POTRET Gallery

Covid-19 Semakin Mewabah, Bagaimanakah Strategi Yang Tepat Untuk Penanganannya?

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>
dok. Pribadi 

Oleh Rafizaton
Mahasiswi Jurusan Fisika, Angkatan 2019 FMIPA, Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh

Dewasa ini, dunia begitu berduka semenjak mewabahnya covid-19 yang telah merenggut banyak jiwa manusia. Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernafasan akut coronavirus yang baru ditemukan. Covid-19 telah menyerang berbagai belahan dunia. Amerika Serikat, Spanyol, Italia, Jerman, dan Perancis adalah negara-negara dengan angka kasus positif covid-19 tertinggi di dunia. Tiga dari negara tersebut, yakni Italia, Spanyol, dan Perancis, memiliki angka kematian terbanyak. 

Pandemi coronavirus di Indonesia diawali dengan temuan penderita penyakit covid-19 yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020. Kasus pertama covid-19 di Indonesia ini menyerang dua warga negara Indonesia yang merupakan ibu dan anak. Kedua pasien ini sempat melakukan kontak dengan WNA Jepang yang datang ke Indonesia pada 14 Februari 2020.

Hingga kamis (9/4/2020) pukul 12.00 WIB, total pasien yang positif terinfeksi covid-19 mencapai 3.293 kasus. Sementara total pasien meninggal sebanyak 280 orang dan pasien sembuh 252 orang. Saat ini, sudah 33 provinsi yang terjangkit virus corona, tersisa Gorontalo yang masih mencatat nol kasus. Pasien terus meningkat setiap harinya, ditambah lagi masih banyak warga yang pernah bersentuhan dengan penderita covid-19, namun belum diisolasi.

Pemerintah saat ini dinilai kalang kabut dalam menangani pandemi covid-19 yang tengah melanda di Tanah Air. Hal ini terjadi akibat pemerintah yang terlalu menyepelekan dan tidak menyiapkan mitigasi risiko ketika pandemi tersebut muncul untuk pertama kalinya pada Desember 2019 di Wuhan, China. 

Sudah banyak tenaga medis yang manangani covid-19 meninggal dunia. Hal ini menandakan Indonesia belum siap sepenuhnya karena kalau sejak awal Indonesia sudah menyiapkan mitigasi risiko, harusnya seluruh instrumen negara bisa mengerahkan tenaganya menanggulangi pandemi. Sikap kalang kabut pemerintah ini juga dinilai berpotensi memicu tindak pidana korupsi karena tidak adanya prioritas penanganan dan pencegahan.



Bagaimana strategi penanganannya?

Hasil dari laporan penelitian Imperial Collage of London, Inggris. Jumlah kasus terkait virus corona baru atau covid-19 di dunia diprediksi bisa mencapai angka 7 miliar infeksi dan 40 juta kematian pada tahun ini, jika masyarakat tetap tidak melakukan tindakan preventif pencegahan penyebaran virus seperti karantina dan pembatasan sosial.

Pemerintah Indonesia telah berupaya mengambil kebijakan-kebijakan untuk menangani pandemi covid-19, seperti menyediakan rumah sakit darurat, memberlakukan lockdown, karantina, sosial distancing, work from home(WFH), keringanan biaya listrik, larangan mudik, keringanan kredit, dan lain sebagainya. Namun masih banyak masyarakat yang masih kurang kesadaran diri untuk mematuhi kebijakan yang ada. Di sinilah pemimpin dituntut untuk tegas menyikapi masyarakat. Pemimpin harus hadir sebagai wujud bahwa negara telah dikelola dengan baik. Pemerintah harus mengambil kebijakan dan langkah-langkah yang tepat dan pro terhadap masyarakat, agar melahirkan kerja sama dan dukungan yang besar dalam penanganan covid-19.

Hal utama yang harus dilakukan pemerintah adalah memutuskan rantai penularan covid-19 yang telah menyebar di masyarakat. Untuk penanganan lebih, pemerintah Indonesia bisa mencontoh strategi yang telah berhasil di berbagai negara, di antaranya : pertama, tes, tes, dan lebih banyak tes. Kedua, isolasi mereka yang terinfeksi. Ke tiga, persiapan dan reaksi cepat. Ke empat, jaga jarak dan ke lima, mempromosikan gaya hidup higienis.

Selain itu, Indonesia juga bisa berkaca pada langkah kebijakan pemerintah Cina yang telah berhasil menjinakkan virus corona dengan jumlah kesembuhan paling besar mencapai 59.432. Kebijakannya yakni, 1) kecepatan dan akurasi, 2) keputusan tepat di waktu tepat, 3) penggunaan big data dan teknologi, 4) kerja sama semua pihak, 5) keterbukaan informasi.

Masyarakat dapat membantu mengurangi risiko terinfeksi atau menyebarkan covid-19 dengan cara melakukan beberapa langkah pencegahan sebagai berikut :

1. Seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir, atau cairan antiseptik yang berbahan dasar alkohol.

2. Jaga jarak 1 meter dengan orang yang terlihat bersin-bersin atau batuk-batuk.

3. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut.

4. Ikutilah etika batuk dan bersin dengan cara menutup mulut dengan siku terlipat atau tisu saat batuk atau bersin dan segera buang tisu bekas tersebut.

5. Tetaplah dirumah jika merasa kurang sehat.

6. Hindari perkumpulan orang ramai.

7. Jika ada kepentingan diluar, keluarlah dengan menggunakan masker.

8. Patuhi himbauan dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Bagaimana Cara Sembuh Dari Covid-19?

Banyak negara saat ini berlomba-lomba untuk memproduksi vaksin covid-19. Namun, hingga saat ini vaksin tersebut juga belum tersedia. Satu-satunya cara penyembuhan yang dilakukan hanya bersifat suportif. Maksudnya hanya meredakan gejala atau efek covid-19, seperti memberikan alat bantu pernapasan bagi pasien yang sesak napas oleh tenaga medis.

Hanya ada satu cara yang bisa dilakukan untuk melawan virus ini, yaitu mempercayai kemampuan alamiah tubuh untuk membentuk kekebalan. Sel darah putih pada tubuh akan melawan virus dan pathogen lain yang mengifeksi tubuh dan membentuk kekebalan ketika berhasil memenangkan pertarungan. Sehingga ketika virus tersebut kembali menyerang, tubuh sudah kebal terhadapnya.



Tapi, menurut penelitian Harvard Medical School, imun bukanlah entitas tunggal. Mereka bekerja seperti sistem. Agar dapat bekerja dengan baik, butuh keseimbangan dalam tubuh yang dibentuk secara terus menerus. Caranya denga menerapkan pola hidup sehat, olahraga, dan makan makanan bergizi. Asupan makanan dan olahraga berkontribusi dalam melancarkan sirkulasi sel imun melakukan pekerjaan mereka secara efisien.

Click to comment