POTRET Gallery

POTRET Gallery
Pusat Belanja Unik

Musim Bunga

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>




Oleh Tabrani Yunis


Apa yang anda bayangkan ketika orang-orang berucap atau berkata ini musim bunga? Tidak salah lagi, pasti yang terbayang di pikiran adalah pohon-pohon yang di kebun, di penatang sawah, di pinggir jalan, di pekarangan rumah, sekolah, kantor dan lain sedang berbunga, warna warni, indah dan mengeluarkan bau merebak. Itu adalah kelaziman kita ketika mendengar musim bunga. Mengapa demikian? Ya, begitulah adanya. Musim bunga merupakan musim yang indah, bahkan menjadi sangat romantis bagi kebanyakan orang selama ini. Bukan mustahil pula bila musim bunga adalah musim yang dinanti-nanti.

Jepang misalnya, orang-orang suka berkunjung ke Jepang atau orang Jepang sendiri pasti suka menanti datangnya musim bunga sakura. Malah banyak yang berusaha memprediksi kapan dan dimana bisa menikmati musim Sakura, Tokyo, Kochi, Fukuoka atau kawasan lainnya. Di Belanda yang terkenal dengan bunga Tulip juga selalu menanti datangnya musim bunga itu. Bagi para pelancong atau turis yang menjadikan Belanda sebagai destinasi wisata, atau bila sedang ada kegiatan di Belanda, pasti akan mencoba menyesuaikan waktu untuk bisa melihat bunga tulip. Bila membaca pengalaman banyak orang yang ke Belanda, tempat yang tepat untuk menikmati indahnya tulip itu ada di taman Keukenhof yang letaknya di Lisse, Belanda Selatan.

Nah, berkunjung ke taman bunga atau menikmati bunga di musim bunga merupakan momentum yang sangat ditunggu-tunggu dan mengasyikan. Bukan hanya membuat pikiran fresh, tetapi sejalan dengan perkembangan zaman dan perubahan perilaku manusia saat ini, musim bunga adalah musim yang penuh keindahan. Apalagi di era digital sekarang, ketika gadget dan media sosial menjadi alat sosialisasi, swafoto atau selfie, musim bunga adalah momentum yang paling pas buat selfie. Tidak percaya?

Tidak perlu harus ke Jepang atau ke Belanda untuk bisa membuktikan bahwa musim bunga itu sangat disukai atau dinanti orang, kita bisa lihat dan ingat, ketika di beberapa tempat di daerah anda ada kebun atau taman bunga. Ingatkah dengan kehebohan taman bunga di Aceh Jaya atau di Pidie dan Aceh Besar? Nah, bagi anda yang tinggal di Aceh, khususnya di kota Banda Aceh dan sekitarnya, sudah banyak yang mendatangi lokasi taman bunga tersebut dan berfoto ria, lalu membagikannya di media sosial, seperti Facebook, Twitter, instagram dan lain-lain.

Nah, bagaimana dengan musim bunga yang sedang begitu ramai di kota Banda Aceh? Apakah sama dengan musim bunga di Jepang atau Belanda? Kelihatannya bunga yang satu ini beda. Ya berbeda dengan musim bunga yang lazim dalam kehidupan kita selama ini. Mengapa berbeda?

Jelas berbeda. Musim bunga di kota Banda Aceh yang marak selama hampir enam bulan ini, tidak harus menunggu datangnya musim semi, atau musim bunga berbunga. Walau sebenarnya mungkin ada saat-saat bunga atau pohon-pohon berbunga dan berbuah, namun musim bunga di kota Banda Aceh sejak enam bulan ini memang sangat berbeda, karena tidak mengikuti siklus musim. Lalu, apa yang terjadi?




