Langsung ke konten utama

Perjuangan Para Ibu Pedagang Kecil di Aceh Hidupkan Ekonomi Keluarga di Tengah Pandemi Covid-19


Subulussalam –potretonline.com, 08/06/20. Dagangan bakso goreng milik Aswah pernah hampir tidak laku selama sepekan setelah salah satu warga desanya terindikasi positif covid-19. Masyarakat semakin waspada terhadap keselamatan diri yang berimbas kepada pedagang kecil seperti Aswah.

Aswah menjadikan bagian depan rumah sederhananya di Gampong Belegen Mulia, Simpang Kiri, Subulussalam sebagai lapak menjual dagangannya. Hari biasanya, anak-anak sekolah mampir membeli bakso goreng. “Anak sekolah mampir ke sini untuk jajan. Sekarang sekolah libur, pendapatan saya menurun drastis,” terangnya, Juni 2020, Gampong Belegen Mulia, Simpang Kiri, Subulussalam.

Padahal ia beserta suaminya sangat membutuhkan biaya selain menopang hidup keluarga sederhananya. Ia memerlukan biaya membawa anaknya berumur 10 bulan operasi katarak dan paru-paru akibat terjangkit virus rubela. Meskipun ekonomi keluarga ditopang dirinya bersama suaminya yang bekerja sebagai pengatur sound system masjid, kebutuhan biaya tetap saja jauh dari kata cukup.

Berbagai kondisi tersebut memaksa Aswah menggunakan modal usahanya untuk menafkahi keluarga. Ia sadar jika modal habis tidak tersisa, usahanya kemungkinan besar gulung tikar. 

Alhamdulillah, kabar baik menyapa Aswah. Melalui program sedekah modal dalam program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (UMI) dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, Aswah dapat kembali menjalankan usahanya dengan modal yang diberikan melalui Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Subulussalam. Modal tersebut diberikan kepada kaum ibu pengusaha mikro penopang ekonomi keluarga. Sehingga mereka bisa terus menjalankan usahanya di tengah kondisi sulit akibat pandemi covid-19. Modal tersebut disalurkan mencakup di seluruh wilayah Aceh melalui tim MRI setempat.

Aceh Barat Daya 

Berulang kali Hasmiati, penjual gorengan menyalami tim MRI Aceh Barat Daya – Aksi Cepat Tanggap (ACT) setelah menerima sedekah modal usaha dalam program Sahabat UMI beberapa waktu lalu. Ia begitu terharu dan bersyukur karena selama pandemi covid-19 kondisi ekonomi keluarganya anjlok.

Ibu beranak empat ini menafkahi keluarganya seorang diri melalui usaha menjual gorengan. Suaminya telah tiada beberapa tahun lalu. Dulu ia berjualan di sekolah sehingga usahanya jauh lebih hidup dibandingkan sekarang. Kini sekolah diliburkan akibat pandemi.

Warga Gampong Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya ini mulai berjualan sejak pagi hingga sore dibantu anaknya berumur 18 tahun. Terkadang para tetangga meringankan beban ekonomi Hasmiati dengan menyapanya sambil memberikan bantuan maupun santunan anak yatim.

Aceh Barat

Halimatun Sa'diah seketika menjadi satu-satunya tulang punggung ekonomi keluarga setelah suaminya yang bekerja sebagai sopir truk pengangkut pasir tidak lagi menerima orderan akibat pandemi covid-19. Ia membuka kios kecil-kecilan di depan rumahnya di Gampong Gampa, Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Usaha kecil-kecilannya hanya mampu menutupi kebutuhan sehari-hari saja. Ia begitu sedih karena di momentum Hari Raya Idul Fitri kemarin tidak mampu membelikan baju baru untuk anak-anaknya. “Tapi kami bersyukur karena anak-anak tidak protes dan mengerti keadaan kami sekarang,” ucapnya.

Ia berencana menambah jumlah barang di kios dari bantuan sedekah modal usaha Sahabat UMI yang disalurkan oleh MRI Aceh Barat. Dari wajahnya masih terpancar semangat memperjuangkan ekonomi keluarga meskipun kondisi sekarang tidak menentu. 

Banda Aceh 

Sementara waktu, suami Hafni tidak bisa bersamanya untuk menafkahi keluarganya. Tapi, Hafni tidak patah arang. Dengan segala daya dan upayanya, Hafni kembali membangun kepercayaan dirinya. Ia sudah pernah menjalankan usaha kecil menjual sayur-sayuran meskipun tidak laku. 

Ia tidak memiliki latar belakang pengusaha. Sehari-hari ia menyediakan jasa menyetrika baju di rumah warga. Pendapatan tergolong kecil, hanya Rp 80.000 per minggu. Berbisnis kecil-kecilan merupakan harapan besarnya untuk menafkahi satu orang buah hatinya. Namun kini jasanya kurang dibutuhkan imbas covid-19. Katanya, dulu ibu-ibu menggunakan jasa penyetrika baju karena kesibukan mengurus anaknya sekolah. Pakaian kotor pun bertambah. “Sekarang kondisinya sudah berbeda,” ucapnya.

Usaha menjual makanan berupa ikan dan kuah siap saji menjadi pilihan usahanya sekarang. Modalnya berasal dari program sedekah modal Sahabat UMI yang disalurkan MRI Banda Aceh. Ia menggelar lapak kecil di depan rumahnya di Gampong Doy, Ulee Kareng, Banda Aceh. “Mudah-mudahan usaha kecil-kecilan saya berjalan lancar,” harapnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me