Langsung ke konten utama

Tulisanku Yang Membumbung



Oleh Cut Putri Sakinah
Kelas XI IPA A SMA Negeri 1 Bireun, Aceh

Kisah ini berawal sejak aku berumur 14 tahun. Lebih tepatnya ketika aku masih menduduki bangku kelas 3 SMP. Saat itu, aku sudah suka menulis, namun yang aku tulis hanyalah menulis quote- quote lebay yang aku publikasikan di facebook yang hanya bermodalkan android biasa dan sedikit quota internet.

Dulu, ketika melihat banyak sahabat yang gemar menulis kata-kata puitis, membuat diriku tertantang untuk bisa menulis. Aku menantang diriku sendiri sembari berkata dalam hati, “ Sakinah harus bisa! You can do it.

Aku mewujudkan tekad itu dengan terus menekuni postingan sejumlah quote. Ternyata, quote-quote yang aku tulis banyak mendapat respon dalam bentuk kritik. Sebagaina besar mengatakan “ alay ih”. Followers sedikit pula lagi. Seperti biasa, layaknya orang baru dengan semangat yang masih kadang goyah, kritikan-kritikan itu sempat membuat semangatku turun. Aku merasa kata itu tidak memiliki kemampuan apa-apa. Ada pula niat jahat yang timbul ketika mereka kian menjadi-jadi, aku ingin berhenti menulis dan melupakan menulis.

Namun, takdir Allah berkata lain. Banyak pula sahabat yang mengatakan “ setiap orang pasti memiliki kemampuan masa depan”. Ya, para sahabatku tersebut menantangku untuk tetap menulis di sebuah platform menulis “ Wattpad”. Tantangan itu sangat mengusik keingananku, akhirnya aku menulis sebuah novel.  Novel itu aku berikan judul “ Aliana’s Stories”. Sebuah novel dengan genre Comedy. Wow, luar biasa. Aku mendapat 20 pembaca, walau tanpa vote dan komentar. Sayangnya, cerita itu tidak menemukan titik ending-nya. Gilanya aku, tulisan itu kugantung, menghapus dan menggantinya dengan kisah  baru lagi.

Aku memulai menulis tulisan keduaku, sebuah cerpen yang berjudul “ Ayah Senyum Terakhir” Kisah ini hanya bercerita tentang seorang ayah yang tangguh, dengan gadis kecilnya. Lagi-lagi akau seperti mendapatkan kebahagiaan. Ya kebahagiaan baru. Kali ini aku mendapat atau memiliki pembaca yang banyak, vote dan orang-orang yang menambahkan tulisanku ke reading listmereka. Kebahagiaan ini semakin membakar semangat menulisku. Aku menulis tulisan ke tigaku.

Namun, tulisan ketigaku hanyalah kumpulan quote singkat. Tulisan yang juga membahagiakanku, karena aku semakin bersemangat melahirkan karya, walau mungkin masih pada level pemula. Semua ini membawa terus menikmati aktivitas menulis yang melahirkan pula tulisanku yang ke empat. Tulisanku yang ke empat adalah sebuah novel bergenre fantasi yang ternyata pula tidak pernah selesai dengan judul “Dande usons” yang mendapatkan 2000 lebih pembaca dalam jangka waktu lebih kurang 8 bulan, serta vote yang banyak. Di sinilah aku mulai mendapat pembaca setia. Aku berniat untuk terus menulis dan menjadi penulis yang sejati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me