POTRET Gallery

Stop Bully Sekarang

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Oleh Humaira
Siswa SMA S Sukma Bangsa Pidie, Aceh

Bullying atau biasa disebut perundungan menurut KBBI merupakan proses, cara, atau perbuatan merundung. Perbuatan merundung adalah tindakan menggunakan kekuatan atau kekuasaan untuk mengintimidasi, menghina, melecehkan, dan merendahkan orang lain baik itu secara verbal maupun fisik. Di indonesia sendiri kasus bully sangat banyak terjadi dengan rentang usia SD sampai dengan SMA. Bahkan beberapa tahun belakangan terjadi bullying yang dilakukan para senior terhadap junior mereka di sekolah. Hal ini sangat disayangkan lantaran, sekolah yang dasarnya tempat untuk menimba ilmu malah disalahgunakan menjadi sarang pembullyan.
Bullying mudah terjadi karena karena korban sering menutup mulut dan tak mau didiskusikan secara terbuka entah itu karena malu ataupun tidak mau memperpanjang masalah. Akibatnya masalah ini tidak diketahui dan cenderung tidak dianggap serius oleh masyarakat umum. Padahal tindakan bullying ini dapat memberikan luka psikologis dan traumayang amat dalam pada korban hingga bisa berujung pada kematian.
Bullying sendiri terbagi menjadi 4, pertama bullyingfisik, yaitu dengan melakukan pemukulan, penendangan, atau hal-hal lain yang menggunakan kontak fisik dengan korban. Kedua, bullying verbaldengan menghina ataupun menjelekkan seseorang menggunakan perkataan yang melecehkan dengan tujuan merendahkan harga diri. Ketiga, bullying psikologis dan sosial seperti menjauhkan korban dari kelompak sosialnya, menyebarkan rumor yang buruk tentang korban, dan mengucilkan korban. Keempat, cyber bullyingatau bullying yang menggunakan dunia maya. Bullying inilah yang sering dilakukan anak zaman sekarang. Pada umumnya, mereka yang terlibat adalah orang-orang yang ingin menunjukkan eksistensinya dengan menjudgemenghina, bahkan mencaci maki orang lain menggunakan akun-akun palsu. Dan lucunya, mereka hanya berani berkomentar jahat di dunia maya tanpa berani menunjukkan identitas asli mereka. Mereka tidak tahu bahwa sekarang pelaku cyber bullyingdapat dilacak sekalipun mereka memakai akun palsu.
Hal apa yang harus dilakukan jika menemukanpelaku dan korban bullying?
Hal pertama yang bisa kita lakukan terhadap korban bullying adalah dengan mengajak mereka berdiskusi untuk menghadirkan rasa nyaman pada korban. Tapi ada satu hal yang harus diingat adalah jangan pernah memaksa mereka untuk bercerita, biarkan mereka sendiri yang memulai. Hadirkan rasa bahwa kita akan selalu ada untuk dia berkeluh kesah dan bercerita. Tahan diri agar jangan terlalu banyak bertanya atau memberikan respon-respon yang ekstrim atau berlebihan. Karena ditakutkan korban akan berhenti bercerita dikarenakan takut dan trauma akan kejadian pembullyan tersebut. Sedangkan untuk pelaku bullyingjangan salahkanmereka secara langsung, tapi berikanlah edukasi tentang bullying agar dia tahu akan dampak yang besar dibalik tindakan bullying yang dia lakukan dan tanyakan padanya bagaimana jika dia berada diposisi itu, karena ada sebagiandari pelaku yang masa lalunya merupakan korban bullying. Pelaku membawa trauma tersebut dan berubah menjadi lebih dari sebelumnya. Hal ini adalah salah satu cara dia untuk mempertahankan dan melindungi dirinya dari trauma masa lalu. Ada satu orang lagi yang perlu diedukasi dalam pembullyan ini yaitu saksi. Cobalah untuk menghadirkan rasa empati dan simpatinya terhadap orang lain yang mengalami kesulitan. Ditakutkan, saksi ini akan menganggap tindakan pembullyan ini adalah hal yang biasa sehingga dia juga ikut-ikutan dalam aksi bully tersebut.

Mengapa saksi lebih bersalah daripada pelaku?
Jika kita melihat dari sudut pandang kejahatan maka kita akan berpikir bahwa pelaku bullying lah yang paling berpengaruh, karena dia yang telah memberikan luka psikologis dan trauma amat dalam pada korban. Akan tetapi, ada tersangka yang lebih bersalah dan berpengaruh dalam bullying, yaitu saksi mata. Mengapa demikian? Karena para saksi mata hanya diam saja tanpa melakukan apa-apa dan menutup mulut dalam kejahatan yang dilakukan pelaku bullying. Padahal jelas-jelas kejadian tersebut terjadi didepan mata mereka. Tidak ada inisiatif untuk melaporkan kejadian perundungan tersebut ke guru maupun pihak kepolisian.Sehingga tindakan bullying itu terus terjadi berulang kali tanpa ada penyelesaian. Bahkan, mereka malah masuk kedalam kelompok pembully tersebut dengan tujuan untuk menglindungi diri sendiri dari pembullyan. 
Dengan demikian, edukasi tentang pembullyan sangat penting untuk dilakukan oleh orang tua dan guru. Karena hal-hal negatif yang dilakukan orang dewasa sangat mudah ditiru daripada hal positif yang sering dilakukan. Sehingga dalam kasus perundungan ini harus melibatkan banyak pihak, baik itu pihak sekolah maupun pihak keluarga agar tindakan pembullyan ini tidak terjadi secara berulang. Sekolah dapat memberikan sanksi-sanksi terhadap pelaku bully agar menjadi pelajaran dan contoh kepada anak yang lain bahwa tindakan bully itu hanya merugikan diri sendiri dan pihak lain.

Click to comment