POTRET Gallery

POTRET Gallery
Pusat Belanja Unik

Suara Jeritan Hati Mahasiswa Farmasi dari Perjalanan Virus Corona yang Singgah di Indonesia

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

dok.Pribadi


Oleh Zaid Zafril Alif,

            Sekarang ini kita tengah dihadapkan pada kondisi dunia yang tidak baik-baik saja. Gejala-gejala awal ini dimulai pada Desember 2019 di negara Cina, kota Wuhan yang terjangkit virus mengerikan dan penuh misteri itu. Virus ini diduga muncul dari hewan liar berupa kelelawar dan ular yang timbul melalui siklus rantai makanan. Akibatnya hewan tadi menjadi tempat hidup virus dan berkembang semakin pesat ke lingkungan, hingga tertular kepada manusia. Saat ini, virus tersebut dikenal dengan nama virus coronaatau dengan sebutan SARS-CoV-2.
Para ilmuwan dunia termasuk penelti bidang farmasi sedang mengidentifikasi jenis virus tersebut dan bergiat untuk menemukan obat pencegahannya yang paling efektif. Berkaitan dengan pandemi COVID-19menjadikan korban setiap harinya semakin bertambah di seluruh Negara, termasuk Indonesia. Langkah-langkah pencegahan dan mitigasi pun segera diambil oleh pemerintah Indonesia untuk menangkal penyebaran virus coronatersebut. Adapun kebijakan nasional yang harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat saat ini ialah kebijakan Social Distancing.
Apa itu Social Distancing? Menurut pakar kebijakan kesehatan Profesor Wiku Adisasmito, social distancing adalah menjaga jarak sosial sebagai bentuk usaha non-farmasi untuk mengontrol penyebaran infeksi atau wabah. Jadi, untuk saat ini kita diharuskan untuk melakukan jarak sosial terhadap orang lain untuk dapat mencegah penyebaran virus corona yang berkembang sangat cepat. Maka dari itu, pemerintah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap berada di rumah saja dan segala bentuk kegiatan harus dilakukan di rumah, dimulai dalam hal bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan bahkan beribadahpun dari rumah.
Menanggapi himbauan pemerintah Indonesia untuk tetap di rumah saja dan belajar dari rumah, menjadikan pelajar atau mahasiswa memiliki pengalaman baru yang secara otomatis harus dijalankan, termasuk guru dan dosen sendiri. Pembelajaran dilakukan secara daring dan meniadakan pembelajaran tatap muka. Kegiatan tersebut awalnya diberlakukan selama 14 hari pada bulan Maret dan kini kembali diperpanjang oleh pemerintah hingga bulan Juni. Maka dari itu, sudah seharusnya kita sebagai seorang pelajar atau mahasiswa bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajarannya dan juga sangat berterima kasih kepada guru dan dosen yang bersedia setulus hati untuk mengajarkan kita hingga paham dan mengerti.
Dampak dari pembelajaran daring ini menjadikan kita tidak lagi saling bertemu, saling tegur-sapa secara langsung, bergandengan tangan menuju ruang kelas untuk belajar, pergi ke kantin berbarengan untuk makan, menyelesaikan tugas bersama-sama di perpustakaan, dan belajar bersama dari materi yang telah diajarkan oleh guru maupun dosen di luar kelas. Dengan demikian, kondisi saat ini memberikan pembelajaran penting bagi kita semua tentang makna dari kebersamaan, yakni kedudukan manusia sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu, pada zaman yang serba canggih saat ini sudah sepatutnya kita dapat memanfaatkan salah satu teknologi buatan manusia dalam melakukan hubungan sosial kepada orang lain dengan tidak ada batasan jarak, melainkan menggunakan batasan fisik.
