POTRET kami akan belajar dan praktek tentang periklanan, layout, serta manajemen penjualan. Jadi tidak sabar untuk pengerjaan mengumpulkan tulisan, mengedit dan merapikan hingga menjadi majalah yang bisa diterbitkan dan disukai oleh pembaca.

Karena di magang, kita memang dihadapkan dengan dunia kerja, hanya sama masih ada bimbingan dan arahannya, bisa dibilang magang adalah belajar praktek untuk menghadapai dunia kerja. Jadi tidak perlu takut ataupun bimbang untuk magang, bahkan dengan kita magang jadi lebih siap untuk menghadapi persaingan di dunia kerja yang akan di hadapi nantinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me