Langsung ke konten utama

Sejarah Kampung yang Keramat



Oleh Nur Afiqah
Kelas VIII SMP Negeri 1 Bandar Baru, Pidie Jaya

Desaku ialah salah satu desa yang keramat, yang terdapat di Teupin Raya, Kabupaten Pidie. Alkisah ada Kepala Desa namanya “Mahmud” yang memajukan desa kami. Dia membuat rapat di jalan Batee badan. Saat itu desa kami belum ada nama, setelah dibuat dapat dan diambillah nama untuk desa kami yaitu “ Desa Balee”. Mungkin karenap banyak Balee-Balee di samping Meunasah.

Di Desa Balee ada suatu kuburan, kuburan itu punya Pocut Meugah. Cerita Pocut Meugah, dia diracuni oleh ibu tirinya dan hingga Pocut Meugah meninggal dunia. Ibu tirinya tidak membolehkan untuk menguburkannya di desa mereka. Orang desa itu pun harus membawa mayat Pocut Meugah, hingga sampai di sebuah pohon beringin yang besar. Umur pohon itu lebih kurang 500 tahun. Ya pohon itu terdapat di desa kami. Orang yang membawa mayat Pocut Meugah mengusulkan untuk menguburkannya di samping Meunasah kami. Lalu, kemudian kuburan Pocut Meugah menjadi kuburan yang keramat. Hingga kini, setiap hari Senin dan Kamis banyak orang yang datang untuk bernazar.

Ada juga pada Meunasah kami, pada tingkat paling ujung, ada harimau putih. Harimau putih itu seperti setan. Orang yang jahat bisa melihat harimau putih dan ada orang yang disobek-sobek oleh harimau tersebut. Di samping Meunasah kami, ada juga sebuah batu yang disebut “ Batee Timoh”. Dalam Bahasa Indonesia disebut batu tumbuh. Batu tersebut biasanya digunakan pada kondisi tertentu, misalnya jika ada orang yang berzina, mencuri dan lain-lainnya akan dibawa ke Batee Timoh. Jika dia memang melakukannya dia akan melekat di batu tersebut.

Juga ada tokoh pejuang desa kami bernama“ Pang Muda Lila”. Dia berjuang melawan pemberontak-pemberontak yang ada di kawasan Teupin Raya. Dia dibunuh oleh pemberontak di dalam hutan. Tokoh-tokoh yang ada di Desa Balee akan dibuat nama Jalan seperti , jalan Pang Muda Lila, jalan Tgk Suloe, Jalan Pocut Meugah, jalan Geuchik Mahmud dan Jalan lhok Pawoh.

Nah, begitulah kisah kampungku yang keramat itu. Mungkin cerita seperti ini juga pernah ada di kampong – kampong lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me