Langsung ke konten utama

LAGI, 3 WNI NELAYAN ASAL ACEH DIREPATRIASI DARI NEW DELHI, INDIA.

 


Jakarta,Potretonline.com,18/11/21.Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perlindungan WNI ( Dit. PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, merepatriasi 3 (Tiga) WNI Nelayan / ABK Mata Ranjau yang bermasalah di India karena aktifitas usaha nelayannya.

WNI nelayan ini tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan menumpang pesawat Garuda, GA 8510, pada hari Selasa tanggal 16 November 2021, pukul 20.00 wib, setelah delay selama 1 jam dari rencana ketibaan di Indonesia.

Di Indonesia, ketiganya diterima oleh Badan Penghubung Pemerintah Aceh, yang diwakili oleh Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat, Ir. Cut Putri Alyanur MM.

Acara penandatangan serah terima WNI nelayan dari Direktorat PWNI KEMLU RI diwakili oleh Kasi PKKB Kawasan III Dir. PWNI, Ronald Arafah, kepada Pemerintah Propinsi Aceh, disaksikan oleh pejabat dari Kementerian KKP RI, yang memfasilitasi biaya pemulangan nelayan hingga sampai di Propinsi Aceh, dan turut disaksikan pula oleh pejabat Satuan tugas Covid - 19 di Bandara Soetta.

3 WNI ini masing masing bernama, Ibnu Hajar kelahiran 1978, Putra Haris M kelahiran 1996 dan Dendy R kelahiran 1988, yang telah menjalani proses hukumnya dan dibebaskan dari penjara di PORT BLAIR, Andaman dan NIkobar, pada tanggal 12 November 2021.

Sesuai dengan syarat dan prosedur kesehatan yang diwajibkan kepada warga masyarakat dari luar negeri yang datang ke Indoneaia, semua diwajibkan untuk menjalani karantina selama 3 - 5 hari di tempat isolasi karantina yang diarahkan oleh Satgas Covid RI.

Setelah masa karantina selesai, maka para nelayan segera bersiap untuk kembali ke Nanggroe Aceh tercinta.  Terima kasih Indonesia, terima kasih KKP RI, terimakasih Aceh, untuk wujud atensi dan peduli ini, "kata, Dendy dengan penuh haru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

  Oleh Cut Putri Alyanur Berdomisili di Jakarta    Tanggal 10 Djulhijjah 1442 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 20 Juli 2021. Umat Islam di seluruh dunia, merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh sukacita. Suara takbir, menggema di setiap penjuru Nusantara, walau di beberapa tempat, Idul Adha di arah kan oleh Pemerintah Indonesia untuk di rayakan di rumah saja. Begitupun dengan kami, masyarakat Aceh perantauan yang melaksanakan Idul Adha, di Jakarta. Pandemi Covid-19, hingga saat ini tak mau berkompromi, meski penyebarannya sudah memasuki tahun ke – 2, sejak bulan  Maret tahun 2021. Hari Raya Idul Adha juga senada dengan pelaksanaan kurban, dan menjadi sangat berharga bila kedua ritual ibadah ini, bisa dilakukan saat menunaikan ibadah rukun Islam yang ke – 5, berhaji ke Baitullah. Bila sedang tidak berhaji pun, ibadah kurban sangat mulia untuk di laksanakan, guna meningkatkan keimanan dan kepekaan sosial terhadap sesama. Berkurban berarti meneladani ketaatan yang di lakukan oleh Nab

EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

Foto : dok.Pribadi Oleh   Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya . Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita.

DUTA WISATA BIREUN BERWISATA ARUNG JERAM DI KRUENG PEUSANGAN

Bireun, Potretonline.com. Rabu (24/7/19) Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 didampingi Rizal Fahmi selaku Ketua Ikatan Duta Wisata Kabupaten Bireuen baru saja melakukan kegiatan arung jeram bersama team Bentang Adventure. Bentang adventure merupakan operator wisata yang digagas oleh pemuda-pemuda Bireuen yang peduli terhadap lingkungan, alam serta potensinya. Salah satu potensi alam tersebut adalah arung jeram. Kegiatan arung jeram ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Duta Wisata terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Lokasi arung jeram ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Kecamatan Juli. Jalur pengarungan ini memakan waktu selama lebih kurang empat jam, yang kemudian berakhir di desa Salah Sirong. Tidak hanya arus sungai yang menjadi daya tarik arung jeram ini, karena jika beruntung kita juga akan menjumpai langsung gajah liar yang sedang bermain di samping aliran sungai.  Cut Rizka Kamila selaku Duta Wisata terpilih 2019 me