Langsung ke konten utama

BERWIRAUSAHA MASIH DIPANDANG SEBELAH MATA?



Oleh Afifah Amini
Mahasiswi Perbankan Syariah, FEBI UIN Ar-Araniry, Darussalam, Banda Aceh
Di era globalisasi yang semakin canggih ini, Bagi sebagian orang masih menganggap menjadi seorang wirausaha sebagai pekerjaan yang rendah. Anggapan ini dikarenakan banyaknya orang yang menyukai pekerjaan tetap, seperti PNS yang memakai seragam, sudah tahu terima bersih saja perbulan saja gajinya.  Mereka beranggapan bahwa berwirausaha itu tidak punya masa depan. Demikian juga kebanyakan orang zaman sekarang kurang memahami kuntungan dari berwirausaha. Sehingga, ketika diajak untuk berwirausaha, banyak yang enggan dan malas melakukannya. 
Yang  banyak dipandang hanyalah orang-orang yang berdasi, memakai pakaian rapi , berpenampilan bagus dan bersepatu mengkilap, padahal menjadi wirausaha juga bisa berdasi, berpakaian rapi serta memakai sepatu yang lebih hebat dari seorang pejabat. Berwirausah juga membawa kesenangan dan menyenangkan serta dapat menghasilkan banyak keuntungan. 
Ketika kita berwirausaha kita bisa bebas dari berbagai tekanan. Sebab bila kita menjadi pegawai seperti PNS, banyak tekanan yang didapat dari dari berbagai pihak, apalagi dari pihak atasan. Tidak salah apa kata Bob Sadino, “Bangun pagi, mandi, pamit kerja, pakai seragam, kaki dibungkus sepatu, berangkat pagi pulang sore, bayarannya tidak seberapa, kerja apa dikerjai?” Dari kata-kata Bob Sudino saja kita bisa menilai bagaimana mirisnya menjadi pegawai. Memang gajinya tetap, tetapi terikat dengan orang lain. Kita tidak bisa melakukan apa yang diinginkan, karena bergantung dengan orang lain. 
Presiden Direktur Metland Nadya Widya mengatakan “ kurangnya para profesional bisnis di Indonesia saat ini, karena banyak orang lebih memilih menjadi birokrat alias (PNS).  Hati-hatilah. MEA berlaku, posisi strategis di organisasi di bidang profesional bisa diisi oleh orang asing. Para profesional asing jumlahnya sangat banyak, sementara Indonesia, para profesionalnya masih sangat sedikit. 
Menjadi enterpreneur sukses itu memang tidak gampang dan banyak sekali tantangannya. Namun tidak ada salahnya bukan untuk mencoba menjadi seorang wirausaha. Jangan salah. Jadi seorang wirausaha pendapatannya bisa 2 kali lipat  dari pada cuma menjadi seorang pegawai. Malah menjadi seorang pengusaha akan mendapatkan kesenangan tersendiri juga. Untuk itu menjadi seorang wirausaha bisa dimulai sejak dini. Buat anak kuliah yang ingin uang jajan lebih, bisa shopping apa yang ingin atau dimau, tapi memang bisa harap uang jajan dari orang tua saja? Jawabannya sudah pasti tidak, karena uang jajan dari orang tua saja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup di rantau saja, tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan yang kita inginkan. Katakanlah,  kalau jadi anak orang kaya bisa minta uang terus. Bila tidak?  Ya begitulah kan cuma menghayal saja.  Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah menjadi seseorang wirausaha, kenapa? Ya karena itulah usaha yang menguntungkan. Dari pada di tempat orang, tetapi upahnya tidak seberapa. Maka, jangan ragu. kalau keinginan kuat pasti ada jalan, usaha tidak akan menghianati hasil. Kapan lagi kalau tidak sewaktu masih muda ini? Hitung-hitung uang jajan bertambah, apa yang inginkan bisa dibeli? Semuanya belum terlambat, saat masih menjadi mahasiswa inilah masanya.
 Di masa menjadi mahasiswa ini kita bisa berlatih mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Kalaupun takut atau tidak punya modal, itu semua bisa diatasi. Asalkan ada niat, semuanya bisa diusahakan. Jika kita menginginkan kesuksesan. Kalau kata pepatah, berakit rakit ke hulu,  berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang di kemudian. Agar kita tidak cepat gagal, untuk itu kita harus menyusun rencana ( planning ) nya dahulu. Menyusun perencanaan usaha yang akan dibuat, lalu susunan anggarannya berapa yang akan disiapkan.  
Untuk usaha kecil memang hanya membutuhkan sedikit modal, tapi jika usaha yang diinginkan agak besar, maka modalnya juga besar. Pertama akan kita pikirkan yaitu apa-apa saja produk yang akan dipasarkan, menghitung berapa modalnya dari produk tersebut dan mencari relasi yang terpercaya untuk memasarkan produk.  Pastinya cara yang tepat, juga dapat dipasarkan lewat instagram, WA dan facebook. Selain lebih mudah dan praktis, memasarkan barang di dunia maya, akan banyak dilihat oleh warga net. Selain itu  juga dapat dipasarkan lewat teman-teman terdekat dulu, agar ada pendapat dan komentar dan saran tentang bagaimana produk kita. Untuk itu, pilihlah usaha yang berjangka waktu lama, alias tidak usaha yang musiman.Setelah produk itu sudah sesuai dengan selera dan keinginan konsumen, barulah bisa dipasarkan secara luas. 

Nah beberapa tips ini bisa dicoba. Khususnya buat calon entrpreneur yang mau mencoba berbisnis. Kitabisa coba tips tersebut. Jangan lupa usaha juga disertai dengan doa. Selamat menjadi enterpreneur dan semoga sukses.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me