Langsung ke konten utama

Rasa



Oleh : Fara Fajrina
Mahasiswa  Jurusan Tata Busana, FKIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Ternyata kata kata “semua akan baik-baik saja”itu cukup menyakitkan.
Kala kau pergi kau menyuruhku untuk berbahagia, kau katakan semua akan baik-baik saja 
Kau suruh aku percaya tanpa mau tau apa yang kurasa.
Aku sangat membenci segala ucapanmu saat itu, bagaimana cara aku bahagia sedangkan bahagiaku adalah saat-saat denganmu.
Tetesan air mataku berjatuhan, namun aku berusaha menyembunyikannya dengan kedua tanganku, hingga air hujan ikut mengiringi saat itu, seolah langit paham akan gundah gulana serta gemuruh yang beradu gelut dalam relungku.
Aku masih berdiri disini dengan harapan kau akan kembali, lalu kuhitung kenangan demi kenangan yang telah kita lalui.
Satu,,,,
Dua,,,,
Tiga,,,
Kau tak kunjung datang,namun aku tetap berdiri berpangku waktu yang inginku hentikan atau sebatas mengajaknya untuk sama sama menantimu, namun dia tetap saja berjalan sahut -sahutan hingga meninggalkanku jauh di belakang, dia tak mau mendengarku dan ikut meratap kepergianmu.
Bisa tolong kau jelaskan padaku apa itu cinta?
Apa itu perpisahan?
Mengapa semuanya menyakitiku?
Jangan pernah kau tanya rindu kepadaku. Tentu saja aku punya itu, walaupun ia telah diam membisu dan jauh di sudut bayang.
Ya kau benar, aku memang sering berusaha membunuh, lalu menguburnya dalam dalam, karena rasa rindu itu hanya menyiksa dan selalu berusaha meruntuhkan pertahananku.
Setiap saat aku berusaha melawan rasaku, kau tahu mengapa?
Biar aku bantu berikanmu jawaban mengapa rasa itu tak kubiarkan, karena ia mengubah setiap detikku kian memekik. Ia juga membuat penuh seluruh riuh hingga sesak kian menyesak dan kusutpun lebih tajam dari tusuk.
Dan ketahuilah untuk melakukan hal itu aku membutuhkan keberanian yang tak sedikit, mungkin seperti harus tega menyakiti diri sendiri atau sebatas tertawa seolah semua benar adanya baik baik saja seperti pesan terakhirmu.
Benar rasaku memang tlah tak bertuan di sini, aku merindukanmu hingga senjaku selalu sendu dan pagiku seolah kelabu. Sedangkan disana kau bercanda ria dan berbagi cerita dengannya yang kau pilih untuk menggantikan posisiku mendampingimu.
Dan pada akhirnya aku harus mengaku kalah, mungkin tuhan memang lebih memilihnya daripada memilihku untuk berada disisimu. Mungkin dia lebih mampu berbesar hati ketika kau berkelana ke beberapa hati,mungkin dia mampu mengubah alur mainmu hingga kau lebih baik bersamanya.
Namun kau pernah singgah dan tinggal di hatiku,kala itu aku menyebutnya cinta.
Andai aku tahu dalam persinggahanmu, kau memahat luka. Sungguh aku takkan mengizinkanmu untuk singgah, walau hanya sedetik di sana. Tahukah kau kini di hatiku seolah telah ada lubang yang kau ciptakan sebelum kau pergi? Tapi tenanglah, aku tidak akan memintamu untuk mengobati rasaku. Kau teruskan saja bahagiamu itu, aku sadar bahwa rasaku adalah tanggung jawabku. Semoga waktu yang tak pernah mau berhenti itu segera menghempas dan membuangmu dari fikirku. Masamu kini telah usai hingga mereka menyebut kisah kita hanya masalalu.
Aku kembali menanti fajar untuk menemukan hati lain yang bisa memberiku penawar dari luka yang kau beri, lalu mengganti senduku dengan senja indah yang merah merekah. Kuharap ia mampu menyusun kembali kerangka rasa yang kau patahkan sepatah patahnya. Tenanglah sayang, kau bisa teruskan bahagiamu. Aku takkan mengusik itu, sudah kukatakan bukan rasaku adalah tanggung jawabku.
Seluruh rindu yang dulu terpupuk itu telah kukubur dalam dalam dan biarkan aku berandai bahwa kelak akan datang, hari dimana ia akan mengirim penggantimu dan akupun tiba di titik melihatmu menjadi biasa saja.
Dan ketika saat itu tiba akan kujemput kembali setiap rasaku lalu kuserahkan padanya..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me