Agar Anak-Anak Belajar di Rumah Dengan Nyaman

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

 


Oleh Tabrani Yunis

Sejak merebaknya virus Corona yang kemudian semakin popular dengan sebutan Covid 19 di hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia, kegiatan pendidikan ikut terdampak parah. Parahnya dampak terhadap dunia pendidikan adalah terhentinya proses belajar mengajar di sekolah dalam bentuk tatap muka. Proses belajar mengajar kemudian dipaksa harus lewat daring alias Online dan luring alias offline. Anak-anak kita mau atau tidak mau harus belajar dari rumah. The learning process from school to house, lewat online. Perubahan paradigma pembelajaran yang sebelumnya dalam suasana tatap muka ke model pembelajaran daring dan luring, membuat semua pihak tergagap-gagap. Pemerintah sebagai penyelenggara pedidikan formal yang kita sebut dengan sekolah tersebut menjadi kalang kabut, karena tidak siap menghadapi ancaman bahaya Covid 19 ini. Ya, kegiatan sekolah terhenti dan harus disikapi dengan berbagai strategi. Salah satunya adalah dengan menghentikan kegiatan belajar tatap muka.



Pilihan yang ada adalah daring dan luring. Maka, selain pemerintah menjadi gagap, pihak sekolah sebagai penyelenggara proses belajar mengajar juga menjadi gagap, karena guru sebagai praktisi pendidikan yang melaksanakan proses belajar mengajar diharuskan melakukan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan fasilitas internet, online dan offline. Banyak guru yang tidak siap, karena kapasitas guru dalam penggunaan teknologi informasi berupa piranti komunikasi seperti gadgets untuk kepentingan pembelajaran. Banyaknya guru yang tidak menguasai teknologi komunukasi dalam pembelajaran tersebut, membuat proses pembelajaran lewat online dan offline menjadi tidak begitu optimal dan efektif. Bukan hanya guru, para peserta didik juga menjadi kelimpungan, karena faktor ketidakmampuan menyediakan gadgets yang sesuai dengan kebutuhan belajar. Selain itu juga anak-anak semakin bosan berada di sekolah karena banyak hal, misalnya malas, tidak punya teman belajar, suasana yang tidak kondusif dan sebagainya. Begitu pula halnya dengan orang tua yang tiba-tiba harus menjalan peran guru di sekolah dengan kapasitas yang terbatas. Akibatnya anak merasa tidak nyaman belajar di rumah dan proses belajar pun tidak berjalan baik. Ini jelas sangat membahayakan bagi anak-anak.





Tentu saja kondisi anak yang bosan belajar di rumah tidak boleh dibiarkan berlangsung lama, karena akan menurunkan minat anak belajar. Orang tua harus benar-benar bijak menjalan proses pembelajaran di rumah. Orang tua juga harus bisa membuat anak-anak nyaman belajar di rumah. Untuk itu bagi orang tua, perlu membuat suasana belajar bagi anak yang menarik di rumah. Sediakan mereka fasilitas belajar yang cukup. Selain itu, anak-anak yang pada usia sekolah Dasar masih dalam fase bermain dan belajar, tidak salah bila orang tua menyediakan mereka mainan-mainan edukasi. Mainan-mainan edukasi tersebut akan membuat anak-anak senang dan bahagia, sambil belajar, menumbuhkan sikap kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan mainan-mainan edukatif tersebut.

POTRET Gallery yang terletak di jalan Prof. Ali Hasyimi, Pango Raya Banda Aceh, menyediakan berbagai macam mainan edukasi, alat tulis dan bahkan meja belajar agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman di rumah. Silakan saja ke POTRET Gallery. Insya Allah lebih lengkap dan lebih murah.

Click to comment