Langsung ke konten utama

Musim Dingin Mematikan Selimuti Palestina dan Suriah, ACT Aceh Ajak Masyarakat Kirim 1.000 Paket Pangan




Banda Aceh - Musim dingin menyelimuti bumi Palestina dan Suriah di tengah konflik kemanusiaan menahun. Suhu di Palestina bisa mencapai 17 derajat celcius dan suhu di Suriah dapat menyentuh angka 5 derajat celcius. Sementara itu, jutaan saudara-saudara Suriah kita hidup dalam keprihatinan di kamp-kamp pengungsian. Sementara saudara-saudara Palestina kita masih menjalani kehidupan di bawah penjajahan dan pengepungan zionis Israel di atas tanah mereka sendiri.

Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh Lisdayanti mengajak masyarakat Aceh menyediakan bantuan 1.000 paket pangan musim dingin bagi saudara-saudara kita di Palestina dan SuriahIsi paket pangan berupa beras, sphagetti, daging kornet, minyak goreng, garam, gula, kacang-kacangan, saos, bahan, bahan dasar roti, selai, keju, dan teh.  Harga paket pangan promo senilai Rp 560.000.

Insya Allah, bantuan pangan ini dapat menjadi energi tubuh saudara-saudara kita dalam melawan cuaca dan udara dingin yang mengancam nyawa,” pungkasnya, Banda Aceh, Senin, 23 November 2020.

Ia mengatakan saudara-saudara di Palestina merasakan betul bagaimana penjajahan dan pengepungan zionis membuat perekonomian negeri mereka goyah. Kemiskinan meningkat dan membuat banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Padahal, makanan menjadi salah satu kebutuhan yang mesti dipenuhi untuk melawan rasa dingin,” terangnya.

Ia menambahkan, pengepungan dan blokade zionis memaksa saudara Palestina kita hidup dalam kemiskinan. Mereka kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, apalagi logistik musim dingin di tengah pandemi ini. Pun jika mereka bisa memiliki penghangat ruangan, listrik untuk menyalakannya tak ada karena dibatasi oleh zionis ketersediaannya.

Penyaluran bantuan dapat melalui rekening Bank Aceh Syariah 01001930009205, BNI Syariah 6600011008, dan Mandiri Syariah 7089786023 atas nama Aksi Cepat Tanggap. Konfirmasi donasi melalui WhatsApp 082283269008, Telepon 0651-7315352, atau melalui instagram @act_aceh.

Ia menjelaskan, kondisi Suriah juga tidak kalah memprihatinkan. Mereka masih diuji dengan konflik dan krisis kemanusiaan, membuat jutaan saudara kita hidup dalam keterbatasan. Jauh dari rumah yang memberikan kehangatan, banyak saudara kita tinggal di tenda-tenda pengungsian ala kadarnya. Di tenda-tenda pengungsian, saudara-saudara Suriah kita berjuang melawan dinginnya udara dan cuaca dengan perut lapar. 

“Selama ini mereka mengandalkan bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan pangan di kamp pengungsian,” terangnya.

Saudara-saudara di Suriah terkatung-katung nasibnya di kamp-kamp pengungsian. Mereka bertahan melanjutkan kehidupan dengan segala keterbatasan, mengandalkan bantuan kemanusiaan. Dingin udara mengancam mereka yang tinggal di dalam tenda-tenda yang jauh dari kata layak untuk melindungi diri.

Tegakah kita membiarkan mereka menghadapi musim dingin ini sendirian,” tuturnya.

Dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim disbutkan, perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling mencintai, saling menyayangi dan mengasihi adalah seperti satu tubuh, bila ada salah satu anggota tubuh mengaduh kesakitan, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakannya, yaitu dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.

“Jangan biarkan saudara-saudara kita di Palestina dan Suriah berjuang sendiri menghadapi ganasnya musim dingin yang mengancam,” tutupnya.

Hal senada disampaikan Plt Majelis Adat Aceh (MAA) Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA. Ia menyerukan agar kaum muslimin dan muslimat memberikan dukungan moral dan doa kepada rakyat Palestina dan Suriah. “Mari menjadi dermawan, membagi rasa, kepada saudara-saudara kita dari zaman ke zaman ditimpa musibah di Palestina dan Suriah, yang paling para menghadapi musim dingin, dengan mengirimkan bantuan paket pangan kepada mereka” ujarnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me