Langsung ke konten utama

Begitu Susahkah Mencari Pekerjaan di Negeri ini?


Oleh Dhea Pradiza Anzelin
Mahasiswi Perbankan Syariah, FEBI UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
Di era yang semakin canggih ini banyak orang yang berlomba-lomba  mencari pekerjaan. Semakin ramai orang yang mencari pekerjaan dan semakin tinggi persaingan yang terjadi, sehingga terasa sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan.  Apa lagi lapangan pekerjaan yang ada juga semakin sedikit, ditambah lagi rendahnya kualitas pencari kerja. Sementara perilaku pencari kerja hanya suka menanti dibukanya lowongan pekerjaan di pemerintah. Ya, salah satunya pekerjaan yang ada di dalam pemerintahan. Orang-orang berusaha dan berlomba untuk menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil). 
Baru-baru ini, begitu banyaknya orang yang berlomba-lomba untuk mengikuti tes seleksi CPNS. Peserta tes tersebut bukan saja mereka yang baru selesai kuliah, tetapi sudah bertahun-tahun menjadi tanaga honor dan tenaga kontrak. Sayangnya, di tengah sulitnya mendapat pekerjaan, system seleksi pun dirasakan sangat sulit dan membuat mereka tidak mampu lulus. Hal ini diakui oleh banyak peserta seleksi. Banyak peserta yang mengikuti seleksi tersebut mengeluh dikarenakan susahnya soal-soal yang diberikan, salah satunya pada soal TKP ( tes karakteristik pribadi ).  Kepala biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengaku bahwa memang banyak  peserta yang tidak lulus akibat tes kepribadian. Rata-rata peserta yang lolos di instansinya pun hanya 9 persen, meski ada instasi seperti  kementrian social yang jumlah kelulusannya mencapai 14 persen. Laju kelulusan yang sekarang banyak ditentukan oleh TKP, ujarnya. (m.liputan6.com) 
Tidak hanya itu, passing gradeyang ditentukanpun sangatlah tinggi, sehingga banyaknya orang yang mengikuti tes seleksi CPNS tersebut mengeluh. Apakah begitu susahnya untuk mencari pekerjaan di negeri ini?
Kelihatannya memang susah, karena apa yang sedang terjadi, para peserta seleksi tidak dipersiapkan untuk membuka lapangan kerja sendiri, tetapi sebagai pencari kerja. Penulis teringat dengan ulasan dosen Kewirausahaan di kampus yang sering mengulas soal ini. Penulis sebagai mahasiswi di fakultas ekonomi dan bisnis islam ( FEBI) di jurusan perbankan syariah, pada kesempatan pembelajaran mengenai entrepreneurship, sang dosen Tabrani Yunis membahas mengenai seleksi CPNS tersebut. Begitu susahnya untuk bisa lolos CPNS tersebut. Tapi ungkapnya siapakah yang harus disalahkan atas ini semua, pemerintahkah? Soal yang susahkah? Atau hal lainnya? Ujarnya.
” sebenranya apabila tes CPNS tersebut diberlakukan soal-soal yang mudah ,sehingga orang-orang dapat menjawab dengan mudah dan diterima menjadi pekerja di salah satu instasi pemerintahan, bukankah itu hal yang tidak wajar? Pemerintah menerapkan soal-soal yang rumit dan passing gradeyang tinggi untuk memilih calon-calon yang berintelektual tinggi, agar suatu instansi pemerintahan tersebut dikelola dengan baik oleh orang-orang yang tepat. Seperti itukah seharusnya bukan?” kata Tabrani Yunis 
Bukankah semakin berkembangnya zaman, pengetahuan juga semakin bertambah dan berkembang? Orang-orang bisa belajar tidak hanya melalui buku saja, bahkan sekarang orang-orang bisa belajar melalui internet yang menggunakan media smartphone dan sebagainya. Bahkan orang-orang dapat mengakses berbagai segala hal yang ada melalui smartphonenya baik dimana saja dan kapan saja tanpa adanya kesulitan dalam belajar dan mendapatkan informasi. Tetapi apa yang terjadi dengan orang-orang yang berada di zaman sekarang? Sudah mudahnya media pembelajaran dalam mengakses berbagai hal, semakin malas pula orang untuk belajar. Smartphone yang digunakan banyak untuk membuka medsos, bermain game dan hal-hal lainnya yang tidak berdampak baik bagi dirinya. Bukankah begitu? 
