POTRET Gallery

POTRET Gallery
Pusat Belanja Unik

DPW LPPEKOP-BKPRMI Aceh dan Badan Baitul Mal Aceh melaksanakan Seminar Zakat-Wakaf Produktif Aceh

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


Sebanyak 30 (tiga puluh) orang peserta mengikuti kegiatan Focus Group Discussion Edukasi Zakat dan Wakaf Produktif Berbasis Kecamatan yang diselenggarakan  pada hari Senin, 16 November 2020 dan bertempat di Aula Gedung ATC (Aceh Training Center) Jl. Rel Kereta Api Lama Desa Meunasah Manyang PA Kec. Ingin Jaya Kab. Aceh Besar. Kegiatan FGD tersebut dilaksanakan  dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan. Ustadz Muhammad Rizki, S.Pd.I selaku ketua panitia pelaksana memaparkan, mereka mewakili kecamatan masing-masing dari beberapa Kecamatan Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan ini merupakan kerjasama Badan Baitul Mal Aceh dengan Panitia Pelaksana Kegiatan LPPEKOP. Kegiatan ini juga salah satu program kerja Dewan Pengurus Wilayah Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Ekonomi dan Koperasi - Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW LPPEKOP - BKPRMI) Provinsi Aceh. Keseluruhan rangkaian kegiatan acara merupakan Anggaran yang di fasilitasi oleh Badan Baitul Mal Aceh.

 

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ustadz Dr. Mulia Rahman, S.Pd.I, MA Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW LPPEKOP - BKPRMI) Provinsi Aceh. Untuk yang pertama kalinya dalam kepemimpinan beliau LPPEKOP melaksanakan kegiatan seminar dengan tema  “OPTIMALISASI PERAN BAITUL MAL GAMPONG DALAM PENGELOLAAN ZAKAT DAN WAKAF PRODUKTIF”. Pada sambutannya ketua umum DPW LPPEKOP - BKPRMI Provinsi Aceh menyampaikan agar kegiatan ini dapat dilaksanakan di setiap Kabupaten Kota di Provinsi Aceh dengan harapan melalui seminar ini dapat mencerahkan, sehingga bisa dan mau mengelola Zakat dan Wakaf secara produktif.

 

Pada kesempatan ini pemateri merupakan Kepala Badan Baitul Mal Aceh Prof. Dr. Nazaruddin A. Wahid, MA yang datang langsung untuk memberikan materi dengan judul  "Manajemen Pengelolaan Baitul Mal Gampong untuk Produktifitas Zakat dan Wakaf". Beliau menjelaskan secara detail tentang Sejarah Wakaf di Aceh. Sejarah Wakaf Baitul Ashi. Nazir Wakaf Baitul Ashi. Pengembangan Wakaf Baitul Ashi. Model Kerjasama Wakaf Baitul Ashi. Aset Wakaf Baitul Ashi. Aset Wakaf Aceh Lain di Saudi. Kondisi Wakaf di Aceh & Potensi Pengembangan. Badan Wakaf Jamaah Haji Aceh. Target Optimalisasi Pengembangan Wakaf.

 

Kemudian dilanjutkan dengan Refleksi Gerakan Wakaf Baitul Ashi Di Kalangan Generasi Muda Aceh yang disampaikan oleh Ust. Jamaluddin Aan Ashi. Beliau merupakan penghubung Pemerintah Aceh dan Wazir Wakaf Baitul Asyi di Mekkah. Pemaparan beliau tentang Zakat dari pengertian, Jenis-jenis, Potensi, Pemberdayaan, serta penyaluran zakat sangat jelas. Terkait itu semua beliau menjelaskan tentang Program Zakat Badan Baitul Mal Aceh, Qanun Aceh tentang Baitul Mal, Susunan Organisasi Baitul Mal di Gampong, hingga Tugas, Fungsi dan wewenang Baitul Mal di Gampong.

 

Kegiatan yang dipandu oleh Ustadzah Mutia sebagai MC dan didampingi langsung oleh Direktur Wilayah LPPEKOP ustadz Munardi Nazwar, SE yang juga sebagai moderator. Kedua sesi kegiatan seminar dan diskusi berjalan dengan lancar dan khidmad, para peserta sangat tertarik mendengarkan penjelasan dari pemateri. Hal itu terlihat dari keseriusan peserta mengikuti kegiatan sampai dengan selesai, dilanjutkan sesi tanya jawab dari para peserta. Bahkan ada salah seorang peserta bukan undangan yang mewakili kecamatan, berdasarkan percakapan dengan Ustadzah Tika, beliau adalah Ketua Koperasi MUQ Pagar Air Ustadz Zulfikar. Menurut pengakuan ustadz Zulfikar, beliau tertarik dengan tema kegiatan dan pemateri pada kegiatan yang dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana DPW LPPEKOP-BKPRMI Aceh. Menurut beliau ini materi yang bagus dan beliau ingin tahu lebih lanjut.

 

Selain peserta dari kecamatan Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, peserta dari luar daerah dapat mengikuti kegiatan ini melalui Zoom Meeting. Peserta virtual ini berasal dari Kab. Aceh Timur, Bireun, dan kabupaten kota lain di provinsi Aceh , bahkan ada peserta dari Jakarta, Jambi serta provinsi lain. Untuk peserta yang bergabung melalui Zoom Meeting juga mendapatkan sertifikat dan materi lengkap berbentuk Soft Copy yang di share langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana. Demikian dilaporkan Tika Laura (Sekretaris Panitia Pelaksana)

 

Click to comment