POTRET Gallery

POTRET Gallery
Pusat Belanja Unik

JENUH DI AMBANG PINTU

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


Oleh Luluk Bariroh

 

Aku adalah bukan diriku,

di mana waktu telah

kupersembahkan kepada

kertas yang mampu menukar 

dahaga, termasuk kebanyakan 

orang rela melakukan itu

 

Ketika burung berkicau 

perlahan cahaya 

silaukan penglihatan 

saat mimpi jelas tergambar 

atau selimut makin tebal,

namun perlahan semua 

musti ditepiskan

 

Memasuki gerbang kedua kaki 

bagai terpaku di bumi, 

lalu melihat wajah-wajah 

arogan sedingin batu, 

mesin pekerja di sebidang 

gedung menjulang,

juga tumpukan berkas 

di atas meja

 

Aku terperangkap di antara

kurcaci tak berperasaan

atau kenapa diri ini betah 

enggan meneriakkan lengking 

suara di sekumpulan 

telinga paling bebal

 

Ingin aku berontak 

di merah wajahku pada 

sekeliling itu agar terlepas 

dari sekapan

 

Kemilau senja di ufuk barat 

menerobos jendelan kaca 

sebagai tanda jemu 

telah usai, namun aku 

terjebak di jalan 

menuju pulang

 

Di pintu rumah metropolitan 

pengucap bergumam,

Entah sampai kapan

 

Semarang, 12 September 2020

 

 

LULU B, seorang pendidik di sebuah Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Semarang. Sangat mencintai dunia literasi. Menulis menjadi kegiatannya di sela kesibukannya. Beberapa novel telah diterbitkan, juga antologi cerpen dan puisi bersama penulis lain.

Click to comment