Langsung ke konten utama

Di Balik Logo Hari Pahlawan 2021

 



Oleh Retno Nurhayati

Mahasiswi Universitas Sebelas Maret, Solo


Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya-Ir Soekarno. Pernyataan tersebut merupakan suatu bentuk penghargaan yang sangatlah besar bagi pahlawan-pahlawan Indonesia. Mereka adalah tonggak kemerdekaan Indonesia. Penyongsong lahirnya kemerdekaan. Maka, semangat membara akan kemerdekaan harus terus  hadir dalam diri dan hati generasi muda sekarang. Perannya memang bukanlah untuk mengangkat senjata dan bambu runcing untuk mengusir penjajah, akan tetapi perannya sekarang lebih berat dari mengusir penjajah saja. Menjadikan bangsa sebagai bangsa yang maju, berusaha untuk tidak menjadi budak teknologi, mampu mengangkat budaya ke kancah dunia, menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia. 


Penjajahan sekarang memang bukanlah menyerang dengan senjata, akan tetapi menyerang dengan teknologi, informasi, komunikasi dan ilmu pengetahuan. Siapa yang tidak dapat mengikuti arus globalisasi, maka ia akan tertinggal dari gemerlapnya dunia.


Peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November dengan tema pahlawanku inspirasiku diharapkan mejadi sebuah motivasi bagi generasi muda untuk meningkatkan rasa kecintaan serta kebanggaan sebagai bangsa dan negara Indonesia, mengenang dan menghormati perjuangan para pahlawan dan pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan, membangun ingatan kolektif untuk kemudian menggerakkan kesadaran masyarakat agar mau meneladani dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur pahlawan dalam kehidupan sehari-hari, dan memperkuat Persatuan dan kesatuan bangsa dengan dilandasi semangat dan nilai kepahlawanan dalam bingkai NKRI.


Tema yang diusung dalam peringatan hari pahlawan ini yaitu Pahlawanku Inspirasiku dengan logo seperti yang tertera di atas. Tidak hanya sekadar logo. Logo tersebut memiliki makna yang sangat mengispirasi melansir dari laman resmi Kemensos RI, berikut 5 makna dan filosofi dari logo Hari Pahlawan Nasional 2021:


Pertama, Bambu Runcing.


Bambu runcing menjadi senjata yang digunakan para pejuang kemerdekaan. Senjata ini adalah simbol keberanian para pejuang dalam menghadapi penjajahan di masa lalu.


Kedua, Buku


Buku menjadi simbol inspirasi generasi masa kini untuk mengenang kisah heroik para pahlawan kemerdekaan. Melalui buku, generasi saat ini bisa kembali mengenang perjuangan para pahlawan.


Ke tiga, Menolong


Simbol menolong yang dimuat dalam logo Hari Pahlawan bermakna pengorbanan para pahlawan untuk menolong orang lain, di mana mereka rela mengorbankan kenyamanan diri sendiri.


Ke empat, Bendera Merah Putih.


Bendera merah putih adalah simbol bangsa Indonesia. Bendera menjadi warisan yang harus dijaga dengan mewujudkan tujuan bernegara, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial


Ke lima, Kepalan Tangan


Kepalan tangan yang dimuat dalam logo Hari Pahlawan bermakna simbol keteguhan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Generasi saat ini diharapkan dapat memiliki keteguhan yang sama dalam mempertahankan kemerdekaan.

 


Retno Nurhayati


Mahasiswi : Universitas Sebelas Maret, Solo


Email : retno.nurhayati1309@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me