Pusat Belanja Yang Unik dan Menarik

Pusat Belanja Yang Unik dan Menarik
POTRET GALLERY

Edukasi Kopi: Tak Sekadar Menyeruput Kopi

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>






Oleh Tabrani Yunis


Usai membantu melayani pelanggan yang berbelanja di POTRET Gallery di jalan Prof Ali Hasyimi, Banda Aceh, muncul keinginan untuk menyeruput segelas kopi Arabicca Gayo. Biasanya selama ini suka dengan jenis kopi Atabcca Gayo, kopi yang selama ini terasa cocok dengan selera. Ya paling tidak   sejak mulai banyaknya warung kopi yang menyajikan kopi Arabicca di Banda Aceh sekitar hampir satu dekade. 

Selama ini, Gerobak Arabicca coffee yang berada di samping Cut Nun coffee di kawasan Pango Raya adalah pilihan yang tepat untuk menyeruput kopi Arabicca Gayo. Namun, kali ini ada keinginan untuk mencoba sajian atau racikan kopi Arabicca Gayo di tempat berbeda. Siapa tahu bisa menemukan cita rasa yang pas di lidah seperti halnya di Gerobak Arabicca itu.

Nah, kali ini, penulis ingin mencoba kopi hasil racikan seorang pemilik warung kopi yang baru saja dibuka warung di kawasan Lamteh, kecamatan Ule Kareng, Banda Aceh. Salah satu warung kopi yang berada di jalan Prof Ali Hasyimi, yang sebenarnya juga tidak begitu jauh dari POTRET Gallery.

Penulis masih ingat bahwa warung itu belum lama ini dilaunching. Ya masih ingat dalam ingatan bahwa pada hari Selasa, tanggal 19 Januari 2021 lalu penulis melihat berjejer papan bunga di jalan Prof Ali Hasyimi, Gampong Lamteh, Banda Aceh itu. Papan bunga ucapan selamat atas pembukaan atau launching warung kopi. Maka, melihat banyak papan ucapan selamat tersebut, mendorong penulis untuk mencoba.  Warung kopi yang membuat penulis penasaran. 

Memang kala itu , ada pertanyaan, ucapan selamat untuk siapa atau peremian apa dan tentu bisa lebih banyak pertanyaan lain sebagai wujud rasa penasaran. Maka, usai menghentikan mobil sejenak membaca informasi di papan itu, penulis membaca uacapan selamat atas grand opening DEPUTROE Arabicca coffeeshop. Rasa penasaran pun terhapus sudah. Namun, sebagai salah seorang penikmat kopi Arabicca Gayo, papan -papan bunga itu seakan mengisyaratkan ada tawaran rasa seduhan atau racikan kopi beda dengan barista yang berbeda. Perasaan semakin penasaran karena sejak pagi hingga sore hari masih ramai orang atau pengunjungnya. 

Sayangnya pada hari itu yang sejak sehari sebelumnya berencana untuk ikut hadir mencoba sajian kopi Arabicca Gayo di warung itu, penulis belum bisa singgah, walau sudah dua kali melintasi tempat acara launching itu. Namun, Alhamdulilah, akhirnya bisa singgah untuk mengobati rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang baru. Dua hari setelah launching, penulis datang sendiri dan kala itu langsung bertemu dengan pemilik atau owner De Putroe, Dedi.Nama lengkapnya Dedi Ikhwana, SP. Artinya ia seorang sarjana yang sekian lama belajar ilmu pertanian yang sudah banyak makan asam garam di bidang perkopian. Kehadiran penulis ke DePutroe, selain untuk menikmati sajian atau menyeruput kopi Gayo, juga ingin mengetahui latarbelakang atau background pemiliknya. Apakah ia membuka warung kopi Arabicca Gayo karena trend, mengikuti kecendrungan yang boleh dikatakan sekadar buka usaha ikut-ikutan atau mengikuti arah angin, seperti kebanyakan orang yang melihat bahwa buka warung kopi itu mudah, hanya memadukan kopi dan gula serta air panas. Padahal, dalam konsep bisnis tentu tidak sesederhana itu. Ada banyak yang harus diupayakan. Menjalankan bisnis kopi seperti kopi Arabicca juga harus diperkaya dengan pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman yang mumpuni. Bukan perencanaan bisnis yang menguntungkan hingga bertahan dengan cita rasa yang sesuai dengan selera konsumen, tetapi juga mempelajari latarbelakang sejarah ( historical background) dari kopi dan bisnis kopi tersebut, serta bentuk pelayanan dan sebagainya.

