Langsung ke konten utama

Perkutut Kampung Menjelajah Dunia

Foto : Kamboja


Oleh Tabrani Yunis



Kata pepatah, jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa. Pepatah ini, tentu tidak berlaku bagi semua orang. Tidak semua orang akan bisa hidup lebih lama dan tidak semua orang bisa berjalan lebih jauh, karena syarat untuk bisa berjalan lebih banyak dan lebih jauh tersebut bukan ditentukan oleh satu faktor. Banyak faktor yang mungkin bisa membuat seseorang untuk bisa mewujudkan aktivitas berjalan lebih banyak dan lebih jauh tersebut. Bisa jadi karena faktor usia yang begitu pendek. Namun, ada orang yang usianya panjang, namun langkahnya tidak begitu panjang. Artinya perjalanan yang ia tempuh, hanya terbatas di area kelahiran. Ia tidak mendapatkan kesempatan, karena terbatasnya ilmu, teman dan pengetuhuan, serta karier yang tidak gemilang, sehingga tidak ada sumber keuangan yang membuat ia bisa menempuh perjalanan yang jauh. Seperti kita ketahui bahwa  untuk mendapatkan kesempatan banyak berjalan sangat ditentukan oleh kondisi ekonomi, sosial, kapasitas dan sebagainya. 



 Foto : Canada

Idealnya, semakin baik kemampuan keuangan atau finansial kita, maka semakin besar kesempatan kita untuk melakukan perjalanan, misalnya berjalan-jalan ke luar Negeri.Tak dapat dipungkiri bahwa uang  selalu menjadi penggerak langkah kita, karena ketika kita ingin melangkah lebih jauh, kita harus perhitungkan berapa banyak uang yang kita miliki. Untuk bisa memperbanyak perjalanan, atau menambah semakin jauh jarak perjalanan yang kita lakukan, biasanya memang membutuhkan banyak uang. Kita harus punya cukup uang. Oleh sebab itu, seringkali kita bertanya pada diri kita, apakah uang yang kita miliki cukup untuk membayar uang transport kita, seperti tiket pesawat, tiket kereta api, tiket bus, Taxi bahkan ongkos becak. Bukan hanya untuk transportasi, kita juga membutuhkan uang untuk akomodasi. Ya kalau kita melakukan traveling, tidak mungkin kita akan bisa beristirahat di jalan atau bernaung di bawah pohon saja. Pasti kita akan membutuhkan tempat penginapan. Kalau tidak bisa hotel mewah, ya bisa menginap di losmen atau sejenisnya. Apalagi kalau destinasi yang kita tuju berbeda musim dan iklim. Pasti kita tidak bisa berlanglang buana tanpa membutuhkan tempat penginapan. Jadi wajar kalau kita sebut bahwa semua ini membutuhkan uang, sebagai biaya akomodasi. Nah, untuk biaya transportasi dan biaya akomodasi seperti hotel untuk menginap, selalu membutuhkan uang, bukan?




Jadi, secara normalnya, bila melihat kisah-kisah perjalanan seseorang, tak dapat kita pisahkan dengan uang. Banyak bukti bahwa  seseorang bisa banyak berjalan, bahkan mengelilingi dunia,  apabila punya uang yang banyak dan punya kemauan untuk melakukan perjalanan itu. Seperti halnya para pebisnis  atau pedagang yang sukses, artis, pejabat dan juga penjahat, apakah didukung atau tidak oleh  kegemaran untuk berpetualang, karena kepentingan  bisnis atau dagang, serta kepentingan lainnya, mereka harus berjalan hingga sampai ke tujuan. Misalnya, dengan satu alasan bisnis yang mengharuskan dia melakukan perjalanan tersebut. Ini adalah salah satu prasyarat seseorang melanglang buana atau mengadakan perjalanan alias traveling.



Selain alasan tersebut di atas,  ada banyak orang yang juga bisa membuat hidupnya penuh dengan aktivitas berjalan hingga melewati banyak batas negara. Memang uang menjadi alat yang membuat kita bisa berjalan jauh, namun tidak selamanya kita harus memiliki uang yang banyak untuk bisa berpergian hingga berkeliling dunia, melewati batas negara-negara serta benua. Seseorang juga bisa melakukan banyak perjalanan atau travelling, dengan modal ilmu, pengalaman dan kemampuan membuat jaringan dengan banyak pihak.  Orang yang kaya ilmu, pengalaman dan banyak jaringan pertemanan,   bisa mematahkan alasan   seseorang memiliki banyak uang. Buktinya, banyak orang kaya dan memiliki banyak uang, tetapi tidak pernah dapat menikmati hidup dengan melakukan banyak perjalanan untuk berwisata atau pelesiran ke berbagai sudut negeri. Alasannya banyk. bisa karena sibuk dengan pekerjaan mencari dan mengumpulkan uang sebagai upaya memperkaya diri dan lain sebagainya.

Sementara, bagi mereka  berilmu dan berpengalaman, walau tidak punya banyak uang, tetapi bisa menikmati banyak perjalanan. Selama ini sangat banyak orang yang bisa melakukan perjalanan jauh, melintasi batas Negara tanpa harus mengeluarkan dana sendiri. Misalnya, seorang mahasiswa yang melanjutkan pendidikan ke luar Negeri, dengan ilmu dan ketrampilan yang ia miliki, ia bisa memperoleh dana beasiswa untuk belajar di universitas-universitas di luar Negeri. Begitu pula halnya dengan orang yang giat membangun  jaringan kerja sama dan melakukan pekerjaan-pekerjaan sosial.  Ia  bisa bejalan jauh dan semakin jauh mengelilingi dunia, tanpa harus membiayai perjalanannya sendiri, untuk semua kebutuhan biaya perjalanan. Kalaupun dibutuhkan biaya, biasanya hanyalah untuk keperluan belanjaan yang sifatnya untuk membeli souvenir bagi  orang- orang terdekat. Sementara untuk biaya tiket, hotel dan konsumsi, sudah ada yang membayarnya. 

 

Banyak orang yang beruntung karena modal ilmu, pengalaman kerja dan buah dari kemauan dan kemampuan berjaringan secara nasional dan internasional. Aku adalah salah sat dari sekian banyak orang itu.  Aku telah diberikan kesempatan oleh Sang pencipta, untuk menelusuri jalan di beberapa belahan dunia. Alhamdulilah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me