Pusat Belanja Yang Unik dan Menarik

Pusat Belanja Yang Unik dan Menarik
POTRET GALLERY

MELANGGAR RAMBU LALU LINTAS ITU TIDAK DITILANG

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>




Oleh Syauqi, S.Ag, M.Pd 

Guru Bahasa Inggris MTs Jeumala Amal, Lueng Putu, Pidie Jaya, Aceh

 

Bang Sen adalah seorang petani yang berasal dari pelosok desa. Suatu hari Bang Sen beserta isterinya mengunjungi adiknya yang tinggal di kota kabupaten dan menginap di sana selama satu minggu. 

 

Suatu waktu, Bang Sen dan isterinya pergi jalan-jalan mengelilingi kota dengan menggunakan sepeda motor. Bang Sen melihat ada lampu merah di sebuah persimpangan. Bang Sen dan isterinya tidak mengetahui tentang tanda-tanda lampu tersebut. Dia hanya mengikuti orang-orang yang juga berkenderaan sepertinya. Saat lampu merah menyala, Bang Sen melihat pengendara lain yang satu jalur dengannya terus berjalan. Lalu Bang Sen hendak melaju juga melewati lampu merah, tiba-tiba sepeda motornya mati. Sedangkan pengendara lain terus melewatinya. 

 

Setelah beberapa saat kemudian, sepeda motor Bang Sen hidup kembali. Matanya melihat lampu hijau sudah menyala. Bang Sen menoleh ke belakang, ke kiri dan ke kanan, namun tidak ada satu pengendarapun yang terlihat. Dengan sedikit ragu-ragu, Bang Sen langsung melewatinya. 

 

Tepat di belakangnya datang sebuah patroli lalu lintas dan berhenti di lampu merah. Melalui kaca spion, Bang Sen melihat  seorang petugas turun dan menyetop sebuah kenderaan untuk berhenti. Bang Sen melihat sekilas bahwa pengendara tersebut telah ditilang. 

 

Dalam hati Bang Sen bertanya-tanya, apakah dia juga akan dikejar dan ditilang seperti pengendara itu? Bang Sen beranggapan bahwa lampu hijau itu berhenti. Bang Sen tidak mengetahui bahwa pengendara yang Bang Sen lihat dihentikan oleh petugas itu karena tidak menggunakan helm, bukan karena melewati lampu merah ketika lampu hijau menyala.

 

Bang Sen terus berjalan dengan sedikit perasaan was-was. Mobil petugas tadi telah berada di belakangnya. Jantungnya langsung berdegup keras saat petugas memberi isyarat kepada Bang Sen untuk berhenti. Bang Sen menghentikan sepeda motornya di pinggir jalan dengan perasaan bersalah.

 

“Pak, Ma’af Pak! Jangan tilang saya. Saya akui bahwa Saya telah melanggar peraturan lalu lintas” kata Bang Sen dengan sedikit gemetar ketika petugas mendekatinya.

 

Petugas menjadi bingung dengan pengakuan Bang Sen. Mereka melihat ketika Bang Sen tadi melewati lampu merah saat lampu hijau menyala. Dan itu tidak termasuk pelanggaran.

 

“Ada apa, Pak?” tanya petugas

“Saya salah Pak, Tadi waktu lampu hijau menyala, Saya langsung melewatinya” kata Bang Sen ketakukan

 

Petugasnya tersenyum dengan kepolosan Bang Sen, lalu berkata.

 

“Kami bukan mau menilang Bapak! Kami hanya mau memberitahukan bahwa plat sepeda motornya hampir copot. Supaya Bapak antisipasi agar tidak benar-benar jatuh! kata petugas sambil senyam senyum

“Jadi Saya tidak melanggar Pak.? tanya Bang Sen heran

“Bapak tidak melanggar! lampu kuning hati-hati, lampu merah berhenti dan lampu hijau jalan lagi, kata petugas mengutip sebuah lagu yang sering dinyanyikan oleh anak-anak Taman Kanak-Kanak.

 

“Lalu kenapa banyak pengendara lain yang tidak berhenti ketika lampu merah menyala? Bang Sen bertanya, ingin tahu karena dia sering melihat para pengendara tidak berhenti 

 

“Yang biasa itu belum tentu benar, yang benar itu yang perlu dibiasakan! kata petugas

 

Hati Bang Sen merasa lega, karena dia tidak ditilang oleh petugas. Ketika petugas pergi, Bang Sen langsung melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah adiknya.

 


Click to comment