Langsung ke konten utama

Bersyukur Itu Lebih Baik


Oleh Alfia Rahmah
Pelajar kelas VII- 2 SMP Negeri 2 Unggul, Masjid Raya, Aceh Besar

Pagi hari aku terbangun dan ingin segera berangkat ke sekolah. Namun, aku belum sarapan pagi. Aku bisa akan lapar selama di sekolah nanti. Aku pun memanggil Mama dan bertanya;

Ma, Mana sarapannya Ma? Sebentar sayang, Mama sedang memasaknya, jawab Mama. Tidak berapa lama, Mama pun keluar dari dapur dengan membawa sebuah piring yang berisi telur dadar.

Mama, aku tidak mau makan ini terus.
Tapi Elina, kamu harus bersyukur. Mama, masih sanggup menyediakan dan membuat ini.
Ya, aku mau kita punya pembantu Ma, kataku.
Baiklah, jawab Mama dengan datar.

Akupun menikmati sarapan yang sudah disediakan Mama, lalu usai makan aku berangkat ke sekolah dengan diantar Mama. Aku menghabiskan waktu di sekolah hingga jam terakhir berakhir yang ditandai dengan bunyi bel pulang.

Ternyata Mama memebuhi keinginanku agar ada pembantu di rumah. Mama, menemukan seorang perempuan, yang kemudian kami panggil dengan sebutan Mbok.

Keesokan harinya, ketika aku masih tertidur, aku mendengar suara panggilan. Ternyata pembantu di rumahku yang memanggilku. “ Nona, ayo bangun. Ini mbok sudah siapkan sup buat mu”
Wah, sup? Terima kasih mbok

Tanpa terasa, waktu berlalu begitu cepat. Kini sudah seminggu pembantu di rumahku menyediakan sup. Ya, setiap pagi ia menyuguhkan sup. Tapi aku sudah mulai bosan. Aku melihat Mbok meletakan sup di meja makan. Aku mulai merasa marah. Aku pun memanggil Mama.

“ Ma, aku bisa makan sup selalu. Mengapa sup terus yang dimasak?”
Tapi, katamu, kamu suka punya pembantu. Sela Mama.
Ya, tapi masanya jangan itu saja terus. Aku mau hari ini masak sup, tapi di hari lain masak yang lain lagi.
Mama, kembali mengigatkan agar aku bersyukur. Ya, Elina, kamu harus bersyukur.
Aku, merasa kesal dan berangkat ke sekolah sendiri dengan menumpang angkot. Aku pun sampai di sekolah. Namun tidak berapa lama, aku merasa pusing dan pingsan. Tanpa kusadari, aku sudah digotong ke ruang UKS.

Aku siuman. Aku melihat ada seorang anak lagi yang pingsan, dengan pakaian yang sudah lusuh. Rupanya, ia Sifa.
Aku bertanya pada Sifa, “mengapa kamu pingsan?” Sifa pun menjawab, ia tidak sarapan pagi. Lho, mengapa tidak sarapan? Tanyaku. 
Sifa menjawab, “ Aku tidak sarapan pagi, karena kami tidak punya uang untuk membeli beras untuk dimasak. Aku tidak punya uang untuk membeli sarapan”.

Seperti kebiasaanku, aku suka marah. Lalu aku bertanya Sifa, mengapa ia tidak marah karena tidak diberikan sarapan? Sifa dengan tenang kenjawab “ Aku sadar, keluargaku tidak punya uang . Keluargaku adalah keluarga kurag mampu. Aku bisa bersekolah saja sudah syukur.

Mendengar jawaban Sifa, aku teringat dengan sikapku terhadap Mama. Apalagi, pagi ini aku sempat pingsan dan aku diantar pulang oleh seorang guru. Maka, sesampai di rumah, aku menyesali atas sikapku dan aku menangis, memeluk Mama. Aku mohon maaf kepada Mama “ Maafkan aku Mama. Aku tidak pernah bersyukur. Aku suka marah dan memaksa  Mama memenuhi keinginanku.
Ya sayang, Mama maafkan. Ingatlah Nak, bersyukur itu lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me