Pusat Belanja Yang Unik dan Menarik

Pusat Belanja Yang Unik dan Menarik
POTRET GALLERY

TERNYATA SALAH

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>





Oleh : Aniesa Salsabila

Pelajar SMP IT Nurul Ishlah, Banda Aceh

   

 

 “Kukuruyuk-kukuruyuk”terdengar suara ayam berkokok,aku tersontak kaget segera bangun dan duduk diatas kasur.Aku menoleh ke arah jam dinding menunjukkan jam 06.00.Segera mandi dan bersiap  untuk berangkat sekolah.Tak lupa sebelum berangkat sekolah aku sarapan dengan terburu buru.Setelah sarapan aku menghampiri ibu dan ayah untuk berpamitan berangkat sekolah.Tanpa berlama lama  akupun berjalan keluar rumah dengan tergesa gesa untuk menuju sekolah yang terletak  jauh dari rumahku.

             Aku melirik jam tangan, sudah menunjukkan pukul 07.30.  Pertanda sudah telat.Aku langsung berlari dengan kencang agar bisa sampai ke sekolah.Dari kejauhan sudah terlihat bangunan sekolah yang berwarna hijau dari balik pepohonan.Saat sampai di depan sekolah ternyata pintu pagar sudah ditutup.”Haduh hari ini terlambat lagi”ucapku sembari membungkukkan badan dan  memegang kedua lutut karena lelah berlari.Aku memutuskan untuk duduk di samping pagar sembari menunggu guru untuk membuka pintu pagar.

              “Terlambat lagi kamu Nia,setiap hari terlambat,bingung saya mau kasih hukuman apa”ujar suara tersebut.Seketika aku langsung kaget dan berdiri,”ii-yaa b-buu maaf”ucapku terbata - bata karena takut akan ditegur.”Ya sudah, masuk ke kelas.Sekarang pelajaran ibu”ucap bu Yani guru IPS.Langsung aku berjalan menyusuri koridor sekolah dan masuk ke kelas 8-1.”Eh Nia kamu terlambat lagi hari ini”tanya Fika sahabatku.”Iya Fik,aku telat bangun, sudah capek lari larian, eh sampai ke sekolah telat juga.Ketemu dengan bu Yani lagi pagi- pagi. Aduh bikin badmood saja”ujarku sembari meletakkan tas di atas kursi.

             “Ekhem permisii”ucap bu Yani memecahkan keributan kelas.Bu Yani pun melangkahkan kaki masuk ke dalam kelas dan duduk di meja guru.”siapa yang disini namanya Nia?”tanya bu Yani dengan nada yang agak tinggi.Mendengar namaku disebut, aku tersontak kaget “ss-saya bu”ucapku dengan gugup.”tolong maju ke depandan jelaskan apa alasan kamu selalu pergi sekolah terlambat”ujar bu Yani.Dengan segala keberanian langsung aku maju ke depan kelas dan berdiri di depan semua siswa.”saya terlambat karena rumah saya jauh bu”ujarku kepada bu Yani.”Oh jadi karena rumah kamu jauh kamu terlambat?  Memang tidak bisa bangun lebih awal ya? Ya sudah, kamu berdiri di atas meja selama pelajaran ibu, karena kamu tidak disiplin”jelas bu Yani.

  “TETETETETbunyi bel istirahat pertanda pelajaran telah usai.Semua siswa  berhamburan ke luar kelas.Dengan badan yang lemas aku duduk kembali di atas kursi setelah menahan pegal berdiri di atas meja.”Niaa yuk jajan”ajak Fika ,”Ngga Fik kamu saja duluan”jawabku.Aku benar benar lelah hari ini.”Huh bu Yani bener bener kejam”ketusku dengan kesal.

 

            Jam istirahat aku habiskan sendirian di dalam kelas sembari bermain rubrik.”heh Nia dipanggil bu Yani ke BK”ucap Fika memecahkan fokusku yang sedang mengotak atik rubrik.”Hah ngapain lagi aku ke BK,sudah capek berdiri selama pelajaran IPS”ucapku.Dengan perasaan kesal aku menuju ke ruangan BK,terlintas di pikiranku apa karena aku tak menghiraukan teguran teguran halus dari guru

 ”Permisi buk,tadi ibu manggil saya ya ke ruangan BK”Ucapku  menghampiri bu Yani di ruang BK.

”Iya Niaa,silahkan duduk”jawab bu Yani. 

Seketika aku dilanda keringat dingin karena aku melakukan kesalahan yang sama lagi.

”nak ibu harus bagaimana lagi biar kamu tidak terlambat.Kamu tahu kenapa ibu berdirikan kamu di atas meja?”tanya bu yani.”

Tidak buu”jawabku.”Karena lelah kamu hari ini tidak sebanding dengan lelah kamu di masa depan jika kamu tidak disiplin.Ibu menghukum kamu bukan karena ibu kejam, tetapi karena ibu sayang pada kamu.Ibu ingin semua siswa ibu jadi anak yang sukses”Jelas ibu Yani.

Tak terasa ternyata air mataku berlinang,penilaianku terhadap bu Yani salah.Ternyata bu Yani menghukum aku karena ibu ingin seluruh siswanya menjadi anak yang sukses termasuk aku.Akupun berterima kasih kepada bu Yani karna telah menyadarkanku bahwa disiplin adalah kunci keberhasilan di masa depan.”Maaaf ya bu ternyata selama ini penilaian saya terhadap ibu salah,ternyata ibu menghukum saya karena ibu sayang terhadap saya”

Click to comment