POTRET Gallery

POTRET Gallery
Pusat Belanja Unik

Puisi- Puisi “ RINDU “ Dahrina.M. S. Ag. MA

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>





Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN)  11 Banda Aceh



 

Rinduku di ujung senja

 

Pagar hati kini bersenandung rindu

Membelah lara nan kian membara

 

Kembara Jelata dalam pena

Menukilkan jejak kelam 

Semakin sahdu dalam kenangan 

 

Akankah rindu ini terus bersenandung

Tinta menari berharap kertas tak menyakitinya

 

Sang Pena terus bersenandung 

Kertas kertas itu pun menunggu

Datang silih berganti dengan rima bergelora

 

Daya terus membara

Mengalir bak sungai rimba

Teduh sejuk hingga muara

 

Gemercik air sejukkan suasana

Kerikil tajam menjadi buta berbara

Dua jiwa terbungkus rasa

Berharap jangan pernah sirna

 

 

 

HILANG

 

Ingin aku membenci

Ingin aku menjerit

Ingin aku meronta

Ingin aku menangis

 

Masih membekas cintamu

Masih terkenang indah bersamamu

Masih terbayang kisah antara aku dan kamu

Masih tersimpan indah dalam album kenangan

 

Hilang semua, ada batas antara kita

Hilang dalam dekapan usia

Hilang begini saja

 

Tapi

Rindu selalu menggoda

Rindu menghampiri sepanjang malamku

Rindu... Kemana aku harus mengadu

Rindu itu selalu menyapa


 

MALAM BERBALUT RINDU

 

Malam-malamku sepi

Malam-malamku tanpa kamu

Malam-malamku pergi tanpa pamit

Malam-malamku berlalu

 

Ketika

Rindu itu hadir aku galau

Rindu itu menghampiri aku gila

Rindu itu mendekat aku sekarat

Rindu itu mengutuk aku hilang logika

 

Sedih bercampur menjadi satu

Aku harus kuat

Kan ku nanti dirimu

Karena setiaku teruntukmu


 

RINDU ITU GILA

Rasa, ada datang tiba-tiba

Terseret dalam deras masa

Logika hilang tanpa jejak

Desiran darah mengalir tak tentu arah

Terhempas pasrah

 

Rindu ini memang gila

Gila berbalut bahagia

Gila bersenandung lagu-lagu asmara

Gila terbuai ayunan cinta

Gila di atas tiupan angin dan aksara

Gila ingin selalu bersama

Oh... Oh

Sayapku ingin kau ada

Terbangkan sunyiku

 

 

 

CINTA SUCI


Cinta dan rindu terpatri

Cinta dan sayang tersimpan

Cinta dan kasih terlukis

Cinta dan cinta

 

Cinta suci tak kan mudah patah

Cinta suci tak kan hilang tertelan masa

Cinta suci tak kan terhapus

Cinta dan cinta

 

Karena

Cinta itu datang tanpa paksa

Cinta itu hadir tanpa air mata

Cinta itu menghampiri tanpa ingin pergi

Cinta dan cinta

  

 

KANGEN

 

Sendiri menanti cintamu

Sendiri menghayal tentangmu

Sendiri menatap foto-foto di galeri

Sendiri ku balas ceritamu di FB

 

Kangen memelukmu

Kangen menciummu

Kangen dengan cerita-cerita barumu

Kangen ciri khasmu

 

Kangen

Kata yang terucap dari bibir mungilku 

Kangen... Di manja

Kangen... Di belai

Kangen... Berpadu dalam malam syahdu

Kunanti

 

 

RINDU BERSELIMUT CEMBURU

 

Telah henti tawa cerita

Hari indah begitu menggoda

Debar jantung bertengger dengan mesra

Bibir tak lagi mampu berkata-kata

 

Manisnya rayuan mu

Terhempas aku dalam hayalan

Terbuai dalam ayunan sajak

Desiran itu kini mulai redup

 

Sejak permata itu berkilau lagi

Ada mutiara yang terlupakan

Ada batu giok yang tidak lagi kokoh

Senar itu kini gelap

 

Jiwa terusik

Cemburuku tak terbendung

Luapan emosi tumpah

Derai air mata membanjiri emosi

 

Pasrah

Cinta suci takkan berkhianat 

 

 

 

HATI INI TELAH BICARA

 

Tak bisa ku jelaskan mengapa

Rindu itu datang tiba-tiba

Tanpa kicauan atau bisikan

Cinta itu getarkan rasa yang ada

 

Sakit dan bahagia

Buat hatiku bergetar

Rasa yang sudah lama ada

Tanpa alasan mengapa

 

Apa arti semua

Cinta itu bertahta di singgasana hati

Apa arti semua

Terperdaya dalam sangkar asmara

Apa arti semua

Kaku lidah untuk bicara

 

Coba tanyakan pada hatimu

Samakah rasa yang ku rasa

Cinta datang tanpa kenal waktu asa

Inilah garis cinta kita

  

 

SAYANG

 

Cinta mu terlalu suci

Aku tertunduk ketika menatap mata indah mu

Tuntutan dan beban kau pikul sendiri

Aku terpaku dalam hasrat hati

 

Rasa itu kau simpan dengan rapi

Terusir segala galau dibawah ilusi

Senyum tulus selalu tersaji

Kendati aku sadari itu terpaksa kau lakoni

 

Tawamu pelengkap sandiwara

Terbuai, bertahan walau tak seiring

Jalan kita sudah di takdirkan

Tanpa ada air mata dan penyesalan

 

Sayang

Tetaplah tersenyum dan tertawa

Aku rindu

Karena aku menyayangi mu

 

 

RINDU ITU GILA

Rasa itu hadir tiba-tiba

Terseret dalam deras masa

Logika hilang tanpa jejak

Desiran darah mengalir tak tentu arah

Terhempas pasrah

 

Rindu ini memang gila

Gila berbalut bahagia

Gila bersenandung lagu-lagu asmara

Gila terbuai ayunan cinta

Gila di atas tiupan angin dan aksara

Gila ingin selalu bersama

Oh... Oh

Sayapku ingin kau ada

Terbangkan sunyiku


  

RINDU BERSELIMUT CEMBURU

 

Telah henti tawa cerita

Hari indah begitu menggoda

Debar jantung bertengger dengan mesra

Bibir tak lagi mampu berkata-kata

 

Manisnya rayuan mu

Terhempas aku dalam hayal

Terbuai  alunan merdu

Desiran itu kini mulai redup

 

Sejak permata itu berkilau lagi

Ada mutiara yang terlupakan

Ada batu giok yang tidak lagi kokoh

Senar itu kini gelap

 

Jiwa terusik

Cemburu ku tak terbendung

Luapan emosi tumpah

Derai air mata membanjiri emosi

 

Pasrah

Cinta suci takkan berkhianat 

 

 

Click to comment