Langsung ke konten utama

JALAN YANG SUNYI




Oleh Satria Dharma

Berdomisili di Surabaya


Bunda Cut atau Bunda Zakyzahra Tuga adalah lulusan Teknik ITB, tetapi bukannya bekerja di perusahaan besar untuk mendapatkan gaji yang besar. Ia justru mendedikasikan hidupnya untuk literasi. Ya, di kota kecil Tulungagung. Ia mendirikan Taman Bacaan Pena Ananda sejak beberapa tahun yang lalu untuk mengajak masyarakat, utamanya anak-anak sekolah, untuk membaca dan mencintai buku. Ia juga melatih anak-anak untuk menulis dan menerbitkan buku-buku mereka agar mereka terdorong untuk terus menulis. 


Ia juga menyelenggarakan Festival Bonorowo Menulis (FBM) 2017 yang digelar di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru. Kabupaten Tulungagung. Festival ini sekaligus menjadi momentum pencanangan Bangoan Kampung Literasi dengan berbagai kegiatan menarik seperti Pameran Literasi, Pustaka Bonorowo, Talkshow Literasi,  Workshop Literasi, Launching dan Bedah Buku karya penulis Tulungagung, Lomba Poster, Blog, Vlog, dan Fotografi, Hiburan dan Seni Panggung Literasi, Pesta Dolanan Anak, dan lain-lain.


Saya pernah datang ke rumah Bunda Cut dan melihat rumahnya yang jadi perpustakaan umum bagi masyarakat sekitar. Dedikasinya pada dunia literasi sungguh mengagumkan karena jelas dunia yang digelutinya ini tidak mendatangkan keuntungan finansial dan bahkan membuatnya harus jungkir balik memikirkan dana bagi berbagai kegiatan yang dilakukannya. Dunia literasi juga bukan tempat yang bisa memberi kita popularitas. "Ini dunia yang sunyi," katanya ketika tampil di Sarasehan Literasi UNESA saat itu.


Selain Bunda Cut, saya juga mengagumi dua orang teman di Aceh. Satu yang menjadi Ketua IGI Propinsi Aceh, Pak Imran Lahore dan satunya Pak Tabrani Yunis. Dedikasi mereka pada dunia literasi dan pendidikan pada umumnya, sangat tinggi. Visi mereka untuk memajukan dunia pendidikan Aceh melalui literasi mendorong mereka untuk berkeliling dari satu kabupaten ke kabupaten mengajak semua pihak untuk mulai peduli pada pentingnya membaca buku bagi anak-anak. They knock all doors from one place to another.Dengan Pak Imran saya sudah diajak untuk bersafari dari satu kabupaten ke kabupaten lain sebanyak tiga kali. Meski ia kadang geram melihat betapa tidak pedulinya beberapa pejabat Disdik pada amanah yang diembannya, tapi ia tidak merasa lelah dan terus mengajak mereka untuk melakukan tindakan nyata pada upaya untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu bagi anak-anak di Propinsi Aceh. 


Seringkali ia harus mengeluarkan dana pribadi untuk kegiatan safari literasi tersebut, karena tak acuhnya daerah yang ia datangi. Ia bahkan menjuluki mobil Kijang tuanya tersebut sebagai "Mobil Literasi".


Suatu ketika ia ditanya apakah ia bersedia untuk menjadi kepala sekolah dan ia menggeleng. Baginya berkeliling dari satu kabupaten ke kabupaten lain untuk mengadakan berbagai pelatihan dan seminar literasi lebih memberikan manfaat yang lebih luas ketimbang hanya jadi kepala bagi satu sekolah saja. Saya heran karena saya tahu banyak guru yang mau membayar puluhan juta agar ia bisa diangkat menjadi kepala sekolah, tapi Pak Imran ini bahkan menolak.


Pak Tabrani sendiri sudah sejak lama saya kenal sebagai seorang pejuang pendidikan. Tabrani Yunis adalah Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh, juga sebagai Chief editor majalah POTRET, menerbitkan majalah Anak Cerdas. Gemar menulis dan memfasilitasi berbagai training bagi kaum perempuan. Sampai saat ini ia telah melatih 1000 orang untuk menulis dimana 700 orang adalah perempuan yang terdiri atas ibu rumah tangga, remaja putri, pelajar dan guru yang datang dari berbagai kabupaten di Aceh. Mereka dibiayai untuk hadir di Banda Aceh dan materi penulisan yang diberikan bermacam-macam, termasuk penulisan opini dan penulisan sastra, seperti cerpen. Selain dia sendiri, Tabrani mengundang para penulis yang sesuai dengan bidangnya untuk memberikan materi dalam pelatihan-pelatihan itu.


Tabrani adalah Alumnus Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Tabrani sendiri telah menulis lebih dari 400 artikel yang tersebar di berbagai media cetak daerah dan nasional.

Mengapa berfokus pada perempuan?


Ia mengamati bahwa hampir semua tulisan yang muncul di media massa ditulis laki-laki. Tulisan perempuan sangat jarang didapat. Oleh sebab itu ia mendorong agar perempuan Aceh punya keberanian, kemampuan, dan keinginan menulis. “Karena dengan menulis, bisa menjadi obat bagi mereka. Sekaligus bisa memberikan keuntungan ekonomi.” demikian katanya


Sebagai tempat belajar dan menampung tulisan mereka pada tahun 2003 Tabrani menerbitkan majalah "Potret". Majalah ini khusus mengangkat isu-isu perempuan. Sekitar 60-70 persen penulis di majalah ini adalah perempuan yang pernah dilatih menulis itu. Selebihnya adalah penulis dari kalangan aktivis, pengamat, dan akademisi.


Ketiga sosok ini adalah orang-orang yang mendatangkan rasa kagum saya. Mereka adalah orang-orang yang melangkah di 'jalan sunyi'. Sungguh tidak banyak di antara kita yang mau mengorbankan kehidupan yang nyaman untuk sebuah perjuangan yang seringkali tidak diperhatikan dan tidak dihargai oleh masyarakat sekitar.


Apa yang mendorong mereka begitu berkomitmen pada 'jalan sunyi' mereka masing-masing? 'Love', kata Bunda Cut. Ia mencintai apa yang ia lakukan sekarang. "Change", kata Pak Imran. "Literate Community" bagi Pak Tabrani. Mereka ingin agar masyarakat di sekitar berubah menjadi jauh lebih baik daripada yang ada sekarang dan mereka bersedia untuk menjadi 'the agent of change' tersebut meski harus berjalan di jalan yang sunyi. 


Melalui tulisan ini saya ingin sampaikan penghargaan dan rasa hormat saya pada mereka. Kudos for you, guys.


Banda Aceh, 22 Nopember 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me