POTRET Gallery

Soal Belanja, Mana Tahan?

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


            
Oleh Zahran Zikra
Alumnus Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,USK
                Rayuan gombal. Mungkin dua kata yang dapat diimplikasikan untuk menyatakan hawa nafsu. Seringkali kita tidak sadar sewaktu dirayu oleh setan. Namun kita tidak mau memperdulikan hal tersebut selama kita masih bisa menurutinya. Pernahkah sahabat nonton film atau sinetron yang ada lakon jin baik dan jin jahatnya? Saya yakin kalian pernah melihatnya di film-film. Dalam fim-film tersebut jin jahat  alias syetan yang berada di sebelah kanan seorang tokoh selalu menggoda seorang tokoh dengan cerdik. Ketika seorang tokoh sedang digoda, pasti tokoh itu membayangkan apa yang dikatakan jin jahat tersebut ,bukan? 
Nah, mungkin itu juga yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari, walaupun syetannya tidak terlihat secara kasat mata. Ketika kita menuruti apa maunya si Hawa nafsu tersebut, perasaan kita senang bukan kepalang, bukan? Namun sayangnya, kesenangan yang kita peroleh sewaktu itu hanya kesenangan sesaat, setelah itu baru merasakan penderitaan, ataupun penyelasan. Hal itu kerap kali dialami oleh para sophaholicdimana pun. Asalkan punya banyak uang di kantong, maka langsung disabet apa yang ingin dibelinya.
            Nafsu, bukanlah kata-kata yang identik dengan birahi. Nafsu itu memiliki banyak jenis, bukan hanya birahi saja, tetapi ada juga yang lain, di antaranya nafsu belanja. Nafsu belanja adalah nafsu yang sering digandrungi oleh kaum hawa, sedikit kaum adam. Jika nafsu belanja ini selalu diturutinya, maka uang seberapapun tak henti-henti keluar dari kantong. 
            Jika kita pergi ke pusat perbelanjaan, mata kita selalu disibukkan dengan pemandangan keramaian orang, termasuk barang-barang yang berada di pusat perbelanjaan tersebut. Tidak hanya di shopping mallsaja yang ramai, tetapi juga sampai di kaki lima saja ramai kita jumpai orang yang berbelanja. Biasanya kalau sudah pergi ke tempat berbelanja, pasti tak ada tangan yang kosong ketika pulang.Ada saja barang belanjaan yang dijinjingnya. Meskipun orang tersebut hanya menemani kawan, ataukah kerabat kerjanya, namun  dia tetap juga tergoda dengan barang yang penuh sugesti untuk dibelinya.Tahukah sahabat semua? Pada saat itulah setan tertawa sumringah menyaksikan umat manusia yang tergoda dengan rayuannya, sehingga manusia terjerumus dengan nafsu belanja yang ditawarkan oleh setan dan akhirnya berujung pada kemubaziran atau kesesia-siaan.
            Syetan memang takkan pernah lelah menggoda manusia, yang penting manusia itu selalu dalam keadaan rugi. Tapi malangnya, walaupun hawa nafsu itu sering permainkan oleh syetan,tapi manusia tetap belanja tanpa batas. Rayuan maut syetan terhadap nafsu berbelanja memang sangat ampuh. Setiap kali syetan merayu dengan rayuan gombalnya,tetap saja manusia meleleh, walaupun ia tahu bahwa nafsu datangnya dari syetan. Nasfu inilah yang perlu diberi lampu merah dan perlu diwanti-wanti hal tersebut. Jangan sampai kita terjerumus kepada kemubaziran, berfoya-foya, dan berpamer ria dengan apa yang kita miliki. Ingatlah, kepuasan yang kita dapat hanyalah sementara. Pada saat itu juga syetan juga puas, bukan puas dengan belanjanya, tetapi puas karena berhasil merayu manusia.
            Supaya kita tidak kalah dengan syetan, maka buatlah syetan kapok merayu kita. Bagaimanakah caranya? tidak mesti kita harus tutup mata, tutup telinga rapat-rapat ketika masuk ke pusat berbelanja. Akan tetapi, kita harus tahu bagaimana caranya memilah-milih mana yang patut kita belanjakan. Manakah yang patut kita belanjakan? yaitu barang yang menjadi kebutuhan,barang-barang yang harus segera dipenuhi dan bermanfaat.Tapi kalau dipikir, pikir lagi, semua barang itu bermanfaat bukan? Maka pilihlah barang yang pemenuhannya tidak bisa ditunda. Urungkan semua keinginan yang tentu tidak sesuai dengan kebutuhan kita. Kemudian, satu lagi yang perlu kita, sadari ketika kita hendak menuruti hawa nafsu, ingatlah bahwa kita sedang dirayu, jika hal demikian sudah terjadi, maka urungkanlah niat untuk menurutinya. Nah, marilah kita buat syetan enggan merayu dengan rayuan mautnya.

Click to comment