Langsung ke konten utama

Relawan MRI-ACT Aceh Lewati Banjir Serahkan Bantuan Paket Pangan di Aceh Barat

dok. ACT Aceh

Aceh Barat – Langit masih mendung. Tanah masih basah.Hujan turun deras tadi malam. Di suasana seperti itu, sejak pagi hingga menjelang ibadah salat jumat, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Aceh Barat – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh bergerak ke rumah-rumah warga kurang mampu untuk mendistribusikan paket pangan, Aceh Barat, Jumat(1/5).
Pembagian paket dilaksanakan di tiga kecamatan yakni Meureubo, Johan Pahlawan, dan Pantee Cermin, dengan total enam desa. Saat tiba di Desa Pasie Leuhan, Johan Pahlawan, kondisinya dalam keadaan banjir setinggi lutut kaki orang dewasa. Relawan berhati-hati membawa paket berisi beras, gula, telur, dan minyak ke atas agar tidak basah.
Banjir tidak sampai memasuki rumah warga yang didatangi para relawan. Rata-rata rumah warga berbentuk rumah panggung menguntungkan mereka dalam kondisi banjir seperti itu. 
Adalah Maulidar, Bendahara MRI Aceh Barat – ACT Aceh, bersama anggota relawan lainnya menginisiasi pengumpulan donasi selama seminggu dari para dermawan di Meulaboh, Aceh Barat, satu di antaranya berasal dari Banda Aceh. “Di tengah Ramadhan ini, kita terancam covid-19. Warga kurang mampu tentunya membutuhkan pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.
Ia mengatakan,kondisi alam tidak menyurutkan semangat mereka. Pendistribusian paket pangan direncanakan terus berlanjut dengan harapan mendapatkan dukungan dari para dermawan. Hal itu malah membuat mereka semakin semangat karena warga kurang mampu dapat merasakan manfaat paket pangan di tengah kondisi sulit. 
Bagi para dermawan dapat berpartisipasi dengan mengirimkan kepeduliannya melalui virtual account BNI Syariah 8660291020030040 atas nama Aksi Cepat Tanggap. “Tentunya, kepedulian kita bersama sangat berarti bagi mereka keluarga prasejahtera,” ungkapnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab