Pusat Belanja Yang Unik dan Menarik

Pusat Belanja Yang Unik dan Menarik
POTRET GALLERY

Puisi-Puisi Putri Tharra Mu'affii

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Putri Tharra Mu'affii
Berdomisili di Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur



AYAH

 

Hanya satu kata,

Yang kuucapkan,

Di saatku sedang sedan,

Dan batinku sedang pill,

Kata itu adalah AYAH.

Hanya satu panggilan,

Yang kulontarkan,

Ketika ku senang,

Panggilan itu adalah AYAH.

Dan hanya satu hal yang kuingin,

Keinginanku itu adalah

‘Ingin bertemu denganmu AYAH’

Setiap kali ku sedih dan senang 

Kuingin,AYAH selalu ada denganku.

Setiap kali,

Kumengingat kejadian itu

Berlinang air mata

Batinku tersiksa dengan kepergianmu

Setiap kali,

Kumemandang wajahmu

Walau hanya dapat kupandang melalui foto,

Aku selalu ingin memelukmu, 

Seperti dulu...

Andai Tuhan mengizinkanku

Untuk bertemu denganmu,

Walau hanya sedetik

Aku sudah merasa senang.

AYAH...

Dapatkah kau merasakan

Kesedihan anakmu saat ini?

Kebahagiaanku tak terisi sepenuh nya

Banyak kebahagiaan yang whiling

Kebahagiaanku itu telah direnggut oleh kesedihan.


26 Desember 2004

Berakhir sudah kenangan kecilku yan manis

Terdengar tangisan, 

Dan aku binging,

Mengapa mereka semua menangis memelukku?

Aku perch berfikir

‘Mengapa ini semua bisa terjadi?’

Saat itu, Aku belum mengerti.

Dan sekarang,Aku sudah mengerti.

“Tuhan lebih sayang padamu AYAH”





Bidadariku Pergi

 

Di saat aku sedih, 

Kau selalu ada

Menghapus kesedihanku,

Dan membawa keceriaan itu kembalt.

Tapi mengapa?

Semarang,

Engkau pergi meninggalkanku.

Hatiku semi,

Tertutupi kesedihan yang mendalam.

Keceriaanku pun pudar.

Engkau,

Yang selama ini,

Menemaniku di saat aku suka maupun duka.

Selama ini,

Engkaulah tempatku mencurahkan,

Semua perasaanku

Engkau,

Selalu setia mendengarkan ceritaku.


Bagiku..

Kau lebih dari seorang IBU

Engkau seperti BIDADARI bagiku

Yang selalu ada dan setia menjadi tempt,

Untuk mencurahkan segala isi hatiku.

Tapi fini,

Kau telah pergi

Dan aku hanya bisa berdo’a untukmu,

Semoga kau mendengarkan do’aku IBU.

 

 

 


 

DUKA

 

Aku...   

Berdiri di sini,

Meneteskan air mata,

Dan menancapkan semua rasa kepedihanku,

Kepada tanah di hadapanku,

Tanah yang ditaburi penuh dengan bunga

Tanah yang dipenuhi oleh duka cita,

Dan tanah yang akan menjadi tempatinggalnya.


Tuhan...

Berikan aku kesabaran.

Berikan aku kekuatan dan ketabahan

Untuk tegar menghadapinya.


Aku...   

Tidak sanggup lagi,

Untuk membuka mataku.

Dan memandang apa yang mereka lihat.

Sungguh,

Aku tak songgup.

Dan janganlah lagi,


Rasa itu sesekali hadir

Dan menghampiri kisah hidupku.

Tak mau aku merasakan,

Kepedihan yang mendalam,            

Untuk kedua kalinya.                                                                                                

 

 


 

 

Perpisahan

 

Tiap-tiap hair,

kita lalui bersama

Senyum keceriaan selalu tersirat dari bibir kita.  

Tapi...  

Waktu berjalan sangat cepat,

Sehingga tidak terasa,

Bahwa banyak kenangan yang tersimpan. 

                       

PERPISAHAN..

Itu adalah kata yang menakutkan batik

Dari sekian waktu yang telah kita lalui bersama

Mengapa harus terdengar kata BERPISAH?

Tak sanggup lagi untuk mendengarnya.

Saat-saat terakhir,

Yang kukenang bersamamu,

Sangatlah indah untukku,

Menyimpan memori di lubuk hati

Di ingatan sampai mati.

Tumpah lagi,  

Akhirnya air mataku.  

Walau muka ku terlihat cereal,

Bagaikan pelangi yang mega.        

Tapi  tak ayat hati

Bagai Meldung 

Bak dilanda hujan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

USAHA

 

Tergores kata

 Di selembar kertas

Tak tahu apa yang ku perbuat

Aku mencoba untuk membuat satu kata

Aku terus mencoba mencari kata itu

Tapi tak ku temukan jua

Ku buat kata yang tak berarti

Tapi pikiran ini semakin kacau

Hingga akhirnya,

Ku temukan satu kata

Kata yang selalu mendukungku

Dikala aku ingin menyerah

USAHA.

 

 

 

  

 

PAGI

 

Pagi...

Terdengar kicauan burung nuri

Yang senantiasa mengiringi arah langkahku

Menambah keindahan pagi

Kubuka pintu,

Mengawali hari.

Pelangi dengan warna-warninya 

Muncul lebih awal menghiasi langit.

Menambah keceriaan di pagi ini.

Warnanya yang indah

Menambah pesona pagi.

Mentari,

Menyapa dengan kehangatannya

Menyinari Ihsanat Tuhan.

 

Pagi...

Untuk semua,

Tiada sunyi yang terbentang di jalanan

Tiada sepi yang menghiasi hari

Indah selalu yang ku khayali

Dan keindahan itu nyata kini

 

Pagi...

Kau membawa hoki

Untuk kami

Dan itu menjadi kunci

Dilangkah,

Kaki kami menanti.                                                                           

                                                            

 

 

  

SAHABAT

 

Sahabat?

Sahabat itu,

Adalah teman setia

Teman yang selalu ada

Di samping kita

Disaat kita  senang dan sedih

Ia turut serta mendampingi kita

 

 Sahabat?  

Sahabat itu,


Adalah semangat dan  keceriaan kita

Disaat diri ini sedang jatuh sakit

Ia turut serta merawat kita

Disaat kita senang, 

Ia selalu ikut juga tertawa dan ceria bersama kita.

 

Sahabat?

Sahabat itu,

Bukan hanya sekedar teman berbagi

Teman untuk mengaduh

Teman untuk curhat

Tetapi ia,

Teman yang selalu mengetahui isi hati kita,

Dia bisa tau dari sikap dan raut wajah kita.

 

Walaupun....

Terkadang kita saling membenci di lisan,

Tetapi...

Sebenarnya kita saling menyayangi di insan.

Kebencian sahabat itu adalah,

ketika ia cemburu,

Melihat kita bersama orang lain selain dia.           

 

Tetapi...           

Ia selalu coba ikut senang

Ketika kita senang dengan orang lain

Cintanya sahabat itu adalah,           

Ketika kita selalu ada bersamanya

Ketika tangan kita selalu menggenggam tangannya

 

 

 

Sahabat...

Terimakasih,  

Karena sudah mau menjadi teman baikku selama ini.

Karenamu...

Aku sekarang menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,

Karena masukkan dan nasehatmu.

 

Sahabat...

Terimakasih, 

Karena sudah mau menjadi teman seperjuangan ku

 

Sahabat....

Engkaulah,

Teman sehidup dan semati ku.

Dan ku harap,            

Persahabatan ini kan kekal abadi selamanya.                   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment