Pusat Belanja Yang Unik dan Menarik

Pusat Belanja Yang Unik dan Menarik
POTRET GALLERY

Menakar Masa Depan Bimbingan dan Konseling

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>




Oleh Nuzulul Azmi

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling UIN Ar-Raniry Banda Aceh


Apabila Kamu mempunyai sifat penyabar, mudah bersosialisasi, bisa bersikap tenang ketika menghadapi masalah, ini merupakan alasan yang tepat untuk memilih Jurusan Bimbingan Konseling. Jurusan Bimbingan Konseling adalah jurusan yang mempelajari ilmu pendidikan, yang berhubungan dengan cara pembelajaran, pemahaman pendidikan, dan pemahaman terhadap peserta didik. Ilmu pendidikan ini dipakai sebagai dasar dalam melakukan bimbingan bagi peserta didik.


Kamu pasti pernah mendengar profesi guru BK di sekolah, bukan? Guru ini mempunyai tugas untuk memberikan bimbingan dan arahan secara psikologi kepada siswa. Kasus-kasus seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, tawuran, nilai yang jelek dan semua hal negatif tersebut perlu penanganan dari seorang konselor lulusan dari Jurusan Bimbingan Konseling.


Konselor dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah dari para siswa dan juga berperan dalam memandu siswa dalam mengarahkan minat dan bakat agar menjadi hal yang positif. Untuk menyelesaikan hal itu biasanya konselor memberikan tes psikologi. Layanan Bimbingan Konseling dibutuhkan oleh sekolah dan masyarakat. Untuk di tingkatan SMA biasanya Bimbingan Konseling dijadikan sarana konsultasi siswa untuk merencanakan jurusan perkuliahan yang akan dipilih hingga karier yang dicita-citakan. Sedangkan di masyarakat, Bimbingan Konseling diperlukan untuk memberi pemahaman terkait perilaku-perilaku negatif yang merugikan kehidupan baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Selain itu juga untuk memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak jalanan, dan mengupayakan pencegahan atas kasus-kasus sosial lainnya.


Orang yang awam masih mempunyai anggapan bahwa Bimbingan Konseling identitik dengan Polisi Sekolah atau mengurusi anak nakal saja. Padahal sebenarnya bimbingan konseling adalah sahabat siswa, pembela siswa. Anggapan ini yang kemudian muncul di benak para orang tua, terutama orang tua yang tidak mempunyai latar belakang pendidik (guru) bahwa profesi bimbingan konseling adalah profesi yang tidak mempunyai masa depan. Semakin tidak popular profesi bimbingan dan konseling di mata masyarakat disebabkan citra buruk terhadap profesi bimbingan dan konseling


Ketidak populeran ini juga muncul disebabkan banyak orang yang masih menyamakan antara sekolah/lembaga pendidikan dengan mengajar. Memang benar bahwa profesi mengajar ialah profesi guru. Namun, yang tidak banyak diketahui masyarakat bahwa konsep pendidikan bukan saja tentang mengajar, namun membangun karakter (character building). Selain itu pula komponen di dunia pendidikan (profesi-profesi di dunia pendidikan) tidak hanya profesi guru saja. Profesi-profesi yang terdapat di dunia pendidikan yaitu pustakawan (lulusan ilmu perpustakaan), Laborat (lulusan sains/bahasa), administrasi pendidikan (lulusan administrasi pendidikan), teknologi pendidikan (lulusan teknologi pendidikan), psikolog pendidikan (lulusan Psikologi pendidikan), dan konselor (lulusan bimbingan dan konseling).


Saat ini prospek kerja guru bimbingan konseling sangat dibutuhkan di setiap rumah sekolah karena mahasiswa bimbingan konseling saat minim. penyebabnya juga karena kurangnya minat para siswa untuk melanjutkan studinya di jurusan bimbingan konseling. Ini berawal dari perspektif siswa tentang guru BK itu yang menganggap bahwa guru bk itu hanya seperti polisi sekolah, orang orang yang menangani setiap permasalahan, dan siswa hanya memikirkan itu saja, padahal ruang lingkup guru bimbingan konseling jauh lebih luas dari itu. 


Timbul pertanyaan mengapa siswa berfikir buruk terhadap guru bimbingan konseling? Karena yang menghandle guru bimbingan konseling yang di sekolah kini banyak yang bukan ahli konseling atau yang kuliah di jurusan bimbingan konseling, maka dari itu cara mereka menghadapi siswa berbeda dengan cara yang semestinya dilakukan oleh  guru bimbingan konseling. Caranya yang kasar lebih tidak profesional membuat siswa tidak suka terhadap guru bimbingan konseling. Pemikiran yang buruk tersebut akan berakibat pada minimnya siswa yang mau melanjutkan studi guru bimbingan konseling.


Oleh karena itu mari kita sebagai mahasiswa bimbingan konseling mensosialisasikan apa itu yang dimaksud dengan bimbingan konseling, ruang lingkupnya dan ke mana arah atau prospek kerja nanti saat para siswa sudah menyelesaikan studi di jurusan bimbingan konseling. Itu beberapa point dasar yang harus kita bahas pada saat sosialisasi dan para siswa yang ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi.


Dan pada akhirnya, setelah para siswa  mengetahui tentang bimbingan konseling, mereka akan tertarik dan mengambil jurusan tersebut untuk melanjutkan studi mereka dan setelah banyaknya siswa yang melanjutkan di jurusan bimbingan konseling maka akan berdampak positif bagi sekolah yang memerlukan guru bimbingan konseling dan nama bimbingan konseling akan lebih baik kini dan nanti. (NA)

Click to comment