POTRET Gallery

Depresi Pada Remaja, Kenali Ciri-Cirinya!

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Oleh Khairisma Khairunnisa
Siswa SMA S Sukma Bangsa, Pidie, Aceh

Sehat, sering kali dianggap apabila fisik seseorang dalam kondisi baik saja. Padahal sehat mental dan jiwa juga termasuk dalam kesehatan. Sayangnya kesehatan mental masih dianggap  tabu, sehingga cenderung disepelekan oleh masyarakat. Menurut sebuah study yang dilakukan oleh Pew Research  Center terhadap remaja  di Amerika Serikat mengungkapkan,  depresi menjadi masalah terbesar tentang kesehatan mental remaja di sana.
Depresi merupakan gangguan pada kondisi mental dan suasana hati yang ditandai kurangnya  rasa bahagia pada si penderita. Depresi umumnya terjadi pada orang dewasa, namun, tidak menutup kemungkinan remaja juga bisa mengalami depresi. Apa itu depresi?
"depresi adalah kemuraman hati (kepedihan, kesenduan, keburaman perasaan) yang patologis sifatnya. Biasanya timbul oleh; rasa inferior, sakit hati yang dalam, penyalahan diri sendiri dan trauma psikis".(Kartono,2002 ).
Saat ini di Indonesia, masalah  depresi pada remaja merupakan salah satu penyakit mental  yang paling banyak dialami. Menurut  riset Kesehatan Dasar 2013 menyebutkan , 140 dari 1000 remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, terutama depresi.
Penyebab Depresi Pada Remaja
Semakin meluasnya teknologi, semakin luas juga pandangan remaja terhadap dunia. Remaja sekarang cenderung ingin tampil menarik di hadapan media social, sehingga cenderung memikirkan hal-hal yang membuat mereka mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, remaja jaman sekarang lebih rentan terkena depresi. Selain itu, masalah sosial juga menjadi penyebab remaja terkena depresi mulai dari keluarga, pertemanan hingga percintaan.
Beberapa penyebab remaja mudah terkena depresi adalah sebagai berikut, Pertama kurangnya kasih sayang orang tua. Orang tua cenderung lebih mementingkan pekerjaannya, sehingga tidak adanya waktu untuk si anak menceritakan tentang masalah yang terjadi. Kedua,Trauma masa lalu. Trauma masa lalu sering kali muncul yang menyebabkan remaja tersebut lebih memilih untuk mengurung diri. Ketiga, berpikir negatif. Terus berpikir negatif terhadap kejadian yang tejadi menyebabkan tekanan mental pada anak, sehingga menyebabkan depresi itu muncul. Keempat, kurangnya bersosialisasi. Kurangnya sosialisasi remaja terhadap lingkungan menyebabkan remaja tersebut tidak bisa mengekspresikan diri, sehingga dia menjadi pribadi yang tertutup. Hal itu menyebabkan tekanan mental pada remaja terutama depresi. Ke lima, media sosial. Banyaknya komentar negatif dari warganet, membuat remaja mudah mengalami depresi. Hal ini disebabkan kurang siapnya mental untuk menerima komentar negatif terhadap dirinya.
Ciri-Ciri Remaja yang Mengalami Depresi
Ketika remaja mengalami depresi, remaja akan cenderung kehilangan motivasi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Mereka juga akan lebih memilih menyendiri, bahkan mereka akan mengurung diri di kamar hanya untuk menenangkan diri, sehingga  mereka akan menjadi pribadi yang antisosial.
Remaja yang mengalami depresi juga akan mengalami rasa sedih, kurangnya nafsu makan, cemas yang berlebihan, bahkan sulit untuk mengendalikan diri.
Selain itu ada ciri ciri yang lebih khusus untuk mengenali  remaja yang mengalami depresi yaitu:
1. Kehilangan kesenangan untuk melakukan hobi atau hal yang disukai.
2. Menarik diri dari hubungan sosial dengan keluarga maupun teman.
3. Perubahan nafsu makan dan turunnya berat badan.
4. Sering melakukan kegiatan yang berlebihan pada malam hari sehingga kurangnya tidur dan bangun telat di pagi hari .
5. Membuat komentar negatif terhadap dirinya sendiri
6. Menurunnya prestasi di sekolah, sering tidur di kelas, tidak konsentrasi saat pembelajaran berlangsung dan seringnya tidak masuk sekolah .
7. Kurang percaya diri  dan menganggap dirinya tidak berguna.
8. Sering mengasingkan diri di dalam kamar.
9. Lebih sering menangis dan tidak dapat mengontrol emosi.
Depresi pada remaja memiliki dampak yang sangat besar, mulai dari menjadi pribadi yang antisosial, hingga berujung dengan bunuh diri. Peran orang tua terhadap remaja sangat penting, sehingga orang tua seharusnya menjadi tempat para remaja untuk menceritakan tentang masalah yang dialami oleh remaja tersebut.
Orang tua memiliki perananan yang cukup besar terhadap anak untuk melawan depresi. Orang tua perlu melakukan beberapa cara untuk mengurangi depresi pada remaja selain dengan penangan oleh dokter, hal lain yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah:
Pertama, pelajari tentang depresi. Cara pertama yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan depresi khususnya pada remaja, misalnya bagaimana teknik menangani remaja yang sedang depresi dan bagaimana cara berkomunikasi dengan remaja yang tengah mengalami depresiasi. Kedua, jadikan orang tua sebagai tempat anak untuk bercerita. Langkah selanjutnya adalah jadilah pendengar yang baik, sehingga remaja tersebut tidak memendam permasalahan yang telah terjadi. Pilihan tempat yang nyaman agar remaja tersebut dapat bercerita dengan leluasa. Ke tiga, menerapkan hidup sehat bagi remaja. Olahraga menjadi salah satu alternative. Ajaklah dia untuk melakukan olahraga rutin dan diimbangi dengan makanan yang sehat.
Masalah depresi pada remaja  seharusnya harus diwaspadai. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mencegah remaja dari depresi. Namun, pada akhirnya orang tua lah yang memiliki pengaruh yang sangat besar untuk para remaja yang sedang melawan penyakit mental tersebut. Selain itu, lingkungan yang sehat menjadi faktor pendukung untuk anak bisa terbebas dari depresi.

Click to comment