Langsung ke konten utama

Menulis itu, Lebih Cepat Lebih Nikmat



Oleh Anita Sari
Mahasiswi Semester I Fakultas  Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN Ar-Ranniry, Darussalam, Banda Aceh
Keluarga dikatakan sebagai lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Karena sebenarnya semuanya dimulai dari sini. Peran keluarga dalam mendidik dan mengajar serta membimbing dan memotivasi untuk hidup lebih baik, sangatlah besar. Orang tua kita, bahkan abang atau kakak kita yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik, akan selalu memotivasi kita untuk selalu berkarya dan berprestasi. Dalam bidang menulis misalnya, banyak orang mengatakan menulis itu sulit. Apalagi kalau disebut dengan menulis karya ilmiah. Wow, entah apa saja ya yang terbayang.
Ini adalah tulisan pertama saya. Tulisan  yang saya tulis didasarkan atas dukungan keluarga, bahkan sahabat  yang mengenal baik saya.  Mereka mendorong dan mengajak saya untuk menulis. Seperti yang dialami banyak orang, dalam pikiran saya juga sama. Menulis? Waduh, menulis itu kan sebuah aktivitas yang sulit? Kalau nanti saya menulis, saya pun belum begitu paham dengan karya ilmiah. Jangan-jangan tulisan saya tidak ilmiah. Begitulah beberapa hal yang terpikir dan melintas dalam ingatan saya.
Ya benar, awalnya saya berpikir menulis itu sangat sulit dan membutuhkan waktu yang lama, tapi setelah saya coba ternyata apa yang saya pikirkan itu salah. Menulis itu kalau sudah kita mulai, ya mulai terasa gampang. Apalagi kalau menulis tentang sesuatu yang terkait dengan diri kita, rasanya ide dan kata-kata yang sedang kita tulis itu terus mengalir dan ketika mengalir, kadang sulit untuk kita hentikan.
Sebenarnya, aktivitas menulis itu adalah aktivitas yang sudah lama kita lakukan. Sejak kita di Sekolah Dasar ( SD), kita sudah diajarkan menulis yang kita kenal dengan istilah mengarang itu. Setelah di SD, kita juga belajar menulis di jenjang pendidikan SMP hingga SMA. Namun, karena banyak alasan, kita tidak menulis. Misalnya, tidak suka, tidak hobi, tidak bisa membuat kalimat dan lain-lain. Pokoknya, banyak sekali alasannya yang membuat kita tidak menulis. Padahal, kalau kita mau menulis, kegiatan menulis itu di samping membuat kita rajin membaca, tulisan kita juga dapat memberi wawasan luas bagi pembaca. Kita termotivasi untuk menulis, sementara mereka yang membaca juga termotivasi membaca dan menulis.
Oleh sebab itu, saya pun semakin termotivasi untuk menulis, karena dengan menulis akan bisa melahirkan karya-karya tulis yang dapat membantu saya terus mengembangkan diri lewat tulisan. Ketika saya mau menulis, maka saya harus banyak membaca. Dengan banyak membaca, saya akan banyak belajar dari orang-orang yang sudah berpengalaman dalam menulis. Ternyata, dengan menulis, saya harus membaca. Bila tidak, maka tulisan saya akan tidak sempurna. Makanya pula, sebelum tulisan ini  saya kembangkan, saya  membaca beberapa buku lain yang ditulis oleh orang yang lebih berpengalaman dalam menciptakan tulisan-tulisan yang bermotivasi. Saya ingin tahu bagaimana mereka memulai dan mencoba, sehingga menghasilkan tulisan yang hebat dan bermakna bagi orang lain. Juga menjadi pendorong bagi saya yang bisa saya tanyakan pada diri saya. Kalau mereka bisa menulis,   mengapa saya tidak? Kalau mereka bisa berkarya, mengapa pula saya tidak?
Nah, dengan tidak membuang – buang waktu  dengan percuma atau sia-sia, maka secepatnya mulailah menulis. Apalagi kita sedang memiliki waktu luang ,tidak salahnya mengisi dengan beberapa kata yang ingin kita rangkai dalam tulisan.  Jadi jangan ditunda lagi. Semakin cepat dimulai, ya semakin baik, karena proses latihan akan terus berlangsung. Cepat dimulai, maka cepat pula kita memetik hasilnya.
Banyak cara yang bisa dilakukan. Tergantung kita. Caranya cukup mudah, pikirkan tema apa yang akan  ditulis. Jika sudah menemukan inspirasi, ambil pena dan kertas lalu tuangkan buah pikiran kita itu melalui pena yang akan terus menghasilkan huruf-huruf sehingga memenuhi lembaran demi lembaran kertas. Ketika menulis, jangan melihat ke belakang. Maksudnya, jangan baca dulu, selesaikan saja terus dan setelah itu baru baca ulang. Tentu saja kita harus baca hasil tulisan kita dan memperhatikan dengan saksama kata demi kata yang kita tulis. Jika semua sudah benar, bisa langsung dikirim ke  media atau sekarang bisa di bagi lewat media sosial. Bisa juga di kirim ke majalah dan lainnya, agar tulisan kita dapat dibaca oleh banyak orang. Semakin banyak orang membaca tulisan kita, lambat laun kita juga akan dikenal banyak orang dengan karya tulisan tulisan kita. Banyak sekali manfaat kita menulis. Ayo kita mulai menulis sekarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me