Langsung ke konten utama

Masa Inkubasi Virus Corona, Fakta Baru dan Penjelasan Lainnya



Oleh Yolanda 
Pendidikan : Mahasiswa Jurusan Statistika, FMIPA, Unsyiah  Tahun 2019
Saat ini sejumlah negara yang ada di seluruh dunia tengah menghadapi permasalahan yang sama. Tentu saja permasalahan tersebut tidak luput dari adanya serangan pandemi virus Corona yang kini dikenal dengan sebutan Covid 19.  Berbagai kasus terinfeksi virus ini sudah seolah menjadi suguhan berita bagi kita sehari-hari dalam berbagai media dari banyak Negara di dunia. Bukan hanya terkait dengan kasus yang terinfeksi,  bahkan, baru-baru ini telah beredar kabar terkait fakta baru masa inkubasi virus Corona tersebut.
Masifnya berita Covid 19 ini, maka berita  mas inkubasi tersebut pun telah sampai ke telinga khalayak ramai. Sudah dapat kita pastikan, kewaspadaan kita terhadap penyebaran virus ini tentu akan semakin meningkat. Meskipun pada dasarnya virus Corona tidak langsung menimbulkan gejala kematian, akan tetapi penyebarannya yang cepat membuat kita merasa perlu berhati-hati dalam penanganannya.

Apa Itu Masa Inkubasi Virus Corona?
Masa inkubasi dari virus Corona merupakan selang atau jarak waktu yang dibutuhkan oleh virus Corona untuk menimbulkan berbagai gejala-gejala terinfeksi. Gejala terinfeksi ini merupakan gejala yang pertama kali muncul. Selain itu, mengingat virus Corona merupakan virus yang menular, maka pemahaman masa inkubasi virus Corona ini juga dapat diartikan sebagai waktu yang diperlukan oleh virus Corona untuk melipatgandakan jumlahnya sampai menimbulkan gejala pada tubuh seseorang yang terinfeksi.
Pada dasarnya, masa inkubasi dari virus Corona di dalam tubuh seseorang yang terbukti terinfeksi tidak selalu menunjukkan periode atau waktu yang sama. Hal ini pun dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor serta juga berkaitan dengan masing-masing individu.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memberikan sebuah pernyataan secara resmi terkait masa inkubasi virus Corona. Dimana sebagian besar telah diperkirakan masa inkubasi Covid-19 yaitu selama 1 hingga 14 hari. Bahkan dari kasus yang pernah terjadi rata-rata masa inkubasi ini bisa sekitar 5 hari.
Selain itu, terdapat beberapa pendapatan lainnya terhadap masa inkubasi Covid-19 ini, satu diantaranya adalah dari CDC (Centers for Disease Control and Preventio). Menurut CDC, masa inkubasi SARS-Cov-2 atau yang lebih sering kita sebut sebagai virus Corona ini dapat terjadi selama 2 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus tersebut.
Hal ini pun telah didukung dengan sebuah riset, terdapat studi kasus yang mengemukakan hasilnya bahwa sejumlah 97 persen seseorang yang terpapar virus Corona bisa menunjukkan gejala terinfeksi atau penyakitnya hanya dalam waktu 11,5 hari saja. Dengan masa inkubasi dari virus Corona paling banyak sekitar 5 hari.
Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya bahwa masa inkubasi virus Corona ini berbeda dari masing-masing individu. Sebab inilah, seseorang yang terinfeksi virus Corona ada yang tidak secara langsung menimbulkan atau menunjukkan gejala seperti orang yang terinfeksi.
Bahkan, tak sedikit orang yang terinfeksi virus Corona hanya menunjukkan gejala-gejala yang ringan saja. Seiring adanya perkembangan virus Corona, maka masa inkubasi virus tersebut juga dapat berganti atau diperbarui. Hal ini pun akan terjadi jika terdapat sejumlah data baru yang tersedia.

Fakta Baru Masa Inkubasi Virus Corona

Benar terjadi akhir-akhir ini. Berita kesehatan telah digemparkan adanya kabar penemuan fakta baru masa inkubasi Covid-19 yang terjadi di Indonesia.  Berdasarkan penelitian dan pengamatan yang dilakukan, terdapat sebuah pernyataan secara resmi bahwa masa inkubasi Covid-19 di Indonesia adalah 5 sampai 6 hari. Masa inkubasi ini terbilang cepat. Maka dari itu, sikap lebih waspada terhadap paparan maupun penularan virus Corona harus ditangani lebih bijak lagi. Ya, bagaimana sikap kita?

Sikap Tepat Dalam Menghadapi Fakta Baru Masa Inkubasi Virus Corona

Nah, mengingat jumlah orang terinfeksi virus Corona selalu meningkat di setiap harinya, terutama kasus virus Corona di Tanah Air, maka sudah sepantasnya bagi kita untuk memahami dengan baik dari adanya masa inkubasi dari virus Corona yang baru-baru ini telah beredar.
Untuk menyikapi perkembangan berita soal virus Corona, seperti halnya masa inkubasi ini, maka sudah barang tentu kita dapat bersikap sebaik mungkin untuk menghadapinya. Satu di antaranya, masyarakat sendiri harus taat dan bisa mengikuti anjuran pemerintah dengan baik.
Tetap di rumah atau bekerja dari rumah, menjaga jarak, rajin cuci tangan, selalu menjaga kesehatan, menggunakan masker dan tindakan pencegahan lainnya. Dengan demikian, meskipun masa inkubasi virus Corona yang terjadi di Indonesia terbilang cepat, maka penularan dan penyebarannya dapat kita tekan dan dihentikan.

Gejala Terinfeksi Virus Corona yang Perlu Diwaspadai

Penting untuk kita pahami bersama bahwa selain masa inkubasinya, infeksi virus Corona juga menjadi perhatian kita bersama. Infeksi virus Corona atau yang kita sebut sebagai Covid-19 merupakan suatu jenis penyakit yang dapat menyerang sistem pernafasan. Tak khayal bila gejala virus Corona yang berhasil menginfeksi tubuh seseorang terlihat sama dengan gejala flu biasa. Terdapat dua kategori yang menandakan orang terinfeksi virus Corona, baik secara umum yang jelas terlihat atau tidak umum sekalipun.
Gejala umum yang biasanya terjadi seperti merasa lemas, demam, sesak nafas, dan batuk kering. Sedangkan gejala virus Corona yang tidak umum terjadi, tetapi dialami oleh beberapa orang seperti hidung berair dan badan terasa pegal-pegal.

Kini yang harus kita ingat dan sadari bahwa tugas dan tanggung jawab untuk menghentikan penyebaran virus corona tersebut tidak bisa kita lepaskan tanggung jawab kepada pemerintah saja. Tidak mungkin pemerintah sendiri  melawan dan menghentikan penyebaran virus Corona. Kita pun harus turut andil di dalamnya. Bersama akan menjadi lebih baik dalam mencegah penyebaran virus Corona. Kita harus saling bersinergi, dan mematuhi atau taat pada semua anjuran pemerintah. Dengan demikian, Insya Allah kita akan bisa menang memutuskan rantai penyebaran virus corona tersebut di negeri kita dan juga di tingkat global.

Sumber bacaan:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me