Langsung ke konten utama

Pengabdian Seorang Guru



Oleh : Yasinanto, S.Pd
Kepala SD Negeri UPT IV Seuneuam, Kecamatan Darul Makmur, Sekolah Terpencil di Nagan Raya.

Profesi guru merupakan profesi yang mulia. Sering kita dengar ungkapan "guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa." Mendengar hal tersebut pastinya kita meyakini akan hal tersebut karena dari guru kita mendapatkan ilmu yang sangat berharga yang tidak dapat dibalas dengan apapun. Dulu pekerjaan seorang guru tidak pernah dihargai. Kehadirannya pun tidak pernah ditanggapi dengan baik. Pengabdiannya dan kesejahteraannya tidak pernah diperhatikan dengan sebaik baiknya.

Menjadi guru tidaklah mudah. Guru harus meluangkan waktu, fikiran dan tenaga untuk mendidik anak- anak muridnya agar kelak anak muridnya menjadi anak yang bisa berguna bagi bangsa dan negara. Banyak yang tahu  berapa  penghasilan guru pada saat itu.  Kalau di hitung- hitung mungkin tidak sebanding dengan pengorbanannya untuk berangkat pagi mengajar sampai sore. Dia tidak pernah mementingkan dirinya sendiri. Terkadang jika lelah, sakit  tetap terus mengajar. Lihat betapa besar pengabdian guru kepada muridnya. Yang ada di fikirannya saat itu, dia ingin mendidik, mengajarkan muridnya dengan baik dengan ilmu yang dia miliki agar kelak anak-anak yang ia didik bisa membanggakan bangsa dan negara. Dia tidak pernah melihat penghasilan yang dia dapatkan, yang dia inginkan adalah memberikan ilmu yang bermanfaat untuk anak muridnya.

Kalau kita bilang menjadi guru itu enak, yang mungkin hanya duduk diam di dalam kelas, ternyata kita salah. Di dalam duduknya dia diberikan tanggung jawab dan tugas yang berat yang harus dia pikul di bahunya. Mengapa demikian?  Karena semua orang tua menitipkan putra dan putrinya untuk diajar dan didik dengan baik oleh guru di sekolah dan orang tua murid memberikan kepercayaan sepenuhnya untuk para guru yang ada di sekolahnya tersebut. Jadi itulah alasan mengapa menjadi guru tidaklah mudah.

Di satu sisi, guru harus ramah, sabar menunjukan pengertian, memberikan kepercayaan dan menciptakan suasana aman. Akan tetapi di sisi lain guru harus memberikan tugas, mendorong siswa untuk mencapai tujuan, mengadakan koreksi, menegur dan menilai. Seorang guru dalam mendidik perlu memahami pikiran dan perasaan anak didiknya. Kepribadian seorang guru seolah-olah terbagi menjadi dua bangian. Di satu pihak, harus bersikap empati dan di pihak lain, harus bersikap kritis.

Untuk mewujudkan kepribadian tersebut, maka setiap guru perlu menyadari tugas dan posisinya sebagai pengajar, pendidik dan pelatih. Guru yang baik adalah guru yang tidak pernah melihat materi, tidak pernah melihat apa pun. Dia mengabdikan dirinya berdasarkan panggilan jiwa, panggilan hati nurani bukan karena tuntutan uang belaka yang membatasi tugas dan tanggung jawabnya sebatas dinding sekolah. Ada suatu kata mutiara untuk sang guru “berdiri dan hormatilah gurumu dan berikan penghargaan untuknya karena seorang guru hampir saja merupakan seorang Rasul."

Dari kata mutiara tersebut dapat kita lihat betapa mulianya tugas seorang guru. Jadi wajarlah jika guru mendapatkan julukan yang tidak akan pernah ditemukan pada profesi yang lainnya. Semua julukan itu perlu dilestarikan dengan pengabdian yang tulus ikhlas dan dengan motovasi kerja untuk membina watak anak-anak didiknya, yaitu “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”

Mudah-mudahan julukan pahlawan tanpa tanda jasa itu dapat kita temui dan dapatkan, bukan hanya pada saat terdahulu melainkan saat ini, esok dan seterusnya. Teruslah berjuang untuk mengajar, dan mendidik murid-muridmu wahai guruku, agar suatu saat nanti ilmu yang kau berikan dapat bermanfaat untuk bangsa dan negara.

Menjadi guru dan terus mengabdi. Pengapdian seorang guru yang tidak akan pernah lelah mengajarkan dan mendidik kita semua. Baginya tidak ada yang tidak bisa. Dia yakin semua muridnya itu pasti bisa menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara. Nah bagi kita sebagai murid belajarlah dengan baik dan benar agar suatu saat nanti kita bisa bangga berdiri di atas podium dengan penghargaan yang bisa membuat bangga bangsa dan negara dengan menyebutkan guru-guru yang sudah mendidik dan mengajarka kita dengan baik.

Penulis adalah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me