Alhamdulilah kali ini ketika pertama kali datang menyeruput kopi Arabicca Gayo di DePutroe penulis mendapatkan manfaat ganda, yakni cita rasa kopi dan cerita menarik sekitar kopi dari pemilik warung kopi yang punya banyak ilmu dan pengalaman tentang kopi. Ini adalah hal yang menarik bagi penulis yang suka bertanya, menggali informasi, berdiskusi hingga bisa menceritakan kepada banyak orang lewat tulisan-tulisan yang penulis bagikan di media seperti www.potretonline.com ini. Dua kata penting yang disebutkan kala itu adalah Edukasi kopi. Seperti apa gerangan edukasi kopi tersebut? Penulis pun berusaha mengejar dengan mengajak bung Dedi duduk di meja yang sama dengan penulis.




Ternyata, banyak cerita yang penulis dapatkan dari sosok Dedi yang selama ini aktif melakukan kegiatan edukasi kopi kepada generasi muda dan masyarakat di kawasan penghasil kopi di dataran tinggi Gayo, khususnya di Bener Meriah. Bung Dedi, selma ini banyak melakukan kegiatan edukasi kopi. Katanya, kita tidak hanya mengedukasi orang tau mengajarkann dan memberikan informasi kepada orang tenting kopi dan jenisnya, tetapi juga Mengedukasi konsumen untuk menyesuaikan persepsi tentang kopi. Misalnya dalam hal menyebut dan menyajikan kopi Arabicca Gayo tersebut. Sebagai contoh dalam hal penamaan jenis kopi yang disajikan. Kita mengenal ada yang disebut dengan espresso, black coffee, Americano, sanger dan lain-lain. Penman ini tent tidal sembarangan, pasti ada sejarahnya. Hal itu perlu dijelaskan kapada konsumen dan khalayak ramai.Bukan handa itu, terapi juga proses. Ketika berbicara soal proses, ada proses kering dan basah. Bagi petani ini penting agar mereka tahu dan faham dengan benar dengan kopi yang mereka produksi. 

Bagi pengusaha atau barista bisa memiliki SOP dalam menyajikan kopi yang sesuai dengan selera konsumen. Memproses kopi sesuai dengan SOP dan selera kinsmen. Selain itu, kita perlu pula melakukan pengkaderan secara suka rela dengan melatih lewat magang para mahasiswa atau siswa tertarik dan kemauan yang tinggi untuk belajar menjadi barista. 

Karena penulis ingin tahu lebih banyak tentang hal ini, maka untuk mendapatkan lebih banyak informasi, tentu tidak cukup degna hanya sekali kunjungan. Penulis harus menyediakan lebih banyak waktu dan list pertanyaan agar bisa lebih dalam memahami kopi Arabicca Gayo. Agar informasi lebih banyak diperoleh, maka cara terkini adalah dengan searching di google. Kita juga akan menemukan dua check in Deputroe, yakni di Bener Meriah dan Kawasan Lingke. 

Selayaknya, kita sediakan waktu, walau sejenak untuk menikmati kopi Arabicca Gayo di De Putroe, sambil mengajak pemiliknya memberikan pengetahuan kepada kita tentang kopi, serta bagaimana proses rosted kopi yang disediakannya di DePutroe. 


Click to comment