Semakin canggih perkembangan zaman membuat orang-orang semakin malas untuk membaca. Kalau sudah begini siapakah yang patut di salahkan? Seharusnya media yang semakin canggih dan perkembangan zaman yang semakin modern, dapat membuat orang-orang menggunakan alat-alat canggih. Misalnya seperti smartphone untuk hal-hal yang berguna, yang mendatangkan keuntungan dan sebagainya.
Namun apabila ada orang yang sudah bersungguh-sungguh dalam belajar dan sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti tes seleksi CPNS tersebut, tetapi tidak berhasil pula, apakah masih mau menunggu lagi untuk mendapatkan pekerjaan? Seharusnya dengan berkembangnya zaman semakin modern, orang-orang haruslah semakin kreatif dan pintar dalam menjalani hidupnya. Bukankah bekerja itu untuk mendapatkan uang? Mendapatkan uang tidak hanya bekerja menjadi CPNS bukan?
Mengapa tidak memulai dari berwirausaha? Salah satu solusi untuk mendapatkan uang tidak hanya bekerja di instansi pemerintahan saja melainkan berwirausaha adalah salah satu solusinya. Dimana orang-orang dapat mengembangkan ide-idenya untuk membuka suatu usaha agar hidupnya tidak menganggur. Membuka usaha yang cocok di zaman yang sudah super canggih ini yang sesuai dengan perkembangan zaman mengikuti trend masa kini dan memanfaatkan peluang yang ada. 
Walau, berwirausaha bukanlah suatu hal yang mudah bagi para pemula. Pastinya para pemula pelaku bisnis sangat ragu membuka usaha. Apalagi kalau sudah membahas mengenai pembiayaan usaha, berapa modal yang harus dikeluarkan, bagaimana cara mendapatkan modal tersebut. Pelaku bisnis pemula takut-takut untuk membuka usahanya, apalagi mereka belum memiliki pengalaman yang cukup untuk memulainya. Mereka takut bahwa bisnis yang akan mereka jalankan akan rugi nantinya, tetapi apa salahnya jika mereka mencoba? Kalau tidak mencoba tidak akan tahu bukan bagaimana hasilnya.
Mulainya menjadi wirausahawan dengan memilih dan membuka suatu usaha yang diminati banyak kalangan di era sekarang ini. Memilih usaha yang berkepanjangan tidak musiman agar usaha tersebut dapat berjalan sampai kemudian hari. Jika pemula bisnis masih takut-takut untuk menjalankan usahanya, sebaiknya menjalankan usaha yang kecil-kecilan terlebih dahulu sebagai pemula. Lalu, apabila usaha tersebut dapat berkembang pesat, maka kembangkanlah usaha tersebut menjadi lebih besar lagi. Kita tidak akan pernah tahu hasilnya apabila kita tidak mencobanya terlebih dahulu
Dengan banyaknya orang yang berwirausaha, bukankah itu salah satu yang mengurangi pengangguran yang ada di dalam negeri ini? Tentu saja ya. Itu merupakan salah satu untuk mengurangi pengangguran yang ada di negeri ini. Dengan kita membuka usaha, pasti kita akan membutuhkan orang lain yang bisa bekerja sama atau bekerja di dalam usaha kita. Dengan begitu, banyak orang yang pengangguran akan mendapatkan pekerjaan. Begitulah pentingnya berwirausaha pada zaman sekarang ini. Jangan menunda-nunda sesuatu hal apabila kita mampu menjalankannya, mampu membuka usaha tersebut, berkeinginan yang kuat untuk bisa membuka usaha agar mendapatkan pundi-pundi keuangan. Jadi, segeralah berwirausaha, karena berwirausaha merupakan salah satu solusi di era yang semakin canggih ini. Ingat. Begitu sulitnya untuk mendapatkan pekerjaan. Jangan pernah takut untuk gagal sebelum mencoba!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me