Langsung ke konten utama

Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Langsa Laksanakan Diskusi Optimalisasi Peran dan Tusi





Langsa, potretonline.com, 08 Juni 2020. Diskusi Optimalisasi Peran dan Tusi Cabdin Kota Langsa dihadiri oleh Tenaga Ahli Dinas Penidikan Aceh Bapak Drs. H. Laisani, M.Si sebagai Narasumber utama dalam kegiatan ini. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Cabang Dinas Pendidikan Kota Langsa yang berlangsung pada hari Senin, 08/06/2020 dimulai dari pukul 14.00 sd 17.00 Wib. Diskusi ini dihadiri oleh seluruh keluarga besar Cabdin Kota Langsa, Kepala Sekolah SMA, SMK, SLB dan Para Pengawas Sekoah se-Kota Langsa. 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Langsa, Abdul Jaban, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergisitas, koordinasi, konsultasi dan program/ kegiatan tahun 2021, sehingga peran Cabdin, Kasek dan Pengawas dalam memajukan pedidikan di Kota Langsa akan semakin meningkat.

Hasil diskusi ini berguna bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Langsa pada tahun ajaran 2020/2021 yang sebentar lagi akan kita laksanakan bersama, sambung Jaban. Sementara Drs. H. Laisani, M.Si pada kesempatan ini menyampaikan bahwa diskusi ini kita mulai dari proses rekrutmen calon peserta didik baru, sehingga jelas arah dan tujuan pendidikan yang akan dilaksanakan, baik di SMA, SMK dan SLB. Dikarenakan para siswa, guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di Kota Langsa memiliki potensi besar untuk memajukan pendidikan di Kota Langsa, hal ini dapat kita lihat dari setiap event perlombaan, baik di tingkat Provinsi maupun Nasional. Nama Kota Langsa selalu muncul, bahkan sampai meraih mendali emas. Ini suatu kebanggaan bagi Provinsi Aceh.

Selanjutnya Laisani menjelaskan dasar konsep pendidikan di tingkat menengah, antara lain: bagi SMA mengarahkan peserta didiknya untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi/ Universitas, untuk SMK mengarahkan peserta didiknya ke Dunia Usaha/ Dunia Industri (DU/DI), pada akhirnya akan bekerja dan membuka usaha. Sedangkan untuk SLB mengarahkan peserta didiknya untuk dapat memiliki skill tertentu sehingga dapat menghidupi dirinya sendiri.

Hal tersebut di atas akan terlaksana apabila ada Sinergisitas dan koordinasi antara Cabang Dinas, Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah. Tiga kekuatan ini harus bersatu dan saling bekerjasama yang pada akhirnya konpetensi siswa di Kota Langsa akan terus meningkat dari tahun ke tahun, ungkap Laisani.

Dari kegiatan diskusi yang dilaksanakan diperoleh beberapa kesimpulan antara lain:
Bagi SMA adalah Pertama, memperkenalkan Universitas kepada peserta didik baru. Kedua, melaksanakan seleksi minat dan bakat peserta didik baru. Ke tiga, bekerjasama dengan beberapa Universitas untuk menjaring minat dan bakat peserta didik baru. Ke empate, menjelaskan kepada peserta didik baru kemana arah dan tujuan pembelajaran di SMA dan ke lima, meningkatkan kemampuan sains bagi siswa di SMA

Kemudian bagi SMK ada enam kesimpulan, yakni menentukan rasio jumlah DU/DI berdasarkan jumlah peserta didik dan Jurusan. Kedua, menjalin kerjasama dengan DU/DI terkait kurikulum SMK. Ke tiga, melaksanakan magang bagi guru kejuruan di DU/DI. Ke empat, guru mengaplikasikan ilmunya bagi peserta didik selama proses pembelajaran. Ke lima, melaksanakan magang bagi siswa di DU/DI dengan pola yang telah disepxakati beraam dan ke enam,  mengarahkan siswa untuk bekerja dan membuka usaha secara mandiri.

Sementara bagi SLB meliputi empat hal masing-masing, pertama memeberikan semangat  bagi peserta didik untuk dapat menghidupi dirinya sendiri. Ke dua, menelusuri minat dan bakat anak berkebutuhan khusus. Ke tiga, memberikan pelatihan life skill sesuai minat dan bakat anak dan ke empat memantau perkembangan anak hingga memiliki penghasilan sendiri.

Kontributor: Muhammad Hendra.





























































Komentar

Postingan populer dari blog ini

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab