Langsung ke konten utama

Mari Berkarya.



Oleh Anita Sari

Ini sebagai mahasiswi di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Semuanya dimulai dari sini. Ini adalah tulisan pertama saya yang didasarkan atas dukungan keluarga, sahabat dan masih banyak pihak-pihak lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.  Awalnya saya berpikir menulis itu sangat sulit dan membutuhkan waktu yang lama, tetapi setelah saya coba, ternyata apa yang saya pikirkan itu salah. Menulis itu juga dapat memberi wawasan luas bagi pembaca. Mereka yang termotivasi akan tercipta untuk berkarya melalui tulisan yang dituangkan dari pikirannya. Sebelum tulisan ini berkembang, saya pernah membaca beberapa buku lain yang diciptakan oleh orang yang lebih berpengalaman dalam menciptakan tulisan-tulisan yang bermotivasi. Saya ingin tau bagaimana mereka memulai dan mencoba, sehingga menghasilkan tulisan yang berkarya dan bermakna bagi orang lain, dan mengapa mereka bisa? Sementara saya tidak. Saya ingin bisa berkarya seperti mereka yang telah menciptakan berbagai banyak buku.

Dan menulis itu tidak membuang waktu  dengan percuma dan sia-sia. Saat kita sedang memiliki waktu luang, tidak salahnya mengisi dengan beberapa kata yang ingin kita tunjukkan. Tidak mesti melalui melalui lisan, tetapi bisa saja melalui tulisan, sehingga membujuk para pembaca tulisan kita untuk berkarya seperti yang kita lakukan sekarang. Dengan membaca, juga menambah pengetahuan, sehingga menarik untuk mencoba pengetahuan yang positif dari beberapa tulisan yang kita untaikan di lembaran kertas.

Caranya cukup mudah, pikirkan tema apa yang akan kita tulis. Jika sudah menemukan inspirasi, ambil pena dan kertas lalu tuangkan bush pikiran kita melalui pena yang akan terus menghasilkan huruf-huruf, sehingga memenuhi lembaran demi lembaran kertas. Setelah  itu, baca jasil tulisan tersebut dan perhatikan dengan seksama kata demi kata yang kita tulis. Jika semua sudah benar, bisa langsung dikirim ke majalah percetakan, atau share ke akun sosial media agar tulisan kita dapat dibaca banyak orang, dan lambat lain kita juga akan dikenal banyak orang dengan karya tulisan tulisan kita. Tidak perlu lagi dengan susah menghiasi pinggiran lembaran kertas dan mewarnainya dengan mensisipkan nama di pojok sudut kertas, lalu menempelkan di mading sekolah saja, yang hanya akan dibaca oleh beberapa siswa bahkan hanya dilalui saja. Setelah beberapa hari akan dicabut dan digantikan dengan tulisan yang baru. Jadi menurut saya berkarya itu tidak hanya di satu tempat, tapi banyak peluang tempat untuk menyalurkan hasil karya-karya kita. 

Jadi jangan sampai kata-kata kreatif kita hanya tersimpan di fikiran saja ya...

Baiklah untuk sementara hanya ini beberapa tulisan dari saya semoga bermanfaat untuk kalian semua. Terima kasih (pembaca)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me