Langsung ke konten utama

Pasar Al-Mahirah Lamdingin Tetap Beraktivitas





Banda Aceh - Pasar Al-Mahirah Lamdingin tetap beraktivitas setelah beberapa waktu lalu pedagang kembali berjualan ke Pasar Peunayong lama disebabkan omzet penjualan menurun dan kurang pembeli.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag), M Nurdin, S.Sos mengatakan pedagang yang kembali pindah ke Pasar Al Mahirah Lamdingin ini dikarenakan pasar ikan di Peunayong tidak mampu menampung jumlah pedagang, sehingga membuat sebagian pedagang yang tidak tertampung kembali berjualan di Pasar Al Mahirah Lamdingin.

“Lokasinya sudah sangat sempit sehingga membuat pedagang yang sebagiannya tidak bisa berjualan di sana karena itu mereka kembali ke sini,” kata Nurdin, pada Kamis (10/09/2020) di Pasar Al-Mahirah Lamdingin saat memantau aktivitas pasar.

Nurdin mengatakan, ada 39 orang/lapak pedagang ikan dan 10 orang/lapak pedagang sayur yang sudah kembali berjualan di Pasar Al Mahirah Lamdingin. Sementara itu, untuk pedagang lain yang mau kembali pindah Pasar Al Mahirah Lamdingin dapat segera kembali, pintu pasar selalu terbuka untuk mereka dan itu adalah rumah mereka yang sebenarnya.

Selain aktivitas jual beli di Pasar Al Mahirah, Nurdin mengatakan pihaknya sedang terus melakukan perbaikan sarana dan prasarana pasar ikan tersebut, juga penambahan sarana kios/meja untuk menampung perpindahan pedagang dari Pasar Kartini Peunayong. 

“Sedangkan yang di Peunayong ini bersifat sementara selesai perbaikan nanti, semua pedagang akan kita pindahkan ke sini,” ujarnya.

Pada kesmepatan yang sama, salah satu pedagang ikan, Faisal (38) mengatakan dirinya sudah tiga minggu yang lalu kembali ke Pasar Al Mahirah karena menurutnya Pasar Peunayong sudah tidak layak untuk ditempati sehingga ia kembali berjualan di Pasar Al-Mahirah yang dinilai lebih nyaman untuk berjualan.

“Di Pasar Peunayong yang lama tempatnya memang sudah tidak cocok lagi untuk dipakai karena tidak dapat tertampung semua, kami di sini semuanya ada 39 orang dari Peunayong yang kembali ke sini karena tidak muat lagi,” kata Faisal.

Faisal menambahkan, bahwa Pasar Al Mahirah tersebut adalah pasar yang luas sehingga pembelipun merasa nyaman saat berbelanja dan berharap kedepannya dapat memajukan pasar induk ini bersama-sama.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Salamuddin (40) pedagang sayur mengatakan dirinya memilih kembali ke Pasar Al Mahirah karena berjualan di Pasar Peunayong juga kurang pembeli.

“Sudah satu minggu kembali berjualan ke sini, karena kalau di sana jualannnya di atas jadi pembelinyapun berkurang jadi jualan di sini aja,” kata Salamuddin.

Kedepannya, Nurdin berharap akan terus memajukan pasar ini bersama-sama karena menurutnya pasar tersebut dibangun untuk memberikan kemudahan bagi para pedagang dan masyarakat yang juga mendukung program pemerintah untuk penyebaran atau pendistribusian ekonomi serta untuk memajukan kawasan pesisir di Kecamatan Kuta Alam.(Rid/Hz)



--

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me