PROGRAM 1000 SEPEDA DAN KURSI RODA

PROGRAM 1000 SEPEDA DAN KURSI RODA
POTRET GALLERY

Niat Baik Yang TIdak Selalu Baik

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>



Oleh Ahmad Rizali
Berdomisili di Depok

Puluhan Tahun yang lalu, saya pulang petang hari bertaksi dari Bandara Soekarno Hatta menyusuri jalan pasar Minggu menuju Depok dan macet lebih dari 2 jam di sekitar Poltangan, lokasi di antara stasiun pasar Minggu dan flypass Tanjung Barat. Peristiwa yang tak pernah saya alami sejak muda menyusuri jalan ini. Pasti ada peristiwa luar biasa, apakah mobil ditabrak KRL? Ketika saya berhasil dengan susah payah lolos, ternyata penyebabnya adalah tablik akbar di jalan di sisi rel KA dan di depan POM bensin. Saat itu jalur di bawah flypass belum ditutup.

Dampaknya pasti sudah bisa dibayangkan, kemacetan terjadi di mana mana dan siapakah yang akan berfikir dan berpendapat bahwa tablik akbar itu berniat buruk memacetkan jalan? Jelas terang benderang bahwa niat diadakan tablik akbar pasti baik, menyampaikan pesan pesan luhur kepada umat manusia. Lantas kok bisa diselenggarakan di sana? Saya tak faham apakah ini kreatif atau bahlul.

Demikian pula semalaman menyampaikan ayat suci dari pelangang masjid, jelas niatnya mulia. Ikut menyebarluaskan Kalimat Tuhan di bulan mulia dan sebutkan lagi sangat banyak kegiatan warga yang berniat baik seperti itu. Di hari biasa, seringkali terjadi lebih dari sejam sebelum waktu subuh, dengan niat membangunkan umat Islam (padahal lebih dari 10 % rerata non Islam) petugas masjid di delapan penjuru angin sudah membaca doa bangun tidur dan mengaji melalui pelantang, meski suaranya tak merdu, kata katanya tak fasih, pede aja.

Jika saya sering nggrundel "bodoh" kepada supir yang memarkir mobilnya pas di tikungan puteran atau parkir di jalan sempit, padahal 50 meter di depannya ada rang kosong. Kupikir grundelanku wajar. Namun sampai hatikah aku melakukan hal yang sama kepada mereka yang para pencari pahala Tuhan superit tulisanku di atas? 

Pantas kanjeng Rasul SAW dalam haditsnya pernah menegur sahabatnya yang terlampau semangat membaca kitab suci, sehingga kekhusukan beliau terganggu. Aku yakin, beliau tak terganggu, namun pasti beliau berfikir dan merasakan bagaimana umatnya yang mencari keridhoanNya dalam ketenangan akan terusik jika ada saudaranya yang lain "bengok bengok". Pernahkah anda merasa kecewa dan sebal ketika sedang khusuk di saat menjelang fajar, tiba tiba disergap oleh suara pelantang itu dan masih beberapa jam lagi waktu menghadapNya.

Cak Satria Dharma pasti kemekel jika aku sutenya yang wadul dengan marah karena saat Siu Lian di Lian Bu Tia terganggu suara gambreng barongsai... "malekat pesuruh Giam Lo Ong itu sih tidak akan kaget sute, tapi langsung kejet kejet kena setruk...wis ojok muring muring, ditarik Gim Lo Ong temenan peno".

--

Click to comment