POTRET Gallery

Ruang Kosong

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Oleh : Rosi Yuliana
Alumnus Teknik Elektronika FMIPA Unsyiah
Staff DPMP2TSP Kab. Aceh Jaya

Cinta adalah perhatian, kasih sayang, kedamaian, emosianal dan juga perasaan. Ini semua bisa terjadi kepada siapa pun, baik di kalangan muda bahkan tua sekalipun, namun untuk menimbukalkan rasa cinta itu sendiri mungkin sedikit membutuhkan perjuangan bagi pejuang cinta. Ada yang berhasil dalam cinta dan bahkan ada pula yang sering merasa kecewa karenanya.
Menurut Pakar Tafsir Al-Quran, Prof. AG. H. Muhammad Quraish Shihab, M.A. Mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII. Beliau mengatakan “Cinta adalah kecenderungan hati manusia kepada sesuatu karena adanya kenikmatan atau manfaat yang bisa diperoleh dari yang dicintai dan oleh karena itu jangan pernah memaksakan siapa yang anda cintai untuk menjadi seperti anda, karena kalau menjadikannya seperti anda dialognya tidak terjadi.” Begitu ucapan dari penulis buku Tafsir Al-Misbah ini.
Berbicara tentang perasaan, tentunya banyak sekali sebab akibat kenapa terjadinya seseorang harus berurusan dengan bawa  perasaan atau istilah bahasa yang saat ini sedang ngetrend di kalangan banyak orang adalah BAPER. Salah satunya adalah bawa perasaan tentang cinta. Ini mungkin sudah bukan hal yang tabu lagi di khalayak ramai. Mungkin dari segi kata, cinta itu indah dan damai, apakah benar? Tentu saja cinta itu indah, namun ia sangat sulit. Tidak banyak orang yang bisa merasakan perasaan cinta dengan baik dan sempurna, bahkan ada di dalamnya yang tersiksa karena perasaan yang luar biasa itu. Bermula datangnya perasaan ini pun tentu banyak sekali dari berbagai penjuru arah. Salah satunya adalah pemberian peluang dan harapan. 
Begitu kita mengetahui adanya harapan dan peluang cinta yang diberikan oleh seseorang, di sinilah mulai timbulnya sebuah perasaan bagi lawannya. Tetapi bagaimana jika perasaan yang timbul tidak berbalaskan dengan harapan dan peluang yang diberikan? Seperti istilah kata yang sering kita dengar sekarang adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tentunya sakit bukan? Sakit sekali, bahkan seseorang bisa menderita dalam jangka waktu yang sangat berkepanjangan.
Jika kita mencintai orang yang tidak mencintai kita, maka  perhatian yang kita dapatkan tentunya sangat kurang, karena cinta itu ibaratkan satu ruangan bagi dua jiwa. Apabila orang yang kita cintai tidak mencintai kita, maka dia berada di luar ruangan dan segala aktivitas yang ia lakukan merupakan di luar kendali kita.  Begitu pula dengan kita, sehingga kepentingan kita bukanlah suatu kepentingan bagi dia, dan urusan dia di luar kehidupan kita, itu merupakan frustasi yang berat.
Di sini bagi kita yang sedang mengalami hal semacam ini, pasti merasakan kesedihan dan kekecewaan yang sangat luar biasa, menunggu sesuatu yang sangat untuk diharapkan yang bahkan dia sendiri tidak akan mengetahuinya. Untuk suatu yang kosong ini tentunya membuat hari-hari kita sangat berat, sehingga sering sekali kita merasakan bad moodyang dapat memperlambat jalannya aktifitas sehari-hari.
Maka dari itu, ada dua hal yang harus kita lakukan yaitu, buat dia mengerti dan mengetahui bahwa kita mencintainya. Nah tentunya hal yang satu ini sangat berat untuk dilakukan, terutama bagi perempuan, karena pada umumnya perempuan ini mempunyai sifat pemalu yang sangat luar biasa, sehingga tidak percaya diri. Apalagi dalam hal untuk mengutarakan perasaan, mungkin ini adalah hal yang sangat berat dan tentunya membuat perempuan itu tersiksa dengan perasaan yang dipendam kepada lawan jenisnya. Caranya bagaimana? Lakukan sesuatu hal yang positif, sehingga dia melihat sebuah keuntungan untuk mencintai kita. ingat..! Hal yang berbau positif saja, bukan dengan memposting kata-kata mutiara atau memposting foto  sebanyak-banyaknya di media social. Tentu saja jika dia tidak mencintai, lama kelamaan foto itu akan mempersemak story medsos orang tersebut. Bahkan orang bisa menilai kita ini adalah orang yang suka tebar pesona.
Untuk yang kedua ini adalah Berhenti Berharap, bangkit dan berdirilah, lihatah ke luar. Doakan yang terbaik baginya dan tentunya bagi diri kita. Ucapkanlah di dalam hati “aku berharap kepada sang pemilik hati dan bukan bagi yang dititipkan hati.” Ingat saja bahwa kita sudah mengupayakan yang terbaik dan jika dia tidak mengerti itu adalah kerugian dia bukan kerugian kita. Karena jika seandainya dia mengetahui seberapa besar keinginan kita untuk memilikinya dan hidup bahagia bersama kita, maka dia tidak akan menyepelekan kita. 
KemudianMove Ondan berhentilah untuk suatu yang ia tidak tahu. Temukan hal yang baru, baik teman, kegemaran yang bisa membuat kita lupa dari suatu hal yang kosong itu.  Tentunya bukalah lembaran baru.  Kaena keindahan dalam hidup ini adalah mencintai orang yang sekaligus mencintai kita.
 Bagi yang sudah mencoba untuk memperjuangkan seseorang dan  gagal akan hal itu, maka satu hal yang harus diketahui, jika hari ini kita sadar siapa dia, besok, tahun depan, sepuluh tahun lagi dia tetap akan menjadi orang yang sama yang tak akan pernah memperdulikan kita. Pergilah sesuai dengan yang kita ketahui. 

Click to comment