POTRET Gallery

POTRET Gallery
Pusat Belanja Unik

SOCIAL DISTANCING DI INDONESIA, MANFAAT ATAU MUDHARAT?

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Oleh Shafira Meyanti Putri Mulisa,
 Mahasiswa Jurusan Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
Social distancing, ungkapan yang semakin sering terdengar di tengah masyarakat kita saat ini,  erat kaitannya dengan covid-19 yang saat ini menjadi pandemi dunia. Social distancing merupakan salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari Covid 19. Oleh sebab itu, social distancing sangat dianjurkan saat ini. Lalu, sebenarnya seberapa efektif social distancingitu?
Sebagaimana kita ketahui bahwa “Social distancing”merupakan tindakan yang dimaksudkan untuk mencegah atau menghentikan penyebaran penyakit menular dengan cara melakukan pembatasan kontak antara satu orang dengan orang lainnya. Bahkan, social distancingerat pula kaitannya dengan Lockdownatau karantina wilayah yang merupakan penerapan tertentu dalam rangka mencegah perpindahan orang, baik masuk maupun keluar wilayah tersebut untuk tujuan tertentu yang mendesak, misalnya pandemi covid-19. Hanya saja Indonesia hanya memberlakukan social distancing, tidak dengan lockdown.
Sehubungan dengan pertanyaan, seberapa efektifkah social distancing? Pertanyaan tersebut kiranya bisa kita lihat pada seberapa petingnya melakukan social distancing. Pentingnya seseorang dalam melakukan social distancing ialah agar setiap orang dapat membatasi dirinya untuk bersosialisasi dengan orang lain yang mana dalam keadaan saat ini yang dimaksud adalah pertemuan, sehingga penyebaran virusnya dapat tercegah. Penerapan social distancing sendiri dapat dilakukan dengan cara bekerja dari rumah bukan dari kantor, belajar di rumah bukan di sekolah, menghindari pertemuan yang dapat dihasilkan menghadirkan orang banyak, tidak berkunjung ke berbagai tempat yang berisiko dapat tertular penyakit ini, serta tindakan lain yang sekiranya dapat dilakukan. Bercermin dari Indonesia, kita dapat melihat bahwa ada orang yang benar-benar melakukan social distancingdan tidak sedikit pula orang yang tidak melakukannya. Kebanyakan dari mereka tidak melakukannya bukan tanpa sebab, melainkan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau keperluan lainnya. Makanya, dalam pelaksanaan atau penerapan social distancing tersebut, banyak yang merasa hal itu tidak perlu dilakukan.
Faktanya, dalam kehidupan masyarakat kita, Social distancingtentu menuai pro dan kontra, jika diterapkan, apalagi di negara berkembang seperti Indonesia. Banyak yang memberikan argumentasi dengan pemberlakukan social distancing, banyak masyarakat yang berpenghasilan rendah menjadi sengsara.  Masalahnya adalah karena penghasilan mereka yang hanya cukup untuk makan sehari-hari, kini makin sedikit karena masyarakat banyak yang membatasi aktivitasnya. Katakanlah seperti driver ojek, pedagang kecil, hingga pengusaha yang mengalami penurunan penghasilan.
 Tak dapat dipungkiri bahwa perekonomian  masyarakat kini bisa jatuh ke titik terendah. Seperti saat ini, dapat terlihat dari kurs mata uang Indonesia yang hari demi hari semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Dolar Amerika sebagai mata uang dunia yang membuat mata uang Indonesia seperti tidak berharga dibandingkan dengan mata uang negara lain. Selain itu, harga emas melambung naik, harga bahan pokok melonjak, kelangkaan produk kesehatan, dan para pencari kesempatan dalam kesempitan semakin merajalela dalam menjual barang dengan harga yang tinggi. 
Banyak juga orang yang berpendapat  bahwa social distancingini dapat merusak kesehatan mental mereka, karena keterbatasan mereka untuk bertemu dengan orang lain. Sehingga menjadi alasan untuk tidak melakukan social distancing. Bukan mustahil kita bila kita banyak melihat orang yang tidak patuh. Ketidakpatuhan masyarakat dalam melakukan social distancing tersebut uga terlihat dari adanya orang yang masih melakukan pesta. Padahal dilarang karena sifatnya mengumpulkan orang banyak. Kebanyakan orang bukan takut terkait penyebaran virus, tetapi lebih takut jika tidak menghadiri pesta, karena akan timbul perasaan tidak nyaman saat berjumpa dengan orang yang menggelar pesta.
Penerapansocial distancingini disisi lain tentu saja sangat berguna dalam mencegah virus menular,  Pembatasan ruang gerak tersebut dilakukan perlu dilakukan karena pembatasan kontak-kontak dilakukan antara orang yang satu dengan orang yang lain, tersebut bisa membantu merebaknya virus corona yang mematikan tersebut.  Jadi, sebaiknya masyarakat tidak merasa bahwa ruang gerak masyarakat jadi terbatas. Pembatasan ini justru karena takut akan risiko yang terjadi jika keluar dari rumah. 
Di antara sekian banyak manfaat dari social distancing yang diberlakukan selama ini, kita bisa melihat angka kecelakaan di jalanan yang menurun karena jalanan sepi tidak padat, polusi udara berkurang karena sedikit kendaraan yang beraktivitas, orang-orang menjadi lebih peduli kebersihan dan memulai budaya hidup sehat. 
Nah, apabila sangat mendesak untuk pergi ke tempat ramai misalnya pasar, maka setiap orang harus bijak dan waspada. Upayakan memakai baju tertutup dan masker kain kemudian segera ganti pakaian setelah kembali ke rumah. Tagar #dirumahaja menjadi trending di berbagai media sosial dalam upaya sosialisasi kepada masyarakat agar mejaga jarak dengan orang lain dan tetap berdiam dirumah, demi kesehatan seluruh orang di dunia.

Click to comment