PROGRAM 1000 SEPEDA DAN KURSI RODA

PROGRAM 1000 SEPEDA DAN KURSI RODA
POTRET GALLERY

Sepeda Baru Saya

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


Oleh Chandrika Yassini

Kelas VII SMP Negeri 1 Ulee Gle, Pidie Jaya, Aceh

 

Nama saya Chandrika Yassini. Sehari-hari dipanggil dengan sebutan Yasin. Saat ini, saya duduk di bangku SMP kelas 7 di SMP Negeri 1, Bandar Dua, Ule Gle, Pidie Jaya Aceh. Saya anak ke 1 dari 2 bersaudara. Saya adalah putri dari ayah hebat yang bernama Wiswa Maitreya. Pekerjaan Ayah saya wiraswasta yang artinya pekerjaannya tidak menetap.  Terkadang kami harus hidup dengan keadaan serba kurang,  walaupun demikian Ibu saya yang bernama Kartini mampu menahannya dengan sabar di tengah sulitnya ekonomi di masa pandemi ini.

Kondisi kehidupan yang sulit,  tak menyurutkan semangat belajar saya sejak duduk di bangku MI (Madrasah Ibtidaiyah). Alhamdulilah, saya selalu mendapat juara dan menang dalam setiap lomba yang saya ikuti. Saya sangat bersyukur, karena  di kelas 7 SMP Negeri 1 Bandar Dua saya mendapat peringkat 1, berkat bimbingan belajar yang diajarkan oleh guru, membuat saya semakin semangat belajar. Saat lomba penelitian siswa kami membuat produk herbal perisai Corona dan mendapat juara 2. Saya sangat bahagia dan semakin bersemangat.

Mungkin itulah yang membuat saya tiba-tiba mendapat rezeki yang mengejutkan. Suatu hari saya dipanggil ke ruang Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bandar Dua oleh Hamidah S.pd M.Pd. Saya di interview tentang keluarga saya. Saya merasa gugup juga sambil bertanya dalam hati,  untuk apa saya diinterview? Ya, saya sangat penasaran. Lalu, seminggu setelah itu,  tepatnya pada hari Rabu 10 Februari 2021, dewan guru dan keluarga besar SMP Negeri 1 Bandar Dua tersenyum sumringah menerima paket sepeda Polygon yang dikirimkan dari POTRET Gallery di Banda Aceh. Katanya, sepeda itu adalah bantuan dari program 1000 sepeda dan kursi untuk anak yatim, piatu, miskin dan disabilitas di Aceh.

Pagi itu, Ibu Nana, guru matematika memanggil dan menarik tangan saya ke luar kelas. Guru- guru memberikan ucapan selamat kepada saya. Begitu saya melihat sepeda baru dan mendengar ucapan Ibu Kepala kepada saya. “Ini sepeda baru yang diberikan Pak Tabrani Yunis, pemimpin Redaksi majalah POTRET’’. Saya tersenyum dan terharu luar biasa. Saya tidak menyangka dan rasa tak percaya betapa senangnya hati saya mendapat bantuan sebuah sepeda baru. Saya yakin bahwa  rasa bahagia ini pasti juga dirasakan oleh ibu saya. Kini ibu saya tidak akan susah payah lagi mengantar saya ke sekolah dengan sepeda tuanya. Seringkali jika terlalu lama Ibu menjemput, saya harus pulang jalan kaki sendiri hingga 3 kilometer.

Alhamdulilah,  kini dengan adanya sepeda baru ini, saya bisa pergi ke sekolah sendiri. Insya Allah, saya akan menggunakan sepeda baru untuk belajar di sekolah dan  ke rumah guru matematika untuk belajar matematika. Terima kasih ya Allah. Semoga Allah membalas jasa bapak dan ibu semua. Doakanlah saya agar saya bisa sukses membahagiakan kedua orang tua saya dan menggapai cita-cita saya yaitu ingin menjadi guru. Amin 

Click to comment