POTRET Gallery

Sikat Gigi Bersama di SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


dok. Laura


Murid-murid SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh awalnya kebingungan dengan kehadiran kakak-kakak berseragam putih. Yang ada di pikiran mereka saat itu adalah jarum suntik dokter. Namun setelah para mahasiswa memperkenalkan diri mereka sangat antusias dengan kehadiran kakak-kakak mahasiswa. Bahkan mereka tidak merasa takut dengan alat-alat medis seperti anak pada umumnya. Hal ini disebabkan karena kakak-kakak mahasiswa sangat ramah dan dengan penuh kelembutan serta kasih sayang memeriksa kebersihan gigi dan mulut adik-adik berkebutuhan khusus. Sekolah Luar Biasa untuk anak berkebutuhan khusus yang beralamat di Jalan Rel Kereta Api Lama, Gampong Jurong Peujera, Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar ini yang mendidik anak-anak dengan berbagai macam ketunaan seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, Autis, dan beberapa syndrom lainnya yang mengakibatkan mereka mengalami hambatan belajar serta membutuhkan pelayanan khusus.

Sikat gigi itu sendiri telah rutin dilakukan murid-murid SLB Negeri Pembina. Beberapa kelas mewajibkan murid-muridnya mencuci tangan dan menyikat gigi setelah makan. Hampir semua murid membawa bekal dari rumah, maka guru kelas masing-masing yang mengarahkan dan membimbing kegiatan sikat gigi setiap harinya. Kebersihan gigi dan mulut tentu sangat penting bagi kita semua, apalagi pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Konon lagi pada anak berkebutuhan khusus.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kesehatan gigi dan mulut menjadi masalah umum pada masyarakat kita. Hal ini terjadi karena kurangnya kepedulian kita pada kebersihan dan ketertiban dalam menjalani hidup yang sehat. Jika seorang anak atau murid menderita sakit gigi, maka akan berdampak pada kegiatan belajar mengajar di kelas dan sekolah. Anak tidak dapat berkonsentrasi, bahkan si anak tidak memiliki semangat untuk bermain dan bercengkerama bersama teman-temannya. Hal ini tentu sangat mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. 

Kehadiran mahasiswa dari Program Studi Diploma IV Terapi Gigi Jurusan Kesehatan Gigi Politeknik Kesehatan Kemenkes RI tersebut berlangsung selama 2 hari, yaitu tanggal 04 dan 05 Februari 2020. Dalam dua hari mahasiswa-mahasiswi melakukan pemeriksaan pada masing-masing murid. Serta memberikan sosialisasi dan praktik bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar. 

Mahasiswa yang berjumlah 35 (tiga puluh lima) orang ini datang sukarela, didampingi dosen pembimbingnya, Ibu Sisca Mardelita, S. Si. T, M. Kes dan Ibu Eka Sri Rahayu, S. S. T, Dalam rangka kegiatan “Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut Serta Sikat Gigi Bersama murid SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh.”Mereka baru saja menyelesaikan Praktik Belajar Lapangan selama 14 (empat belas) hari di Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Pengabdian mereka pada masyarakat bekerja sama serta di dukung oleh Bupati dan Dinkes Pidie Jaya, dengan program Pelayanan Asuhan Keperawatan Gigi dan Mulut Keluarga. Dengan begitu, adik-adik mahasiswa tingkat akhir ini sudah pasti terampil dan menguasai praktik pemeriksaan gigi pada anak-anak. 

Kegiatan ini berjalan sesuai dengan program rencana kerja UKS SLB Negeri Pembina yang dikelola oleh Ibu Laura Oktaviany Marantika, S. Pd. Berdasarkan MoU antara Program Studi Diploma IV Terapi Gigi Politeknik Kesehatan Kemenkes RI provinsi Aceh dan SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh, maka jelaslah bahwa kegiatan ini akan berjalan dan terus dilanjutkan oleh mahasiswa-mahasiswa dan dosen pembimbing dalam hal Sosialisasi, Pemeriksaan dan Penanganan Kesehatan Gigi dan Mulut di SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh ini. Harapan kita bersama, semoga pengabdian dan kerja sama adik-adik Poltekes Prodi Gigi ini dapat bermanfaat bagi anak didik dan kita semua. (Laura)

Click to comment