Musim bunga di kota Banda Aceh akhir-akhir ini merupakan musim yang diakibatkan oleh pandemi Covid 19. Ya, Covid 19 yang sangat menakutkan dan mematikan itu telah menyebabkan kita mengubah pola hidup. Ya, semua masyarakat di mana saja berada, termasuk di kota Banda Aceh, mau tidak mau harus mematuhi protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran virus Corona secara masih dan cepat. Ya, penyebaran Covid 19 telah memaksa kita untuk tetap di rumah. Melakukan aktivitas di rumah saja. Kita dipaksa keluar dari kebiasaan lama yang setiap hari keluar rumah menuju kantor atau tempat kerja, ke sekolah untuk belajar dan malah ke pasar dan rumah-rumah ibadah, yang kemudian semua harus dilakukan di rumah. Bayangkan saja sudah lebih 6 bulan harus mendekam di rumah. Para perempuan yang sebelumnya betah berada di rumah saja, kini mulai merasa bosan. Banyak yang memilih keluar rumah untuk kepentingan-kepentingan mendesak dan yang hanya sekadar cuci mata agar tidak stress di rumah.

Entah karena merasa bosan stay at home, work at home dan study at home tersebut, banyak perempuan di kota Banda Aceh khususnya berusaha mengisi waktu senggang dan untuk membunuh rasa bosan (kill the bordom), lalu bergerak menuju taman-taman atau tempat penjualan bunga. Mereka datang dengan mengendarai mobil dan sepeda motor. Mereka beramai-ramai membeli bunga dan pupuk untuk bunga. Sehingga bukanlah hal yang aneh bila setiap hari kota melihat mobil dan sepeda motor parkir antrean di kawasan taman -taman penjualan bunga. Kondisi ini menggambarkan bahwa musim bunga di Aceh telah tiba. walau bukan musim berbunga.

Tidak hanya taman-taman penjualan bunga yang ramai pembeli, di luar itu, ada pula orang-orang memiliki sense of business, melihat realitas ini sebagai peluang bisnis yang menggiurkan. Ramainya perempuan yang berbelanja bunga di taman-taman bunga ( tempat penjualan bungan), menjadi pemicu tumbuhnya bisnis bunga di kalangan para pemilik jiwa entrepreneurship. Mereka menyikapi realitas itu dengan menjajakan bunga-bunga hidup di pinggir jalan, di trotoar dan bahkan di atas pedastrian track yang seharusnya bebas untuk para pengguna jalan atau pedastrian track tersebut. Bukan hal asing dan ganjil, banyak perempuan atau ibu rumah tangga yang mengerumuni para penjual bunga musiman tersebut.

Apa yang mengagetkan kita adalah ketika harga bunga-bunga tersebut dirasakan mahal, misalnya sampai dengan harga 500 ribu atau 800 ribu, tetap ada dari kaum perempuan tersebut yang membelinya. Mereka benar-benar terhipnotis dengan bunga. Kondisi seperti ini sudah berlangsung lebih kurang 6 bulan, sejak merebaknya Covid 19 tersebut. Salahkah mereka? Tentu tidak salah, apalagi untuk memenuhi keinginan batin. Bunga-bunga tersebut bisa menjadi obat atau terapi bagi kaum ibu atau perempuan untuk membungkam rasa bosan dan stress karena terlalu lama berada di rumah.

Kesukaan para perempuan terhadap bunga, bukan saja pada bunga-bunga hidup yang dijual di taman-taman bunga dan para penjaja binga di pinggir jalan. Tidak sedikit pula yang tertarik terhadap bunga-bunga kering yang juga sedang booming. Besarnya minat terhadap bunga kering juga membuka peluang bagi banyak orang untuk menjual bunga-bunga kering secara online dan offline.




POTRET Gallery yang terletak di jalan Prof. Ali Hasyimi, Pango Raya, Banda Aceh dengan sigap pula berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama kaum perempuan akan bunga kering. Berbagai macam bunga kering, seperti asteria, edelweiss, rayung, ranting, gambas, pampas serta pot dan vas berbahan rumput didatangkan dari Jogjakarta. Selain bunga, yang kini sedang trend adalah anyaman karpet, loli, cermin, hingga stoll, kursi yang dilapisi anyaman. Keberadaan produk itu, paling tidak sudah membantu menggenjot penjualan secara online, maupun offline.

Jadi musim bunga di kota Banda Aceh dan Aceh pada umumnya bukan saja disemarakan dengan bunga-bunga hidup yang dijual di taman-taman penjualan bunga, di trotoar atau di atas badan jalan pedastrian track, tetapi juga di toko-toko, seperti halnya POTRET Gallery yang selalu update barang-barang yang sesuai dengan selera masyarakat saat ini.

Click to comment