Sebagai generasi milenial dan masyarakat intelektual, maka dari itu kita dapat membantu pemerintah dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pandemi COVID-19 agar tidak terjadinya kesalahpahaman di kalangan masyarakat. Adapun bentuk-bentuk kegiatan yang dapat kita lakukan, seperti pembuatan video edukasi pencegahan COVID-19, pembuatan poster informasi seputar pencegahan COVID-19, memberikan informasi langsung kepada masyarakat bagi mahasiswa bidang kesehatan di lingkungan tempat tinggalnya dan menulis hal-hal menarik yang membahas seputar pandemi COVID-19 pada media sosial yang kita miliki. Dengan memanfaatkan penggunaan media sosial secara benar dan bijak maka kita sudah dapat mencegah oknum-oknum dalam menyebarkan berita hoaxyang berpotensi memicu kegaduhan di masyarakat.
Dalam membantu pencegahan penyebaran virus corona yang melambung tinggi di Indonesia, banyak komunitas sosial yang ikut turun tangan mengambil peran sesuai dengan bidang mereka masing-masing. Di antaranya peran mahasiswa Indonesia, termasuk mahasiswa farmasi. Sebagai mahasiswa bidang kesehatan, segala bentuk informasi untuk edukasi dan sosialisasi terkait kesehatan dapat disalurkan kepada masyarakat untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan cepat tanggap. Hal ini juga merupakan salah satu pilar perguruan tinggi mengenai pengabdian kepada masyarakat. Selanjutnya, membuat produksi berskala besar hand sanitizer sesuai standar dari BPOM dan disalurkan secara gratis kepada rumah sakit yang merawat pasien positif corona dan masyarakat yang membutuhkan (terkhusus pekerja kendaraan umum) di derahnya masing-masing, ikut bersama-sama menggalangkan dana bantuan sebagai bentuk aksi solidaritas kemanusiaan, dan ikut menyebarkan aksi pola hidup sehat di kalangan masyarakat.
Dengan adanya pandemi COVID-19 yang saat ini berstatus global, maka dihasilkannya beberapa perubahan sosial di dalam masyarakat, baik berdampak positif maupun negatif. Dampak positif yang langsung dirasakan pengaruhnya yakni masyarakat akan lebih memperhatikan pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-harinya. Hal ini dimulai dengan menjaga kebersihan tangan dengan selalu mencuci tangan pada air yang mengalir atau menggunakan hand sanitizer, rajin berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh, memperhatikan pola makan yang sehat, dan terbiasa dalam menaati aturan-aturan kesehatan agar terhindar dari penyerangan virus yang cukup berpotensi mematikan ini. 
Dari sisi yang negatifnya dapat kita lihat yaitu adanya ketakutan tersendiri dari masyarakat dalam bergandengan dengan orang lain, akibat penularan virus yang sangat cepat. Lalu, kenaikan harga-harga bahan pokok di pasaran akibat melemahnya nilai mata uang rupiah pada perekonomian dunia, hilangnya sebagian pekerjaan masyarakat kita dari adanya pandemi ini dan muncul pula kejahatan-kejahatan baru dalam memanfaatkan kondisi darurat penyebaran virus corona. 
Masyarakat diharapkan mampu bekerja sama dengan pemerintah dalam mencegah penularan virus corona ini dengan mengikuti segala bentuk kebijakan yang diambil oleh pemerintah demi kebaikan masyarakat itu sendiri. Permasalahan yang sedang dialami oleh Indonesia saat ini tidak hanya merupakan masalah pemerintah semata, melainkan juga merupakan permasalahan bersama dan butuh kerjasama dua arah dalam menyelesaikannya.  Dengan demikian, tujuan pemerintah juga akan berjalan dengan baik serta masyarakat mendapatkan manfaat yang back. 

Sekilas Tentang Penulis 
Nama Saya Zaid Zafril Alif, Lahir Pada 27 Juli 2001. Anak dari bapak Ir. Junaidi A. Satar dan Ibu dr. Erlina Kamla. Saya merupakan pemuda yang bercita-cita menjadi Seorang Proffesor Ahli Farmasi. Saat Ini saya merupakan seorang mahasiswa di Jurusan Farmasi Tahun 2019 Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala.  

Click to comment