POTRET Gallery

https://www.facebook.com/POTRET-Galery-725628467618912/

Keinginan Terbesarku

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Oleh Dwi Ramadhani
Mahasiswi Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah, UIN  Ar-Raniry, Banda Aceh

Namaku Dwi Ramadhani,berasal dari Bener Meriah, kelahiran  27 November 2000 yang memiliki 1 orang abang dan 1 orang kakak. Aku dibesarkan oleh  seorang ibu saya, karena ayah telah meninggal sejak aku masih di dalam kandungan.  Ibuku hanya seorang petani.
Dalam keseharian, aku adalah seorang perempuan bercadar, selama 1 tahun lebih setelah  memutuskan untuk memakai pakaian tersebut, pakaian yang tidak semua orang bisa memakainya. Pakaian yang terkadang banyak dikatakan pakaian teroris,  ninja. Namun hal itu tak membuatku goyah atas pilihanku untuk menggunakan cadar. Karena menurutku hanya orang-orang yang tak memahami arti cadar  dan tak mengetahui kemuliaan atau hikmah di balik pakaian tersebut. Ya Aku mengetahuinya, walaupun hanya sedikit sekali yang aku ketahui tentang cadar tersebut, tetapi dengan hal yang sedikit itu bisa membuat jatuh cinta kepadanya, sangat-sangat mencintainya. 
Tak mudah bagiku untuk memperjuangkan sehelai kain tersebut, baik dari keluargaku maupun di kampus. Beberapa dari keluargaku menentang keras ketika aku ingin menggunakan cadar. Begitu juga di kampus, ada dosen yang menentang mahasiswinya menggunakan cadar. Kami dikucilkan, diejek, bahkan terkadang beliau tak menganggap kami ada di kelas tersebut,  dikarenakan kami menolak untuk membukanya saat jam kuliah yang dipimpin olehnya. Bagiku itu tak masalah. Aku tak keberatan dengan hal tersebut, meski terkadang hatiku dibuat sakit oleh hal-hal seperti itu. Namun aku sadar, jika kita menginginkan menjadi baik, maka kita harus menerima ujian yang diberikan oleh Allah, yakni dengan hal tersebut Allah akan mengangkat derajat kita, bukan di hadapan manusia, tetapi di hadapan para penduduk langit. 
Aku kuliah di jurusan BK, memiliki keinginan yang sangat besar untuk melanjutkan kuliah di Yaman, Tareem Hadramaut. Tempat tersebut adalah tempat yang  kuingin sekali mengunjunginya, karena di kota itu disebutkan terdapat banyak wali Allah yang begitu masya Allah. Ya memang jauh berbeda dengan jurusan yang aku jalani saat ini, bahkan berbeda 360 derajat dari jurusanku saat ini. Mungkin orang akan berpikir aku aneh, karena memiliki keinginan seperti ini. Tetapi jika aku tidak dapat mencapai keinginan  yang satu ini,  aku ingin melanjutkan kuliah S2 dengan jurusan BK, karna aku melihat masih sedikit dosen untuk jurusan ini, masih ada dosen yang berasal dari jurusan lain. Itulah rencanaku yang berkaitan dengan BK sendiri. 
Seperti alasan yang  kusebutkan di atas kenapa aku menginginkan kedua hal tersebut, sekolah di luar negeri dan melanjutkan S2, karena akusadar tak banyak orang yang menerima keadaanku saat melanjutkan kuliahku. Kemudian, hal itu akan menjadi biasa jika aku berada di pesantren. Maka, ketika aku melanjutkan S2, aku tidak ingin menjadi orang yang memandang perbedaan terlalu tinggi.
Jika aku tidak bisa melanjutkan kuliah atau pun keinginanku untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, Aku ingin menjadi seorang guru yang dapat menjadi sahabat bagi peserta didik kelak. Aku ingin menjadi serorang guru yang bisa mengerti para peserta didikku. Aku ingin membuat peserta didik  nyaman bercerita denganku. Aku ingin bisa membantu mereka dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dengan apa yang telah  kupelajari saat ini. Aku juga ingin mengubah pandangan buruk peserta didik, masyarakat terhadap guru BK yang selama ini hanya dianggap sebagai polisi sekolah, sehingga guru BK bisa mendapatkan citranya kembali.  Para guru BK  pun tidak lagi ditakuti di sekolah, sehingga hilanglah anggapan bahwa guru BK adalah polisi sekolah. Namun jika aku dapat melanjutkan dari salah satu keinginan yang  kusebutkan tadi, maka aku akan melanjutkan dari salah satunya.
Jika ditanya apa yang akan  kulakukan ketika  melanjutkan pendidikan  di negeri 1000 wali tersebut, ya aku ingin masuk pesantren yang ada disana, yang disebut pesantren Daruzzahra, sebuah pesantren yang dipimpim oleh Habib Umar Bin Hafizd. Beliau adalah seorang ulama besar yang begitu terkenal akan ilmunya yang telah mencapai derajat Al-Hafidz yang telah menghafal puluh ribuan hadits. 
Aku pun memiliki sebuah rencana yang  kuinginkan sejak lama, yakni ingin membangun sebuah pesantren untuk individu dan menampung anak yang kurang mampu, yang ingin mendalami agama dan ingin menjadi seorang tahfiz. Selain itu, ingin membuka sebuah pengajian untuk para perempuan yang bisa diikuti bagi setiap perempuan.
Mengapa  Pesantren Tahfiz ? 
Alasan utamaku adalah karena aku ingin menanamkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an, dapat membangun karakter individu agar hatinya terpaut dengan Al-Qur’an, sehingga kita umat Islam memiliki generasi yang di hatinya terdapat cinta terhadap Al-Qur’an. Generasi yang dapat membawa perubahan di zaman yang sekarang ini, zaman yang penuh dengan fitnah. 
Untuk itu, seperti yang telah  kukatakan,  dukungan dari keluarga adalah salah satu kekuatan terbesar dalam hidupku. Dengan dukungan dari keluarga, aku merasa apa yang aku rencanakan,  Insya Allah akan berjalan, tentunya dengan ridha Allah di dalamnya. Bila aku tidak bisa menjadi seperti itu, mungkin karena aku adalah orang yang terlahir dari keluarga sederhana, dan bukan dari keluarga yang paham agama tinggi. Sehingga itu membuat aku begitu menginginkan hal tersebut.  Aku berharap  bisa membangun mimpi-mimpi tersebut dengan suamiku kelak.  Tentu saja berharap bisa memiliki suami yang dapat mendukung keinginginanku dan kami akan berjuang untuk membangunnya. 

Click to comment