Guru BK atau Konselor Penyelamat Masa Depan Siswa

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>



Oleh Depiani
Mahasiswi jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
Banyak sekali orang bertanya soal guru BK dan Konselor. Bertanya tentang apa yang dilakukan oleh guru BK atau konselor terhadap para siswa di sekolah. Pertanyaan yang selalu muncul adalah, apakah guru BK atau konselor itu bisa menyelamatkan masa depan siswa? Itulah salah satu pertanyaan yang sesungguhnya sangat penting untuk kita berikan jawaban. Walaupun banyak juga yang bertanya lebih teknis dan menjurus kepada membantu siswa dalam memilih karir. Pertaanyaan tersebut seperti “ apakah guru BK atau Konselor itu bisa membantu siswa dalam memilih jurasan?, Apakah guru BK/Konselor itu bisa  menentukan jurusan siswa?  Masih banyak pertanyaan lain mengenai guru BK/ Konselor tersebut. Ya,  banyak sekali pertanyaan orang tentang  guru BK/Konselor yang perlu dijawab.
Sebagaimana kita ketahui selama ini BK yang merupakan singkatan dari   Bimbingan konseling,  merupakan proses interaksi antara konselor dengan konseli, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka untuk membantu konseli agar dapat mengembangkan potensi dirinya, ataupun memecahkan permasalahan yang di alaminya.   Dari proses ini, sebenarnya guru BK bisa menyelamatkan masa depan siswa.  Artinya, guru BK memiliki kompetensi untuk membantu dan meyelamatkan masa depan siswa.  Jika dia tidak berkompeten, maka sebaliknya  yang akan terjadi.  Bukannya menjadi penyelamat, malah menjadi perusak masa depan siswa.  Maka dari itu,  guru BK perlu mengetahui dan memahami kode etiknya sebagai guru BK,  agar dapat maksimal dan efektifitas alam melaksanakan tugasnya.  Guru BK perlu mengetahui peran dan tugasnya agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar. 

            Seperti guru lainnya, guru BK memiliki kode etik, sebagai sebuah aturan yang menjadi dasar dalam melakukan tugas sebagai guru BK. Kode etik  adalah ilmu pengetehuan  yang mempelajari tentang baik buruknya  tindakan atau tingkah laku yang dilihat dari sudut pandang akal, pikiran, cara beretika. Jadi, guru BK perlu memiliki kode etik agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan optimal.  Kemudian, kode etik  ini merupakan tata cara atau aturan sebagai pedoman menjalani tugas dan aktivitas suatu profesi.
Nah, dalam kode etik  itu telah diatur apa saja kompetensi yang harus dimiliki seorang guru BK agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan benar. Ada beberapa kompetensi yang wajib dimiliki guru BK sebagai profesi yaitu sikap, pengetahuan, keterampilan.  Berikut adalah beberapa kompetensi sikap guru BK yang harus dia miliki sebagai berikut. Pertama, bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukan sikap baik dan religiusnya. Kedua menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, etika dan tingkah laku yang baik. Ke tiga berperan sebagai  warga negara yang bangga dan cinta tanah air, serta tanggung jawab pada masyarakat, bangsa dan negara. Ke empat menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama dan kepercayaanb. Ke lima taat hukum dan disiplin  dalam bermasyarakat, bangsa dan negara. Ke enam menunjukan sikap tanggung jawab terhadap pekerjaan di bidang keahliannya, sehingga dapat menjadi orang yang professional. Ke tujuh memiliki kesadaran untuk meningkatkan keahlian di bidang bimbingan dan konseling  agar dapat  mengembangkan potensi peserta didik.
Selanjutnya berikut ini merupakan beberapa yang harus dimiliki seorang guru BK dalam kompetensi pengetuahuan sebagai berikut. Pertama, menguasai prosedur bimbingan dan konseling, serta  menguasai materi bimbingan dan konseling, peran sebagai guru BK dan tugasnya. Kedua, menguasai prosedur assessment karakteristik  sasaran pelayanan bimbingan dan konseling  dengan memperlihatkan kode etik. Ketiga, menguasi prosedur dan teknik bimbingan dan konseling di bidang pribadi, soial, belajar dan karir. Ke empat, menguasai prosedur dan teknik konseling psikodinamika, humanistic, behavioristic, kognitif. Ke lima, menguasai prosedur dan penanganan isi- isu problematika dalam kehidupan masyarakat. Lalu yang ke enam adalah menguasai prosedur pengolahan dan pengembangan kewirausahaan jasa profesi di bidang bimbingan dan konseling.
Bukan hanya itu, selanjutnya beberapa hal yang harus dimiliki seorang guru BK dalam kompetensi keterampilan sebagai berikut. Pertama, mampu merancang, melaksanakan dan melaporkan dan menganalisis kebutuhan sasaran layanan dengan menggunakan intrumentasi tes dan non tes. Kedua, mampu menguasai  program bimbingan dan konseling yang komprehensif,  memandirikan, dan berwawasan perkembangan yang bersifat pencegahan, pengembangan. Ke tiga, mampu mengelola, merancang, menyusun, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasikan  layanan dasar, layanan responsive, perencanaan individual dan permintaan dan dukungan system secara individual, kelompok, kelasikal 

Dari uraian di atas, maka kita bisa menyimpulkan bahwa Bimbingan dan konseling memang sangat dibutuhkan oleh  orang-orang di zaman milenial ini.  Dengan adanya bimbingan dan konseling ini, orang orang dapat meluapkan curahan hatinya, baik itu tentang pribadi, social, karir, dan belajar. Jadi, bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan orang dewasa, anak anak dan lainnya. Ya, BK sangat dibutuhkan oleh orang banyak, baik di luar pendidikan atau di dalam pendidikan.  Tenaga BK ini sangat membantu orang orang yang bermasalah, baik itu masalah pribadi,  karir, social dan belajar, terutama pada peserta didik. Apalagi,  di sekolah siswa sangat membutuhkan guru BK karena guru BK dapat menyelamatkan atau membantu siswa dalam memilih jurusan. Misalnya siswa yang kelas 3 SMA yang ingin melanjutkan  kuliah atau kerja setelah selesai  tahmat SMA. Di sinilah  perannya guru BK. Guru BK diharapkan dapat membantu peserta didik dalam menentukan jurusan atau pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. Oleh karena itu  tujuan dari peran  guru BK dalam memilih jurusan untuk  membantu mengarahkan para peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, sesuai dengan bakat dan peserta didik.   Dengan adanya  pemilihan jurusan untuk memasuki perguruan tinggi, dimana siswa dapat memilih jurusan sesuai dengan kemampuan masing –masing. Siswa yang mengikuti tes bakat dan minat dapat kita disesuaikan  dengan bidang jurusan siswa yang sesuai dengan peserta didik. Dengan demikian, bila guru BK bisa menjalankan fungsi dan perannya dengan baik, guru BK dan Konselor bisa menyelamatkan masa depan siswanya.

Click to comment